alexametrics

Pergoki Pencurian, Siswi SD Dibekap

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG,- Radar Semarang – Iwan Dewantara, 26, warga Bawak, Cawas, Klaten berjalan tertatih-tatih akibat luka tembak di kaki kanannya. Luka itu hadiah tindakan tegas polisi karena perbuatannya melakukan dugaan tindak pidana percobaan pencurian dengan kekerasan di sebuah rumah di Jalan Medoho Indah, Kelurahan Pandean Lamper Kecamatan Gayamsari, Jumat (17/1) sekitar pukul 02.30.(ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Tindakan tegas tersebut dilakukan saat Iwan ditangkap Unit Reskrim Polrestabes Semarang di sebuah rumah kontrakan di daerah Jalan Medoho 1, Kecamatan Gayamsari, pasca kejadian atau kurang lebih 10 jam, Jumat (17/1) sekitar pukul 12.00. Selanjutnya, pria yang bekerja sebagai buruh harian lepas ini digelandang ke Mapolrestabes Semarang, guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Tim Opsnal Resmob Satreskrim Polrestabes Semarang berhasil mengungkap dan menangkap pelaku percobaan pencurian dan kekerasan tersebut. Ya, terhadap pelaku kita tindak tegas. Artinya, perbuatan tersangka ini tidak bisa kita toleransi, ini aksi yang sangat tidak terpuji,” ungkap tegas Kapolrestabes Semarang Kombes Auliansyah Lubis saat di Mapolrestabes Semarang, kemarin.

Baca juga:  Manfaatkan Kayu dan Bambu yang Kotori Laut Tambaklorok

“Akibat perbuatan tersangka ini, ada korban anak berusia 7 tahun berinisial AK yang masih duduk di bangku SD kelas 2. Korban dilukai oleh tersangka, dan mengalami luka gores atau sayatan senjata tajam di bagian tangannya,” lanjutnya.

Tersangka melakukan aksi kejahatan seorang diri dengan berbekal obeng. Auliansyah menjelaskan, tersangka keluar dari rumah kos sekitar pukul 02.30. Kemudian mencari sasaran, akhirnya dipilih rumah yang dihuni oleh keluarga Ibnu Saputro. Tersangka masuk ke dalam rumah dengan cara mencongkel kaca jendela nako bagian depan dengan obeng. Setelah berhasil masuk rumah, tersangka langsung membuka kunci pintu bagian depan yang kebetulan menempel. Maksud tersangka adalah untuk persiapan melarikan diri nantinya.

Baca juga:  Mulung Parahita Ajak Kelola Sampah dari Rumah

“Setelah itu tersangka masuk di kamar depan yang ditempati oleh korban (AK). Namun aksinya dipergoki oleh korban, yang mendengar dan melihat seorang laki-laki tak dikenal masuk ke dalam rumah dengan cara melompat dari jendela,” bebernya.

Karena panik, tersangka langsung membekap korban. Lalu, korban dibopong menuju kamar mandi di bagian belakang rumah sembari mengambil pisau dapur. Di sini, korban dipaksa oleh tersangka untuk menunjukkan barang berharga milik orangtuanya.

“Korban berupaya melepaskan diri. Saat itulah tersangka melukai korban. Orangtua korban di dalam rumah terbangun setelah mendengar suara teriakan korban yang mengalami luka. Tersangka bergegas kabur. Sempat dikejar, tapi gak kena,” katanya.

Selanjutnya, kejadian itu dilaporkan ke Mapolsek Gayamsari, dan langsung ditindaklanjuti petugas. Unit Inafis Polrestabes Semarang mendatangi lokasi melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) sebagai bahan penyelidikan. Tanpa kesulitan, tersangka akhirnya ditangkap di kamar kosnya, tidak jauh dari TKP. Sebab, tersangka sempat terekam CCTV yang dipasang Pemkot Semarang. “Beberapa barang bukti yang diamankan obeng dan pisau, serta tas milik pelaku. Juga rekaman CCTV,” ujarnya.

Baca juga:  Diterjang Banjir, Jembatan Penghubung Rusak Parah

Hingga kemarin, tersangka masih mendekam di sel tahanan Mapolrestabes Semarang. Ia akan dijerat pasal 53 KUHP jo 365 KUHP tentang tindak pidana percobaan pencurian dengan kekerasan. Ancaman hukumannya 8 tahun penjara.

Tersangka Iwan mengaku tak berniat melukai korban. Namun korban yang terus meronta dan berteriak, membuatnya panik dan khawatir orangtuanya bangun. “Takut bapak ibunya bangun. Sebelumnya sudah tiga kali (mencuri), mencarinya (sasaran) acak, sekitar pukul 02.00-03.00 pas orangnya tidur. Yang diambil emas dan handphone, hasilnya untuk kebutuhan sehari-hari,” katanya. (mha/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya