alexametrics

Fungsi Gedung Parkir Pandanaran Belum Optimal

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG, – Kalangan DPRD Kota Semarang meminta sosialisasi penggunaan gedung parkir Pandanaran dilakukan secara masif. Pasalnya, dari ujicoba beberapa waktu lalu, pengguna gedung parkir masih sepi. Diduga banyak masyarakat baik itu dalam maupun luar Kota Semarang yang belum mengetahui jika gedung tersebut memang diperuntukkan untuk umum.(Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang).

Sekretaris Komisi C DPRD Kota Semarang Danur Rispriyanto mengatakan saat ini masih minim informasi untuk penggunaan gedung parkir tersebut. “Dinas Perhubungan (Dishub) dan juga Dinas Kesehatan (Dinkes) harus aktif. Sosialisasikan saja ke masyarakat bahwa gedung tersebut bisa untuk parkir umum, tidak hanya untuk pegawai Dinkes saja,” ujar politisi Partai Demokrat tersebut Selasa (4/2).

Apalagi, selama ini informasi yang beredar di masyarakat bahwa gedung parkir Pandanaran merupakan tempat parkir kendaraan para pegawai Dinas Kesehatan Kota Semarang. Padahal gedung yang bisa menampung 300-400 kendaraan roda dua dan 200 kendaraan roda empat tersebut diperuntukkan juga bagi masyarakat umum.

Baca juga:  Hendi Sambut Keluarga Besar NU se-Jateng di Balai Kota Semarang

“Salah satu alasan dibangunnya gedung parkir Pandanaran itu karena kemacetan yang kerap terjadi di Jalan Pandanaran, terutama di depan toka oleh-oleh khas Semarang,” katanya.
Demikian juga untuk kendaraan umum seperti bus pariwisata, petugas Dishub maupun juru parkir harus aktif mengarahkan untuk parkir yang lebih luas. Misalnya di Museum Mandala Bhakti.

Hal ini karena gedung parkir Pandanaran tidak bisa menampung kendaraan besar. “Kami minta penggunaan gedung parkir Pandanaran dikelola dengan baik. Begitu juga dengan perawatannya, sehingga tidak sia-sia dibangun dengan anggaran yang cukup besar,” pintanya.

Meski begitu, ia juga mengapresiasi Pemerintah Kota Semarang yang membangun gedung Pandanaran sebagai salah satu solusi untuk atasi kemacetan di Jalan Pandanaran. Apalagi ditambah dengan jembatan penyambung (skybridge) ke titik pusat Oleh-Oleh di kawasan tersebut. Sehingga pengunjung yang mengakses kawasan pusat Oleh-Oleh dari gedung parkir juga akan difasilitasi lift untuk mempermudah akses.

Baca juga:  Tangkap Enam Remaja Bawa Sajam

Terpisah, Kepala Dishub Kota Semarang Endro P Martanto mengakui jika dari ujicoba penggunaan gedung parkir Pandanaran kemarin memang masih sepi dari pengunjung. “Untuk fasilitas di dalamnya sudah kita penuhi,” tutur Endro.

Dikatakannya, untuk ujicoba pada Sabtu lalu memang digratiskan untuk masyarakat. Berdasarkan data Dishub Kota Semarang pada Sabtu uji coba tersebut ada 122 kendaraan.

Jumlah tersebut jusru turun manakala saat benar-benar diberlakukan tarif pada Minggu (2/2). Di mana jumlah kendaraan yang parkir digedung tersebut hanya sebanyak 61 kendaraan. Kemudian penerimaan retribusi dari pihak pengelola untuk hari tersebut hanya Rp 400 ribu.

Terkait dengan fungsi sosial, walaupun gedung parkir pandanaran dipihakketigakan tetapi khusus pengunjung Puskesmas pandanaran baik itu yang menggunakan mobil atau motor diberlakukan retribusi flat.

Baca juga:  Tujuh Komunitas Bentuk Tim Respek Hendi-Ita

“Jadi tidak dihitung berapa lama kendaraan mereka parkir di gedung tersebut. untuk kendaraan Rp 2.000 dan mobil Rp 3.000,” katanya.

Pengunjung Puskesmas hanya dengan menunjukkan stampel atau pengesahaan bahwa yang bersangkutan memang sebagai pasien atau yang berkepentingan dengan Puskesmas Pandanaran. (ewb/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya