alexametrics

Catatkan Kinerja Keuangan Memuaskan

Workshop, BPR Arto Moro Gandeng Bank BJB

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG, — Menutup tahun buku 2019 dengan capaian yang memuaskan, BPR Arto Moro optimistis mampu terus berakselerasi dan berkinerja lebih baik lagi di tahun 2020. Maka, untuk menjawab kepercayaan nasabah, BPR Arto Moro menargetkan pertumbuhan kinerja keuangan yang cukup signifikan pada 2020.

Nah, dalam rangka mencapai target tersebut, berbagai strategi pun disiapkan. Salah satunya, penguatan sumber daya manusia (SDM). Perlu diketahui, kinerja keuangan BPR Arto Moro terus mencatatkan hasil menggembirakan. Pada 2019 lalu, ditutup dengan capaian aset di atas Rp 200 miliar. Untuk itu, pada bulan pertama tahun 2020, BPR Arto Moro mulai tancap gas untuk mencapai target pertumbuhan yang ditetapkan. Tingkat kesehatan bank juga berhasil dijaga dan diperbaiki sehingga angka NPL (Non Performing Loan) berada jauh di bawah standar minimal yang ditetapkan otoritas.

Baca juga:  Pesantren Bisa Akses Fasilitas Negara

Dalam rangka penguatan SDM dalam hal peningkatkan pengetahuan dan pemahaman karyawan akan tata kelola perbankan—khususnya di bidang lending dan runding—BPR Arto Moro menggelar workshop. Temanya: Strategi Pemasaran Lending dan Funding menuju Pertumbuhan Aset Rp 1 Triliun. Workshop diselenggarakan di lantai 3 kantor pusat BPR Arto Moro, Jalan Gajah Raya 155. Kegiatan tersebut kerjasama dengan Bank BJB. Hadir sebagai pemateri, Yadi Permana dan Iwan Rofik Haras dari BJB University.

Direktur Utama BPR Arto Moro, Darmawan, S.Sos, mengatakan, dengan tingkat pelemparan kredit ke masyarakat yang terus tumbuh signifikan, maka penguatan SDM harus terus dilakukan. “Workshop ini dimaksudkan sebagai pembelajaran dan refleksi tentang bagaimana pengelolaan kredit selama ini dilakukan.

Dengan workshop ini, setiap bagian diharapkan semakin memahami peran dan fungsi masing-masing serta bagaimana cara mengoptimalkan dan menjalankan pekerjaannya secara lebih optimal, prudent, dan profesional,” beber Darmawan.

Baca juga:  Pembebasan Lahan untuk Pemakaman Terkendala Pendanaan

Darmawan menambahkan, dalam waktu dekat, pihaknya sudah mengagendakan study banding ke kantor pusat Bank BJB di Bandung, Jawa Barat. Selain tata kelola perbankan, menurut Darmawan, BPR Arto Moro ingin mempelajari tentang pendirian dan kurikulum Banking University. Sehingga mampu menyusun pelatihan dan pengembangan SDM secara lebih terstruktur dan berkesinambungan.

Terkait penguatan sektor funding, lanjut Darmawan, selain penguatan dari sisi SDM, BPR Arto Moro juga melakukan penambahan infrastruktur. Yakni, berupa pengadaan mobil kas keliling. Juga penguatan sisi teknologi informasi. Dengan mobil kas keliling, BPR Arto Moro mengoptimalkan pelayanan jemput bola ke nasabah. Sehingga pelayanan menjadi lebih cepat, efektif, dan efisien.

Komisaris Utama sekaligus Pemegang Saham Pengendali (PSP) BPR Arto Moro, Dr. H. Subyakto, SH, MH, MM mengapresiasi langkah-langkah penguatan yang dilakukan oleh Direksi. “Hasil dari kerja keras yang terus kami lakukan sudah kelihatan. Di akhir 2019, kondisi keuangan BPR Arto Moro sangat baik. Dan pada Januari 2020 ini, dengan serangkaian penguatan SDM dan infrastruktur tersebut, pertumbuhan aset, kredit dan dana pihak ketiga semakin meningkat.” Subyakto mengapresiasi kerja direksi yang di awal tahun ini mampu menjaga NPL pada posisi 3,81 persen. “Kami optimistis, dengan laju seperti ini, target yang dibebankan kepada direksi dapat tercapai sehingga proyeksi menuju aset 1 triliun dapat dicapai dalam waktu tidak terlalu lama.” (*/isk)

Baca juga:  Stok Darah Menipis, Suplai ke Rumah Sakit Terkendala

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya