alexametrics

Ratusan PKL Simongan Akan segera Digusur

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG, – Pembangunan infrastruktur jalan terus dilakukan Pemkot Semarang. Kali ini, Jalan Simongan Raya yang akan dilebarkan. Dampaknya, ratusan PKL bakal digusur. Sejauh ini, penggusuran PKL Simongan ini masih dalam tahap pemberian teguran.

Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan, penggusuran PKL sudah didahului dengan adanya surat teguran kepada mereka. “Kita sudah berikan teguran kepada PKL di sana,” kata Fajar, Senin (3/2).

Kapan penggusuran akan dilakukan? Pihaknya masih menunggu perintah dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Penggusuran PKL Simongan tersebut dilakukan, karena Pemkot Semarang berencana untuk melakukan pelebaran Jalan Simongan Raya. Sejumlah pedagang yang menempati sepanjang Jalan Simongan bakal digusur. Di antaranya, toko kelontong, konter handphone, toko pakaian, penjual gorengan, dan lain-lain.

“Keberadaan para PKL ini juga di atas saluran,” ujarnya.
Sebenarnya, keberadaan PKL di Kota Semarang sudah diatur dalam Perda Kota Semarang Nomor 11 tahun 2000 tentang Pengaturan dan Pembinaan Pedagang Kaki Lima. Dalam perda tersebut, jam tayang dan posisi jualan juga diatur. Jika merujuk pada perda tersebut, seharusnya PKL di Jalan Simongan tidak membangun kiosnya dengan permanen. Namun lebih ke semi permanen. Artinya, dengan sistem bongkar pasang. Faktanya, banyak kios PKL di Jalan Simongan justru bersifat permanen. Bahkan ada juga yang digunakan untuk tempat tinggal. Kondisi tersebut setidaknya melanggar perda yang ada.

Baca juga:  Saat Ditemukan, Yoni Dijadikan Meja Jualan

Rencana penggusuran PKL Simongan, lanjut Fajar, sebenarnya sudah muncul sejak lama. Namun berkali-kali upaya pembongkaran batal. Dikatakan Fajar, kali ini pihaknya tetap akan melakukan pembongkaran setelah koordinasi dengan OPD terkait selesai. “Melalui pihak kelurahan, kita sudah mengirimkan surat sebanyak dua kali kepada mereka,” tuturnya.

Beberapa waktu lalu, pihak paguyuban PKL Jalan Simongan juga sudah mengadu kepada DPRD Kota Semarang. Mereka menyatakan keberatan jika harus digusur begitu saja. Adapun dalih mereka enggan digusur karena sudah berpuluh-puluh tahun menempati tepi jalan tersebut. Selain itu, mereka juga meminta tempat relokasi untuk berjualan kembali apabila benar-benar mau digusur.

Sekretaris Paguyuban PKL Simongan Bambang S mengatakan, para pedagang sudah mendapatkan surat peringatan dua kali dari pihak kelurahan terkait penertiban PKL di kawasan tersebut. Pihaknya merasa keberatan jika dipindah begitu saja, mengingat beberapa pedagang sudah puluhan tahun berjualan di lokasi tersebut. “Syukur-syukur pemkot dapat memfasilitasi kami untuk diberi tempat berjualan baru semisal di Pasar Bulu atau di mana,” ujarnya.

Baca juga:  Wali Kota Hendi: Tetap Waspada, Pendemi Belum Usai

Diakui Bambang, tempat usaha yang memakan jalan tersebut memang ada yang digunakan sekaligus untuk tempat tinggal. Hal itu sudah berjalan puluhan tahun, sedangkan pemerintah baru melakukan teguran akhir-akhir ini.

Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang Joko Susilo mengatakan, keberadaan PKL di Jalan Simongan tersebut belum sesuai aturan yang berlaku. “Ada kurang lebih 120 PKL yang terdata. Mereka memakai badan jalan, bahkan dijadikan tempat tinggal. Harusnya PKL bongkar pasang,” kata Joko.

Namun demikian, lanjut Joko, bagaimanapun mereka merupakan warga Kota Semarang. Sehingga perlu dicarikan solusi agar tetap bisa berjualan. “Untuk sementara mereka bisa berjualan sementara waktu hingga ada kepastian pelaksanaan pembangunan pelebaran jalan tersebut,” ujarnya. (ewb/aro)

Baca juga:  Polisi Kantongi Alamat Pelaku Pembuang Bayi

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya