alexametrics

Calo CPNS Keruk Rp 59 Juta

Janjikan Jadi PNS di Pemprov Jateng

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG, – Calo CPNS terus gentayangan mencari mangsa. Apalagi di saat tes seleksi CPNS seperti sekarang ini. Salah satu calon PNS yang berhasil ditangkap adalah Hartoyo, 56, warga Jalam Perum Griya Nirwana Blok H-7 Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul.(ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG).                                                                                             Ia dibekuk Unit I Resum Satreskrim Polrestabes Semarang terkait dugaan tindak pidana penipuan dengan modus sebagai calo CPNS. Dari aksinya itu, tersangka berhasil membawa kabur uang korban sebesar Rp 59 juta plus mobil Honda Mobilio.

Tersangka Hartoyo diringkus di Bantul, Kamis (31/1) sekitar pukul 02.00. Sedangkan korbannya, Andika, warga Kabupaten Demak. Polisi bergerak menangkap tersangka setelah korban melaporkan kejadian tersebut ke Polrestabes Semarang, Selasa (14/1)

Dugaan tindak pidana penipuan CPNS ini berawal saat korban dan tersangka bertemu di sebuah masjid di daerah Demak pada Januari 2019. Di tempat tersebut, pelaku mengaku bisa membantu mencarikan pekerjaan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Baca juga:  Tenaga Kesehatan Butuh Jaminan Perlindungan

“Modus yang dilakukan tersangka yakni menjanjikan kepada korban bisa menjadi PNS,” ungkap Kasatreskrim Polrestabes Semarang AKBP Asep Maulidin kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (4/2).

Pada pertemuan tersebut, lanjut dia, tersangka meminta nomor handphone korban. Selanjutnya, tersangka intens berkomunikasi dengan korban via handphone. Saat itu, tersangka menawarkan kepada korban untuk menjadi PNS di intansi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“Kami sampaikan kepada masyarakat untuk berhati-hati dan waspada. Jangan mudah terbujuk rayu oleh oknum yang menjanjikan bisa meloloskan menjadi PNS ataupun di bidang lainnya,” katanya.

Sejumlah barang bukti yang ikut diamankan di antaranya baju yang sama persis dengan seragam PNS, stampel dan dokumen seperti halnya Surat Keputusan (SK). Termasuk juga menyita mobil Honda Mobilio milik korban yang dibawa kabur tersangka.

Baca juga:  Jual Beli Rusunawa Marak Lagi, Satu Unit Dijual Rp 18 Juta

“Ini dokumen Surat Keputusan pasti. Upaya lain untuk meyakinkan dengan menyiapkan seragam PNS. Tersangka berhasil mendapatkan uang sebesar uang Rp 59 juta. Ditambah penggelapan mobil milik korban,” bebernya.

Hingga kemarin, tersangka masih mendekam di sel tahanan Mapolrestabes Semarang untuk dilakukan proses hukum selanjutnya. Akibat perbuatannya, tersangka akan dijerat pasal 378 KUHP dan atau 372 KUHP terkait tindak pidana penipuan dan atau penggelapan.

Tersangka Hartoyo mengaku dalam mencari mangsanya selalu bepergian ke tempat wisata, masjid, dan alun-alun. Setelah mendapat mangsa, lalu korban diajak ngobrol dan menjanjikan bisa membantu mencarikan kerja sebagai PNS.

“Kenalnya di jalan, kadang di tempat wisata, di alun-alun. Awalnya nanya-nanya punya anak, sudah kerja atau belum? Terus saya menawarkan bisa mencarikan kerja masuk sebagai PNS. Saya ngaku sebagai PNS di Badan Kepegawaian Daerah (BKN),” katanya.

Sedangkan persyaratan menjadi PNS, korban diminta untuk menyerahkan uang Rp 100 juta. Uang tersebut diberikan setelah keluarnya SK. Tersangka yang sudah berakal licik, menyiapkan SK abal-abal kemudian diberikan kepada korban.

Baca juga:  Perempuan Harus Berperan dalam Pembangunan

“Baru dua orang, yang satunya tidak jadi karena tidak percaya hanya pendaftaran saja Rp 5 ribu. Ya, hanya ini dapat Rp 59 juta. Saya mintanya Rp 100 juta, tapi hanya punya uang Rp 59 juta dikasih cash,” katanya.

Sembari menyerahkan SK kepada korban, tersangka juga mengajak bertemu di Pujasera untuk makan bersama-sama, Minggu (12/1) sekitar pukul 20.00. Tersangka juga memanfaatkan dengan meminjam mobil milik anak korban. Alasannya, untuk menemui pejabat pemerintahan di Provinsi Jateng. Namun demikian mobil tersebut dibawa kabur menuju Bantul, Jogjakarta.

Hartoyo mengakui, kejahatan ini dilakukan seorang diri. Terkait SK abal-abal tersebut dicontoh dengan cara melihat di internet. “SK nya saya buat nyari di Google terus minta tolong sama orang,” pungkasnya. (mha/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya