alexametrics

Bisa Dikendalikan lewat Android, Lebih Sensitif Jalankan Perintah

Dosen Fakultas Teknik Undip Kembali Luncurkan Tangan Bionik

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, – Bisa dikendalikan via Android Apps. Itulah keunggulan tangan bionik generasi keempat dari Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi (PUI PT) Teknologi Kesehatan CBIOM3S Universitas Diponegoro pada 2020 ini. Seperti apa?,(SIGIT ANDRIANTO,/RADAR SEMARANG).

Ini adalah hasil riset selama setahun terakhir. Hingga akhirnya dapat diluncurkan tangan bionik dengan sejumlah perbaikan dari versi sebelumnya. Di antara keunggulannya, tangan bionik kali ini ukurannya lebih pas dengan ukuran tangan orang Indonesia.

”Dulu sempat agak kegedean. Ini sudah pas. Lebih ringan dan lebih hemat dalam penggunaan baterai,” ujar ketua peneliti Dr Rifky Ismail MT kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ia menghasilkan karya ini bersama M Ariyanto MT, Dr ing Novie Susanto MEng, Prima Adi Y MEng, dan Dhanny Widhata MEng dengan melibatkan beberapa mahasiswa S1 dan S2 di Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.

Baca juga:  Kampung Pelangi Semarang Mulai Memudar

Dikatakan Rifky, gerakan dari tangan bionik ini lebih smooth dibanding generasi sebelumnya. Ditambah, memiliki respon yang lebih cepat dalam mengerjakan perintah. Tidak hanya itu, Bionic Hand Versi 2020 ini dapat mengendalikan beberapa gerakan dengan sistem Android di smartphone.
”Ini kebaruan yang bisa kami tawarkan dari yang sebelumnya,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Rifky menjelaskan, tangan bionik ini memang dikhususkan kepada mereka yang masih memiliki lengan di bawah siku. Harus dipastikan pula otot di bawah sikut masih dapat berkontraksi. Jika kedua syarat ini terpenuhi, tangan bionik dapat dipasangkan.

”Cara kerjanya adalah otot yang ada di bawah siku ini sebagai perintah tangan bionik bekerja. Meskipun orang tidak punya jari tangan, kita bisa meminta pengguna itu untuk menggenggan dan melepas tangannya,” jelasnya.

Baca juga:  Pengoperasian Jalan Sriwijaya Baru Belum Dapat Lampu Hijau dari Pengurus Taman Makam Pahlawan

Tangan bionik ini pun dapat diperintah untuk melakukan sejumlah gerakan. Perubahan dari satu gerakan ke gerakan lainnya dapat diatur melalui tombol yang ada di punggung tangan.

”Misalnya nomor 1 disetting menggenggam botol, gelas. Kedua, misalnya kita setting supaya mengacungkan telunjuk, untuk menghidupkan saklar. Nomor tiga, menggerakkan empat jari saja, misalnya untuk mengangkat tas,” terangnya. Bahkan tangan ini juga dapat digunakan untuk menulis dan memindahkan benda kecil. ”Mengatur satu, dua, tiga, empat, sekarang bisa menggunakan Android,” katanya.

Bionic Hand Versi 2020 menyempurnakan tiga jenis tangan bionik yang telah diciptakan. Yakni, Asto Bionic Hand, Bimo Bionik Hand dan Albiondi Bionic Hand. Yang pertama, ia ceritakan, pembuatan tangan bionik dilakukan bekerja sama dengan RS TNI AL dr Ramelan Surabaya. Membuat untuk satu staf TNI yang tangannya diamputasi. ”Kami membuat yang tangan kiri, karena tangan kanannya mendapat dari luar negeri,” ujarnya.

Baca juga:  Napi Lapas Bulu Rayakan Idul Fitri Bareng Keluarga lewat Video Call

Ke depan, dirinya berharap akan ada perbaikan dalam bentuk tangan bionik dengan memberikan pembungkus agar dapat menyerupai tangan manusia. ”Ini kan masih kelihatan robot. Insya’Allah kalau bisa, masih pada generasi keempat, kita berikan sarung silikon,” katanya.

Selama dua tahun ini, sudah lebih dari 10 unit tangan bionik yang dihasilkan dapat dimanfaatkan oleh mereka yang membutuhkan. ”Semoga dapat memberikan manfaat yang lebih banyak. Terutama kepada mereka yang membutuhkan,” harapnya. (*/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya