alexametrics

Jateng Belum Terbebas Antraks

KESEHATAN

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG, – Pemantauan dan pemeriksaan hewan di Jawa Tengah diintensifkan. Utamanya di daerah yang bersinggungan dengan daerah Gunungkidul, Jogjakarta, menyusul wabah antraks yang menyebar di daerah tersebut.                                                                                       Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah Lalu          M.Syafriadi mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogori dan Klaten untuk melakukan pemantauan dan pemeriksaan terhadap hewan ternak. Tidak hanya itu, satuan tugas juga dibentuk untuk mencegah penyebaran penyakit ini di Jateng.
”Kami juga melakukan vaksinasi di daerah-daerah yang terancam. Utamanya, daerah-daerah yang sebelumnya mendapat pasokan hewan ternak dari wilayah Gunungkidul,” ujarnya dengan menambahkan bahwa vaksinasi sebenarnya sudah dilakukan tiap tahun di daerah yang teridentifikasi antraks.
Tidak kalah penting, ia katakan, pengawasan lalu lintas ternak ke Jateng juga diperketat. Dalam hal ini, pihaknya meminta peternak untuk segera melaporkan ketika menemui gejala ternak terkena antraks. ”Kami juga melakukan edukasi kepada masyarakat melalui program KIE. Komunikasi, Informasi dan Edukasi tentang penyakit menular,” ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jateng Yulianto Prabowo menjelaskan bahwa antraks merupakan penyakit yang penularannya terjadi dari hewan kepada manusia. Penularannya dapat melalui kontak kulit, pencernaan dan pernafasan. ”Biasanya dari sapi atau kambing. Kalau dikonsumsi, kumannya akan menyerang saluran pencernaan,” ujarnya menjelaskan.
”Kalau kontak langsung dengan kulit, jadinya antraks kulit,” timpalnya dengan menambahkan bahwa penyakit ini dapat berujung pada kematian dan pernah juga ada kasus kematian karena antraks di Jawa Tengah.
Yulianto mengingatkan, masyarakat perlu ekstra waspada dengan hewan ternak yang terinfeksi antraks. Sebab secara geografis Jateng memang belum terbebas dari penyakit ini. Terlebih dengan banyaknya populasi hewan ternak yang tersebar di beberapa daerah di provinsi ini.
Ia tambahkan, pemeriksaan hewan ternak ke Jateng memang perlu dilakukan secara ketat. Terutama pada hewan yang didatangkan dari daerah endemis. Untuk mencegah penyebaran penyakit antraks ini, kesehatan hewan harus terus diawasi. ”Kalau memang ada yang terindikasi positif, maka harus dimusnahkan,” terangnya. (sga/ida)

Baca juga:  Polda Jateng Siagakan Ratusan Personel

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya