alexametrics

Dongkrak Kesadaran Politik dan Partisipasi Pemilih

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG, – Pemkot Semarang melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) berupaya meningkatkan kuantitas dan kualitas partisipasi masyarakat dalam Pilkada tahun 2020. Mengingat Kota Semarang merupakan salah satu daerah yang akan menyelenggarakan Pilkada 2020.

“Saya berharap saat pilkada 2020 jangan golput, karena sejak 2008 tingkat partisipasi pemilih semakin meningkat,” ungkap Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, dalam acara bertajuk Pendidikan Politik dan Kewarganegaraan di hadapan tokoh dan ratusan warga di Kecamatan Genuk dan Pedurungan, Kamis (23/1).

Partisipasi pemilih Kota Semarang memang menunjukkan tren kenaikan dalam beberapa gelaran pemilu terakhir. Mulai dari Pilgub tahun 2018 dengan partisipasi sebesar 72.75 persen, hingga terakhir saat Pilpres dan Pileg 2019 lalu mencapai puncaknya hingga 81 persen warga Kota Semarang menggunakan hak pilihnya.

Baca juga:  Hidupkan Kembali Tradisi Kerja Bakti Minggu

“Memasuki Pilkada 2020 ini, perlu menjaga momentum partisipasi dan kesadaran politik warga agar penggunaan hak pilih pesta demokrasi tidak mengendur,” ujarnya.

Menurut Ita, sapaan akrab wakil wali kota, partisipasi pemilih menjadi penting karena tujuan akhirnya meningkatkan kesejahteraan warga sendiri. “Melalui Pilkada, wali kota bersama dengan jajaran pemerintah akan bekerja untuk kesejahteraan warga, bukan untuk pribadi,” ungkap Ita.

Hal ini ia tunjukkan dengan capaian perkembangan dan kemajuan Kota Semarang dalam berbagai sektor dewasa ini. Melalui Pilwalkot, warga dapat menentukan pilihan politiknya kepada salah satu calon dengan melihat visi misi maupun kinerjanya. Karena warga memiliki hak untuk menentukan masa depan dan kehidupan kesejahteraannya. “Pada pesta demokrasi 2020, panjenengan bisa memilah dan memilih bahwa Pilkada itu untuk memberikan kesejahteraan,” tandasnya.

Baca juga:  Begini Prosedur Isi Ulang Oksigen Gratis yang Disediakan Pemkot Semarang

Ita juga menekankan pentingnya kewaspadaan akan miss informasi maupun hoaks yang berkembang di tengah masyarakat. “Jangan terprovokasi hoaks, karena nanti pada saat sudah penetapan calon, hoaks itu pasti bertebaran.” ungkapnya.

Menurutnya, pasti akan ada pihak-pihak yang saling memprovokasi baik karena alasan ketidaksukaan ataupun memang berniat memecah belah. “Sehingga panjenengan mesti harus melihat, merasakan dan menyerapi informasi-informasi yang terpercaya, kinerja apa yang telah dilakukan Pemerintah Kota Semarang.” pungkasnya. (*/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya