alexametrics

Masyarakat Jangan Takut Lawan Sindikat Narkoba

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, – Peredaran narkoba hampir merambah semua wilayah, termasuk Jawa Tengah. Bagaimana penanganannya? Berikut bincang-bincang wartawan Jawa Pos Radar Semarang M Hariyanto dengan Kasie Intel Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah Koenarto.(M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).

Sejauh mana peredaran narkoba di Jawa Tengah?
Posisi Jawa Tengah berada di tengah-tengah. Barang dari Jakarta masuk. Kalau mau ke Jawa Timur lewatnya Jawa Tengah. Bahkan, beberapa rute intenasional beberapa tahun terakhir masuk lewat Jawa Tengah. Sebagian ada yang didistribusikan ke Jawa Tengah dan ke daerah lain. Fenomena ini menjadikan Jawa Tengah cukup rawan. Tahun ini trennya lebih meningkat. Bahkan semenjak adanya tol Trans Jawa, memudahkan distribusi narkoba dari Jakarta ke Jawa Tengah atau sebaliknya dari Surabaya ke Jawa Tengah.
Kasus narkoba di Jawa Tengah yang paling menonjol?
Paling menonjol dan rawan, masih Solo Raya. Kemudian Semarang trennya agak naik. Apalagi di Semarang, ada lembaga pemasyarakatan (Lapas) yang berisi bandar-bandar pindahan dari kota lain, seperti Jakarta maupun Kalimantan. Itu menjadikan Semarang sebagai pusat jaringan dan distribusi narkoba ke daerah lain.

Baca juga:  Hujan Deras di Semarang, Talut Warga Longsor

Bagaimana upaya BNNP melakukan pengendalian jaringan narkoba di Lapas?

Kami tangani pengendalinya. Belum pernah menangani yang langsung peredaran di dalam, karena bukan wilayah kami, sehingga tidak serta merta bisa. Kasus yang kami rilis, kebanyakan pengendalinya dari dalam Lapas. Makanya, kami sidik ulang.

Berapa jumlah tersangka kasus narkoba sampai sekarang?
Untuk tahun 2019 yang kami tangani ada 50 tersangka dan sedang kami proses hukum.

Ada keterlibatan pelajar?
Kalau pelajar tahun 2019 lalu, ada kasus ganja, ada anak di bawah umur. Anak orang Semarang. Kalau tahun 2020, belum ada. Kami masih melakukan pemetaan.

Langkah BNNP Jateng dalam memerangi narkoba?
Kami melakukan sinergitas dengan beberapa lembaga seperti Bea Cukai maupun pihak pelabuhan. Ini terkait dengan rute-rute antarpulau, misalnya dari Kalimantan masuk ke Jawa Tengah. Kan kemarin ada kasus itu juga. Kami perkuat kerjasama dengan Polda Jateng maupun lembaga lainnya

Baca juga:  Kaji Bantuan Penajaga Rumah Ibadah

Kurir yang melibatkan kaum perempuan?
Perempuan memang tidak begitu kelihatan sebagai pelaku kejahatan narkoba. Orang tidak begitu curiga, apalagi kalau dilihat dari sisi penampilan. Pernah kurir dari Aceh, naik pesawat pakai sandal, ternyata sandalnya berisi sabu. Jadi perempuan itu lebih mudah untuk dijadikan kurir. Selama tahun 2019, ada sekitar 3 atau 4 kasus.

Imbauan kepada masyarakat terkait narkoba?
Ini yang penting. Banyak kejahatan narkoba di lingkungannya, tapi tidak berani melapor atau mengambil tindakan. Baru melapor kalau kami melakukan upaya penindakan, tapi tidak mau menjadi saksi. Padahal petugas butuh dukungan masyarakat, jadi tidak bisa serta merta bergerak sendiri. Harapan kami masyarakat jangan takut melawan sindikat narkoba. Kalau di lingkungannya ada yang mencurigakan, ya harus dilaporkan. Harus lebih pro aktif. (*/ida)

Baca juga:  Sejumlah TPU Overload, Semarang Butuh Lahan Makam Baru

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya