alexametrics

KAS juga Dirikan Kerajaan di Klaten dan Lampung; Ada yang Setor Rp110 Juta

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID –Kasus Raja dan Ratu abal-abal dari Keraton Agung Sejagat di Desa Pogung Jurutengah RT 03 RW 01 Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo terus didalami penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jateng. Dari pengembangan penyidikan, Totok Santoso Hadiningrat yang mengaku sebagai raja ternyata juga memiliki kerajaan di Klaten dan Lampung.

“Hasil dari interogasi sementara, ada beberapa daerah yang akan kami dalami, yakni di Klaten, Jogjakarta, termasuk Lampung. Namanya sama, Kerajaan Keraton Agung Sejagat, rajanya juga sama, Totok Santoso. Tapi dari pengakuan pengikutnya tidak sebanyak di Purworejo,” ungkap Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Triana Sutisna kepada Jawa Pos Radar Semarang di Mapolda Jateng, Kamis (16/1).

Anggota keraton abal-abal yang berada di wilayah Purworejo, lanjut Iskandar, lebih banyak dibanding di Klaten dan tempat lainnya. Anggota dari berbagai latar belakang mencapai sekitar 450 orang. Mereka yang menjadi anggota harus memberikan iuran kepada kerajaan meski uang yang didapatkan dengan menjual hewan ternak, bahkan tanah.

“Saya lihat dari pemberkasan ada saksi yang mengatakan sudah mengeluarkan uang sampai Rp 110 juta. Kalau kemarin kita lihat hanya sampai Rp 30 juta. Dan mereka juga belum pernah mendapat upah atau gaji seperti yang dijanjikan dalam bentuk Dolar dan cukup tinggi,” tegasnya.

Ditanya total dana yang diperoleh Totok dari hasil dugaan penipuan ini, Iskandar mengatakan telah menyita sejumlah buku tabungan, termasuk atas nama kerajaan. Namun jumlah secara pastinya, Iskandar mengatakan masih dalam penghitungan.

Baca juga:  Pemprov Siapkan Rp 23 Miliar bagi Korban Puting Beliung

“Dari keuangan itu masih diperiksa lagi, dihitung kembali. Buku tabungan yang disita juga banyak. Tapi yang atas nama kerajaan hanya ada satu. Isinya sekitar Rp 20 jutaan. Kalau uang cash yang disita sekitar Rp 18,2 juta,” bebernya.

“Saya rasa tidak mungkin dilakukan berdua, mengumpulkan uang, melakukan perekrutan dengan jumlah anggota yang cukup banyak. Nanti akan kita telusuri, apakah ada orang lain selain dua orang ini,” lanjutnya.

Iskandar menyampaikan, kasus ini terus dilakukan penyelidikan. Bahkan, kontrakan tempat tinggal Totok Santoso di Jogjakarta juga telah dilakukan penggeledahan. Sedangkan jumlah saksi yang sebelumnya dimintai keterangan sebanyak 15 orang, sekarang juga telah bertambah.

“Saksi bertambah, sekarang menjadi 18 orang, termasuk penasehat kerajaan juga sedang dalam pemeriksaan. Saksi ini ada yang mengaku ditipu, dan ada yang mengaku resah dengan adanya kerajaan ini,” katanya.

Terkait mereka yang menjadi anggota kerajaan sesat ini, Iskandar mengatakan mereka juga menjadi korban dan saksi. Saat ini juga masih ada yang dimintai keterangan untuk bahan penyelidikan.

“Mereka juga menyesal dan baru sadar bahwa ini tidak benar. Untuk sementara ini pelaku yang perempuan (Fanni Aminadia) segera dipindahkan ke lapas wanita, dan yang laki-laki tetap di Polda Jateng untuk dilakukan pendalaman,” katanya.

Baca juga:  Tebarkan Kebaikan di Hari Raya Galungan

Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Pol Budi Haryanto mengatakan, keterangan yang diperoleh dalam penyidikan, Raja dan Ratu tersebut bukan pasangan suami istri yang sah. Meski dalam pemeriksaan awal keduanya mengaku pasangan suami istri, namun tak bisa menunjukkan dokumen.

“Pengakuan Raja dan Ratu itu mereka bertemu tahun 2015, terus mereka disahkan bukan secara agama atau negara. Secara adat baru dua tahun lalu,” jelasnya.

“Saya tanya kepada mereka, surat kawinnya ada? Enggak ada. Tapi mereka menganggap sah. Karena kan namanya kepercayaan,” lanjutnya.

Meski demikian, Budi juga enggan menyebut keduanya melakukan kawin siri. Alasannya, status Totok Santoso masih belum kawin alias lajang. Sementara Fanni Aminadia sendiri adalah ibu dengan dua anak. Namun, pihaknya masih memastikan Fanni dicerai atau meninggalkan suaminya.

Pihaknya menegaskan, Polda Jateng telah bergerak cepat dalam mengungkap kasus penipuan berkedok Keraton Agung Sejagat di Purworejo. Menurut Budi, langkah cepat ini dilakukan guna meminimalkan bertambahnya korban. Langkah cepat ini juga atas perintah langsung Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel.

“Begitu ramai, bapak (Kapolda) perintahkan saya untuk cek kebenarannya. Termasuk yang kemarin bapak sampaikan kita koordinasi dengan ahlinya di Undip,” ujarnya.

Hasil pemeriksaan intensif, diketahui Totok Santoso dan Fanni Aminadia, sudah menyiapkan skenario Kerajaan Keraton Agung Sejagat sejak 2 tahun lalu, yakni pada 2018. Informasi yang telah beredar, sebelum di Purworejo, keduanya bertempat tinggal di sebuah rumah kontrakan di Dusun Berjo Kulon RT 5 RW 4, Desa Sidoluhur, Godean, Sleman, Jogjakarta sejak 2018.

Baca juga:  Waspada, Rumput Ilalang Masih Jadi yang Tertinggi Penyebab Kebakaran

Awalnya, rumah tinggalnya tersebut dikontrak oleh anak buahnya. Kemudian disusul Totok dan permaisurinya. Bahkan, salah satu bangunan rumah tersebut sempat dibuka usaha angkringan. Selain itu, juga pernah melakukan kirab pengantin nikahan anggota Totok yang tinggal di kontrakan di Godean tersebut.

Sedangkan saat akan ditangkap, Budi mengatakan keduanya sedang dalam perjalanan menuju ke Purworejo dari kediaman Totok di Godean, Sleman, Jogjakarta. Setelah penangkapan, keduanya sempat menjalani pemeriksaan di Polres Purworejo, sebelum dibawa ke Mapolda Jateng dan ditetapkan sebagai tersangka.

“Sempat melawan. Si Rajanya itu bilang salah saya apa? Salahnya di mana? Begitu dibaca surat penangkapannya, akhirnya bersedia. Selanjutnya dibawa ke Polres Purworejo untuk pemeriksaan,” katanya.

Sementara itu, perkembangan terbaru ditemukan cabang Kerajaan Agung Sejagat di Kabupaten Klaten. Di tempat itu, Kerajaan Agung Sejagat dipimpin oleh seorang Maha Menteri Keraton Agung Sejagat, yakni Wiwik, warga Desa Brajan,Kecamatan Prambanan, Klaten. Pengikutnya berjumlah 28 orang. “Di sana sudah ada batu prasasti, tempat pertemuan, dan papan nama,” katanya. (mha/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya