alexametrics

Ada Aliran Dana Rp 1,4 M di Rekening ‘Raja’ Totok

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG, – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jateng terus melakukan penyelidikan terhadap tersangka raja abal-abal, Totok Santoso. Perkembangan terbaru dari hasil penyelidikan Raja Keraton Agung Sejagat ini ditemukan adanya aliran dana sebesar Rp 1,4 miliar ke rekening Totok.(ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG).

“Saya lihat tanggal 13 Desember 2019 ada uang masuk sekitar Rp 1,4 miliar. Kalau soal itu, dia (Totok) agak alot (saat dimintai keterangan). Jadi, (begitu uang) masuk langsung ambil,” ungkap Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Pol Budi Haryanto saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang di Mapolda Jateng, Selasa (21/1).

Pihaknya menegaskan, kepolisian akan terus mendalami aliran uang ke rekening Totok yang masuk pada 13 Desember 2019. Budi menyebutkan, sampai saat ini diketahui aliran uang itu dari satu account.

“Ini perlu pendalaman lagi, akan kita telusuri dari mana uang itu sebenarnya,” katanya.

Terkait kabar adanya kaitan Totok memiliki utang Rp 1,3 miliar saat di Jakarta, Budi menyampaikan belum ada kaitan. Alasannya, karena aliran dana tersebut akhir 2019. Sedangkan utang yang disebut sudah beberapa tahun lalu.

Baca juga:  Kayu Olahan Komoditi Ekspor Terbesar Sepanjang 2020

“Sampai sekarang yang merasa diutangi belum ke kita. Misalnya, punya utang bank di Jakarta, kan tahu dia di sini, harusnya (pihak bank) ke sini. Utangnya kan lama, yang ini tanggal 13 Desember. Kalau utang sudah tahun berapa itu?” jelasnya.

Budi Haryanto juga mengatakan masih terus melakukan penyelidikan dan penanganan penyidikan terhadap Totok Santoso dan Ratu Fanny Aminadia. Totok sendiri telah mengakui perbuatannya tersebut hanyalah sebuah khayalan.

Sementara saat ditanya adanya dugaan janin di rumah kontrakan di Godean, Sleman, Jogjakarta, Fanny justru menangis. “Penyidik sempat menanyakan soal itu, tapi nangis kalau ditanya itu. Itu apakah keguguran atau tidak belum tahu, kita tidak mengarah ke sana, TKP nya Jogja,” katanya.

Meski demikian, Budi mengatakan memang ditemukan dalam kendil itu masih berupa gumpalan daging, dan pembantunya mengatakan itu dari si Fanny. Terkait pemeriksaan oleh psikolog, pihaknya mengatakan akan diperiksa oleh psikiatri. “Psikolog lebih ke perilaku, kalau psikiatri ke kejiwaan,” ujarnya.

Baca juga:  Kirab Dewa Bumi, Singgahi semua Kelenteng

Terpisah, ‘Raja’ Keraton Agung Sejagat, Totok Santosa meminta maaf kepada publik terkait kegiatannya membangun kerajaan dan menimbulkan keresahan. Bahkan dia mengaku kalau Keraton Agung Sejagat hanya khayalan.

Didampingi kuasa hukumnya, Totok menyampaikan tiga poin permintaan maaf. Poin pertama menyatakan jika Keraton Agung Sejagat fiktif.

“Saya mohon maaf. Satu, Keraton Agung Sejagat yang saya dirikan itu fiktif. Kedua, membuat janji dengan pengikut saya juga fiktif. Ketiga, membuat resah khususnya masyarakat Purworejo dan masyarakat pada umumnya, terima kasih,” katanya di ruang Dirkrimum Polda Jateng.

Totok juga mengakui dia tidak ada hubungan dengan kerajaan atau keraton manapun. Namun demikian, Totok enggan berkomentar terkait hal lainnya, karena menurutnya sudah masuk teknis penyidikan.

“Kita tidak ada hubungan dengan keraton manapun, sudah dijelaskan Keraton Agung Sejagat itu fiktif,” tegasnya.

Ia juga mengatakan akan mengikuti proses hukum. Pihaknya menyebut permintaan maaf tersebut juga mewakili tersangka Fanny Aminadia atau ‘Ratu’ Keraton Agung Sejagat.

Baca juga:  Sediakan Dropbox Sampah Infeksius untuk Pasien Isoman

“Saya rasa untuk selanjutnya saya serahkan kepada proses hukum yang berjalan, saya tidak mau berkomentar banyak saat ini. Saya menyesal,” katanya.

Kuasa hukum Totok, Muhammad Sofyan, mengatakan, kliennya tidak bisa menjawab lebih lanjut karena sudah masuk materi penyidikan. Saat ini penyidikan masih berlangsung. “Sudah menyangkut materi, Pak Totok tidak bisa menjawab lebih lanjut,” ujarnya.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna mengatakan, tersangka Totok telah mengakui perbuatannya, dan hanya berimajinasi atau yang lebih tren sekarang ini disebut ‘halu’. “Sudah mengaku bersalah, dan yang dikatakan dapat wangsit itu hanya khayalan,” ungkapnya.

Iskandar juga menyampaikan fakta baru yang terungkap. Salah satunya soal keberadaan batu prasasti yang ditemukan dari lokasi yang disebut sebagai kerajaan. “Dia (Totok) mengatakan ada dua prasasti di Jateng, yakni Purworejo dan Klaten. Di Klaten ditemukan batu prasasti yang dibuat sendiri, bukan temuan. Batu dari gunung dibuat sendiri. Darimana gambarnya? Dapat dari Google. Dibuat seakan temuan bersejarah,” katanya. (mha/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya