alexametrics

Sopir Penabrak Loper Koran Diburu

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG, – Kepolisian Satuan Lalulintas (Satlantas) Polrestabes Semarang masih terus melakukan penanganan dan penyelidikan kasus tabrak lari terhadap Purnama, warga Jalan Plongkowati Krobokan Semarang Barat di Jalan Siliwangi Putaran Bawah Fly Over Kalibanteng Semarang, Sabtu (31/1) pukul 11.15.(M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).

Kepolisian juga masih mengejar sopir truk yang menabrak laki-laki penjual atau loper koran hingga meninggal secara tragis di lokasi kejadian.

“Masih dalam pengejaran, identitas pengemudi sudah ada (diketahui),” ungkap Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Yuswanto Ardi kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (2/1) kemarin.

Identitas pengemudi truk tersebut diketahui bernama Eko Pramudyo, warga Plobangan Selomerto, Wonosobo. Ardi mengatakan, identitas tersebut ditemukan di dalam Mitsubishi Truk Tronton Nopol E 9031 E yang dikemudikan Eko Pramudyo.

Baca juga:  Mantan Wali Kota Semarang Jalani Sidang Lapangan Kasus Sengketa Tanah di Bendan Ngisor

Truk tersebut berhasil ditemukan tidak jauh dari lokasi kejadian atau di dekat SPBU samping flyover Kalibanteng menghadap barat setelah menabrak korban.

“Tetapi saya yakin yang bersangkutan bertanggung jawab. Karena saat kami temukan kendaraan di sebuah tambak ban sekitar 200 meter dari TKP, pengemudi itu meninggalkan identitas berupa SIM dan KTP, ditaruh di atas jok kendaraan. Barang kali hanya untuk mengindari amukan massa,” katanya.

Terkait kronologis kejadian bermula ketika truk tronton melaju dari arah barat ke timur atau Krapyak menuju Kalibanteng. Saat lampu hijau dan melintas di lokasi kejadian, diduga pengemudi kurang waspada pandangan depan sehingga terjadi kecelakaan dengan pejalan kaki yang sedang berdiri di depannya. Setelah kejadian, pengemudi melarikan diri dan meninggalkan truk dan korban.

Baca juga:  Wali Kota Hendi Tegaskan Jajarannya Tak Boleh Pungut Biaya di Luar Ketentuan

“Yang jelas kronologisnya itu dari hasil rekaman CCTV dari atas jembatan Kalibanteng. Pengemudi sepertinya secara mendadak akan melakukan putar arah dari arah barat ke arah lain. Tapi dia pada saat itu posisinya di lajur tengah. Sehingga dia pada saat itu harus segera berpindah lajur ke lajur paling kanan,” katanya.

Pihaknya menduga, pengemudi truk pada saat hendak berpindah lajur, terlalu berkonsentrasi melihat kaca spion sebelah kanan tidak memperhatikan area bagian depan. “Kalau truk itu kan tinggi, ada yang namanya blind sport atau titik buta atau titik yang memang tidak terlihat sama sekali oleh driver. Nah pada saat itulah, dia tanpa sengaja menabrak loper penjual koran tersebut. Korban posisi di tengah,” jelasnya.

Baca juga:  Tetap Khusyuk Ikuti Misa Online

Meski demikian, Ardi mengatakan karena hukum Indonesia adalah memprioritaskan pejalan kaki. Bisa dipastikan yang bertanggung jawab dalam kejadian ini adalah pengemudi truk.

“Namaun demikian, momentum peristiwa ini dijadikan dasar untuk berkoordinasi intensif dengan Pemkot Semarang untuk kembali menertibkan para pedagang asongan yang ada di seputaran Kalibanteng dan lampu merah lainnya di Kota Semarang. Karena ini sangat membahayakan,” pungkasnya. (mha/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya