alexametrics

Uang Koperasi Ratusan Juta Ikut Terbakar

Kebakaran Gedung SD Negeri Pekunden

Artikel Lain

RADARSEMARNG. ID, SEMARANG, – Penyebab kebakaran SD Negeri Pekunden, Semarang Tengah masih dalam penyelidikan oleh kepolisian. Sejauh ini, tiga saksi telah dilakukan pemeriksaan petugas Polsek Semarang Tengah.(ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG).

“Ada tiga orang kita periksa sebagai saksi yang mengetahui kejadian itu. Satu di antaranya penjaga sekolah,” ungkap Kapolsek Semarang Tengah AKP Kompol Didi Dewantoro kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (29/1).

Selain dari Polsek Semarang Tengah, Tim Labfor Mabes Polri Cabang Semarang juga mendatangi lokasi kejadian, Rabu (29/1). Mereka ikut melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab kebakaran yang terjadi Selasa (28/1) malam tersebut.

“Kalau penyebabnya kita belum mengetahui, belum dikasih tahu oleh Labfor, masih menunggu hasilnya,” kilahnya.

Kepala SDN Pekunden Abdul Kholik mengatakan, pascakebakaran, proses belajar-mengajar masih berjalan normal. Untuk kerusakan akibat kebakaran, kata dia, ada dua ruang yang terbakar, yakni ruang kelas 4 dan gudang sarana olahraga. Selain itu, kobaran api juga merambat ke ruang lab musik yang berada di atas gudang olahraga.

“Lab musik terdampak sedikit. Semua alat musik selamat. Lab musik ini di atas ruangan gudang olahraga dan kelas 4 Jawa. Memang penamaan kelas di sini menggunakan nama suku-suku,” jelasnya.

Baca juga:  Kerja keras PLN Buahkan hasil 100 Persen llistrik Normal Pasca Tower Roboh

Abdul mengungkapkan, untuk sementara proses belajar-mengajar siswa kelas 4 Jawa digabung dengan kelas 4 Batak. Untuk kursi dan meja siswa menggunakan yang ada di aula.

Ia menambahkan, akibat kebakaran ini, setidaknya sejumlah barang dan fasilitas berharga di dua ruang tersebut ludes terbakar. Seperti layar LCD, komputer, speaker, meja belajar, dan kursi-kursi di ruang kelas 4 Jawa. Selain itu, sejumlah uang tabungan koperasi yang tersimpan di sekolah juga hangus terbakar.

“Kalau total kerugian belum bisa dipastikan. Ya, bisa ratusan juta rupiah. Belum lagi alat-alat olahraga di gudang. Usai laporan dari Tim Labfor keluar, kami bersama Disdik baru mulai merencanakan pembangunan dan anggarannya,” katanya.

Kebakaran SDN Pekunden ini menyisakan kesedihan bagi perempuan bernama Maisun, salah satu pengurus koperasi sekolah tersebut. Sebab, uang ratusan juta yang tersimpan di dalam lemari sekolah ikut terbakar. Uang yang terbakar tersebut terdiri atas pecahan Rp 20 ribu hingga Rp 100 ribuan. Selain uang, juga terdapat dokumen-dokumen penting.

“Tadi sore (sebelum kebakaran) mau dibawa pulang tapi kok ya tidak jadi. Padahal ada juga uang di tiga dompet yang lain,” katanya sembari mengusap air matanya.

Baca juga:  Potong Gaji untuk Bantu Penanganan Korona

Diketahui, peristiwa kebakaran ini terjadi Selasa (28/1) sekitar pukul 20.00. Kali pertama diketahui oleh Raditio, warga Pekunden Dalam, Semarang Tengah dan warga lainnya yang melihat kobaran api di salah satu ruang kelas. Melihat itu, mereka langsung berteriak kebakaran hingga terdengar Tugiran, warga Pandean lamper yang tinggal di lokasi kejadian.

Saat itu, Tugiran berlari keluar dan melihat api sudah mulai membesar dan membakar di ruang kelas IV. Ia pun membuka pintu gerbang sekolah dan meminta bantuan warga sekitar untuk membantu memadamkan api dengan alat seadanya. Pihak pemadam kebakaran yang mendapat laporan langsung menuju lokasi melakukan pemadaman dengan mengerahkan enam unit mobil damkar. Api berhasil, dipadamkan sekitar pukul 22.00.

Terpisah, Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang Abdul Majid mengatakan, jika pihaknya sudah mendatangi secara langsung lokasi terbakarnya bangunan SD tersebut.

“Kalau dari analisa kami, (kebakaran) itu karena korsleting yang diakibatkan kabel-kabel instalasi listrik yang tidak sesuai peruntukannya,” ujar Majid kepada koran ini, Rabu (29/1).

Dalam sidak yang dilakukan oleh komisinya menemukan pemakaian kabel serabut yang tidak layak untuk skala sekolah. “Minimal kabel tunggal karena kalau serabut dengan watt dari listrik sekolah yang tinggi berpotensi terjadi koesleting, dan itu bisa jadi penyebab kebakaran,” tuturnya. Karenanya, pihaknya memberikan rekomendasi kepada Dinas Pendidikan Kota Semarang untuk mengevaluasi kondisi sarpras baik itu instalasi listrik maupun kondisi bangunan.

Baca juga:  Kejar Target, Semarang Punya 64 Sentra Vaksinasi

“Kemarin SD Palebon atapnya roboh, sekarang terbakar. Karenanya kita meminta supaya dinas terkait melakukan evaluasi kembali. Jangan sampai kejadian ini terulang lagi,” tuturnya.

Kepala Disdik Kota Semarang Gunawan Saptogiri mengatakan, pasca kejadian tersebut pihaknya akan segera melakukan perbaikan terhadap gedung yang terbakar. Sehingga tidak menganggu proses belajar mengajar siswa.

“Kami belum tahu pemicu kebakaran ini. Untuk upaya perbaikan masih menunggu kepolisian menyelesaikan pemeriksaan,” ungkapnya.

Ia juga pengatakan jika pihaknya sudah menyiapkan anggaran untuk merenovasi ruang kelas yang terbakar. “Kursi 38 set termasuk kursi guru sudah kami pesankan. Adapun hal-hal lain kebutuhan dari sekolah masih dalam tahap menunggu laporan dari pemeriksaan,” katanya.

Ia menargetkan, dalam kurun waktu satu bulan ke depan perbaikan dapat diselesaikan. Sehingga siswa dapat menempati bangunan kelas kembali.
Untuk berapa taksiran nominal kerugian, ia belum bisa menyebutkan. “Nominal kerugian belum dapat dipastikan, kami masih menunggu pemeriksaan,” katanya. (mha/ewb/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya