alexametrics

Pengorbanan Hasilkan Prestasi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, – Sering disepelekan membuat Kintan Armianata Dewi terpacu untuk berprestasi. Baik di bidang akademik maupun non akademik. Hal tersebut membuat dara kelahiran 26 Juli 2001 ini termotivasi mendalami olahraga taekwondo. Saat itu, keputusannya banyak dipertanyakan. Mengapa harus taekwondo? Kenapa tidak balet, tari, nyanyi atau melukis yang lebih anggun?

Beberapa orang juga menyuruhnya berhenti menggeluti taekwondo. Alasannya, dirinya tidak cocok dengan beladiri. ”Tapi kan setiap orang memiliki bakat dan kemampuan masing masing. Selain itu, saat menjalani sesuatu kita juga harus menyukai hal tersebut agar saat menjalaninya tidak menjadi beban,” ujar mahasiswi Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ini. ”Kita tidak bisa menjadi orang lain dan orang lain juga tidak bisa menjadi kita,” imbuhnya.

Baca juga:  Mahasiswa UIN Wajib Cinta NKRI

Kintan mengaku, harus menyediakan waktu cukup banyak untuk menajalani proses demi proses menuju prestasi-prestasi yang dibidiknya. Waktu bermainnya harus tersita. Tidak seperti teman-teman lainnya yang bisa bermain dengan puas. Namun hasilnya cukup memuaskan. Banyak kejuaraan yang ia ikuti dan membuahkan sejumlah prestasi.

”Tapi tidak masalah. Aku justru bersyukur. Karena dari pengorbanan yang membuahkan prestasi itu, aku lebih mudah mencari sekolah, lebih mudah masuk kuliah, dan lebih bermanfaat,” ujar gadis yang juga pernah ditunjuk menjadi perwakilan sekolah untuk mengikuti kontes puteri Jawa Tengah ini.

Sedikit cerita darinya, pada 2017 ia sempat pindah cabang olahraga dari taekwondo ke Yongmoodo. Saat itu, ia diminta mewakili Kota Semarang dalam ajang pra porprov.
Saat itu, Kintan menceritakan, hanya melakukan persiapan selama dua minggu. Dan selama dua minggu itu, ia benar-benar memacu diri agar bisa mempelajari gerakannya.
”Mulai dari bantingan, kuncian, dan tendangan. Sebenarnya tidak jauh beda dari taekwondo. Aku ingat sekali saat itu ada yang bilang ke aku ‘Hah? Yakin juara? Bukan cidera? Gak usah aneh aneh lah, ngapain pindah-pindah cabor,” kenangnya.

Baca juga:  Hilal Tak Terlihat dari Menara Al-Husna

Namun dengan tekad kuatnya, lagi-lagi Kintan dapat meraih juara. Ia mampu naik podium meskipun ia juga harus menjalani masa pemulihan selama tiga bulan karena cidera.
”Intinya kejar mimpi dan cita-cita kalian. Jangan pernah putus asa, biarkan orang mencibir tentang kita. Ayah aku selalu bilang ‘terbentur, terbentur, dan terbentuk’. Yang penting tetap semangat dan buktikan bahwa aku bisa,” katanya. (sga/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya