alexametrics

Satpol PP Keder, Penertiban Batal

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID SEMARANG – Ratusan personel Satpol PP sudah dikerahkan. Namun penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) eks Pasar Waru atau Pasar Kemijen, Jumat (3/1), kembali batal. Setelah melakukan negosiasi, Dinas Perdagangan Kota Semarang memberikan tenggat waktu maksimal hingga 15 Februari 2020. Dalam penertiban itu, pedagang didampingi ratusan anggota Pemuda Pancasila berseragam lengkap. Diduga hal ini yang membuat Satpol PP keder.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang Fajar Purwoto menuturkan, penundaan penertiban sebagai bentuk menciptakan awal tahun yang kondusif. Rencananya, Satpol PP akan menertibkan pedagang hari ini (kemarin).“Namun, para pedagang menggandeng teman-teman dari Pemuda Pancasila untuk meminta waktu. Prinsipnya, para pedagang siap pindah ke Pasar Rejomulyo Baru,” tuturnya, Jumat (3/1).

Baca juga:  Semarang Night Carnival 2022 Digelar Hybrid

Fajar menegaskan, tanggal 17 Februari 2020 eks Pasar Waru sudah harus bersih dari PKL. Dalam negosiasinya, pihaknya memberikan kesempatan pedagang untuk pindah sendiri ke tempat yang telah disiapkan oleh Pemkot Semarang. “Tanggal 17 Februari 2020 saya pastikan tempat ini sudah bersih. Kita kasih kesempatan para pedagang untuk pindah sendiri,” tegas mantan Kepala Dinas Perdagangan ini.

Penertiban eks Pasar Waru berkaitan dengan proyek Banjir Kanal Timur. “Selain itu, penertiban juga atas permintaan warga sekitar yang resah dengan keberadaan lapak-lapak liar,” tandasnya.

Salah seorang pedagang ayam potong, Efendi mengaku sudah disurati untuk pindah. Hanya saja, saat itu belum disediakan tempat. “Bukan berarti kita tidak mau pindah. Karena ini urusannya dengan perut 98 pedagang, kami minta diberikan tempat,” katanya.

Baca juga:  Satu Orang Tewas Terjebak Kebakaran di Semarang Timur

Meski diberi tenggat waktu hingga 15 Februari 2020, para pedagang merasa keberatan. Lebaran menjadi alasan mereka enggan pindah. “Kita sebetulnya tadi minta waktu sampai Lebaran, tapi hanya dikasih waktu sampai 15 Februari, ya mau tidak mau (pindah), ini aturan,” ujar Efendi.

Untuk menjamin keberlangsugan para pedagang di Rejomulyo Baru, Dinas Perdagangan Kota Semarang akan membebaskan restribtusi selama enam bulan. “Tapi jika dirasa belum memungkinkan, akan kita bicarakan lebih lanjut,” tandas Rohis, perwakilan dari Dinas Perdagangan. (avi/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya