alexametrics

Tiga Anggota Ormas Keroyok Security Mall

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Tiga anggota organisasi masyarakat (ormas) diamankan unit Reskrim Polsek Semarang Tengah, karena melakukan pengeroyokan. Korbannya security mall bernama Oki Tris Setyawan,21, waarga Kendal.

Sementara pelakunya adalah Amri, 33, Irawan dan Adi Putra, 22. Mereka adalah warga Bustaman dan Sumeneban, Kecamatan Semarang Tengah. Pengeroyokan ini dilatarbelakangi pelaku tak terima dengan perkataan korban yang melerai main hakim terhadap seorang pencuri. Kejadiannya di sekitaran mall, persisnya depan Donat Unyil, Semarang Tengah pada Rabu (1/1) sekitar pukul 03.00.

Korban mengalami luka memar dan luka robek di kepala, bibir dan pipinya. Sedangkan kejadian pengeroyokan diawali ketika tiga pelaku yang merupakan anggota ormas ini sedang berkumpul melakukan perayaan pesta malam pergantian tahun baru 2020.

Baca juga:  Danramil di Kota Semarang dapat Mobil Dinas Hibah dari Pemkot

“Kemudian ada teriakan maling-maling, kita mau membantu. Tapi (korban berkata) yang berhak (menangani maling) pihak security. Saya tersinggung,” ungkap pelaku Amri, di depan Kapolsek Semarang Tengah Kompol Didi Dewantoro, saat gelar perkara Kamis (16/1).

Dari kata-kata tersebut, akhirnya terjadi cekcok mulut hingga berujung pengeroyokan. Korban dikeroyok hingga tersungkur. Sementara alat kopel korban yang jatuh kemudian langsung diambil pelaku dan dipukulkan ke tubuh korban. Setelah itu, pelaku meninggalkan korban. Pihak korban yang tidak terima kemudian melapor ke Polsek Semarang Tengah.

“Pada saat melakukan pengeroyokan ini memang pelaku dalam kondisi terpengaruh minuman beralkohol. Jadi ada kesalahpahaman antara pelaku ini dengan security akhirnya terjadi pengeroyokan bersama-sama,” ujar Didi Dewantoro.

Baca juga:  Akan Bangun Trem, Pemkot Semarang Belajar dari Bulgaria

Didi menambahkan, pada saat kejadian memang korban bersama rekannya sedang di tempat kerja. Saat beraktivitas, tiba-tiba mendengar teriakan adanya pencuri di mall dan langsung dilakukan penangkapan. Sejumlah anggota Ormas yang kebetulan sedang berkumpul di sekitaran lokasi kejadian langsung berdatangan. Justru yang terjadi pengeroyokan terhadap korban.

“Setelah kita lakukan pemeriksaan saksi dan melihat alat bantu CCTV, kita mendapatkan oknum ormas yang diduga melakukan penganiyaan terhadap korban. Hingga akhirnya kita lakukan penangkapan terhadap tiga orang,” pungkasnya.

Sampai sekarang, pelaku masih mendekam di ruang tahanan Mapolsek Semarang Tengah, untuk diproses hukum selanjutnya. Akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal 170 KUHP terkait pengeroyokan dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun 6 bulan kurungan penjara. (mha/zal)

Baca juga:  Garuda Gerakkan Semua Elemen, Jaga Kondusif Solo

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya