alexametrics

Pasar Properti Lesu, Penjualan Turun Drastis

Transaksi Property Expo Semarang Hanya Rp 23 M

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG, -Penjualan rumah pada pameran Property Expo Semarang Januari 2020 ini, mampu menghasilkan transaksi Rp 23 miliar atau sekitar 17 unit. Namun hasil transaksi ini mengalami pelambatan di banding periode yang sama tahun 2019 yang mencapai 44 unit dengan nilai transaksi Rp 44 miliar.(TYA/JAWA POS RADAR SEMARANG).

Wakil Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng Bidang Pertanahan, Wibowo Tedjo Sukmono mengatakan bahwa penjualan pameran kali ini masih didominasi oleh rumah tipe menengah ke bawah dengan kisaran harga di bawah Rp 750 jutaan. Sedangkan omzet yang diperoleh memang lebih sedikit, namun potensi penjualan tahun ini jauh lebih baik dari 2019.
Menurutnya, kondisi politik dan makro ekonomi Indonesia yang mulai stabil akan membuat bisnis properti tumbuh lebih baik. Kemudian, pasca pameran pihaknya juga akan melakukan follow up secara terus menerus agar pembeli yang sebelumnya tertarik bisa segera melakukan akad pembelian.
“Saya merasakan tahun ini akan jauh lebih baik dari sebelumnya. Tahun ini, suhu politik lebih stabil. Selain itu, kondisi makro ekonomi juga sama,” ujarnya di sela sela pentupan pameran kemarin.
Awal tahun ini, menjadi momen yang pas bagi masyarakat untuk segera membeli rumah. Pasalnya, harga yang ada dipastikan akan naik sekitar Februari-Maret mendatang. Lagipula suku bunga KPR juga rendah yakni di kisaran 6–7 persen yang disediakan oleh bank juga menjadi peluang untuk memiliki rumah idaman keluarga. “Kenaikan suku bunga bank biasanya akan terjadi di Februari–Maret 2020 dengan kisaran kenaikan antara 5–10 persen,” ujarnya.
Sedangkan perkembangan properti di Jawa Tengah terus bergeliat seiring banyaknya industri yang pindah ke provinsi ini. Kebutuhan rumah di sekitar industri pun semakin meningkat. Beberapa sudah melakukan pengembangan properti yang sangat potensial antara lain di Jepara, Klaten, Boyolali, Bawen, kemudian Kendal sekitar KIK (Kawasan Industri Kendal). Perkembangan ini merupakan dampak dari multi player effect industri yang berkembang di Jawa Tengah. (tya/ida)

Baca juga:  Pengelolaan Aset di DKI Perlu Dievaluasi

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya