alexametrics

Gaet Wisatawan, BPPD Akan Hadirkan Blogger dan Youtuber

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Jawa Tengah mulai menggiatkan pariwisata melalui influencer. Hal tersebut dirasa efektif untuk mempengaruhi masyarakat berkunjung ke Jawa Tengah.

Ketua BPPD Jateng Sugeng Sugiantoro menuturkan bahwa sudah saatnya Jateng mengikuti perkembangan zaman dalam promosi pariwisatanya. Salah satunya dengan menggunakan publik figure seperti Blogger, Youtuber ataupun influencer. Dirinya menilai hal tersebut dapat mempengaruhi orang untuk dapat berkunjung ke destinasi wisata yang dikunjungi oleh mereka.

“Mereka itu biasanya memiliki pengikut yang banyak. Bayangkan saja dengan menggaet mereka, berapa pengikutnya yang tertarik untuk mengunjungi tempat yang sama dengan sang idola,” ujarnya.

Selain itu, langkah tersebut juga lebih efektif dibanding promosi yang dilakukan oleh instansi resmi. Sebab influencer memiliki akses masuk ke komunitas dengan massa yang banyak. Maka dari itu, pihaknya mulai mendorong tempat wisata untuk terbuka menerima influencer agar dapat menceritakan potensi wisata yang ditawarkan daerah tersebut. “Dengan memfasilitasi para influencer, akan terbantu mempromosikan pariwisata dengan cerita dan ulasan dalam platform masing-masing,” lanjutnya.

Baca juga:  Lie King Nam, Rogoh Kocek Pribadi, Bangun Padepokan Kunfu di Semarang

Sementara itu, Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia Jateng Benk Mintosih setuju dengan gagasan tersebut. Menurutnya, saat ini kebanyakan generasi milenial mengunjungi tempat wisata karena melihat unggahan para infuencer. Dengan permainan konten dan judul, para influencer dapat menarik para pengikutnya untuk merasakan hal yang sama. “Realitasnya saat ini tinggal upload di Youtube, dikasih judul yang menarik, besoknya banyak tempat orang yang berkunjung ke wisata tersebut,” ujarnya.

Meski begitu, pihaknya tetap mengingatkan perlu adanya kerja bersama seluruh pihak untuk memajukan pariwisata. Sehingga terdapat kesinambungan antara masyarakat dan pemerintah sebagai pengelola dan pelaku industri pariwisata serta media sebagai media promosi. “Tidak bisa influencer kerja sendiri. Perlu adanya dukungan pemerintah dan kesadaran masyarakat dalam mengembangkan potensi wisata tersebut,” pungkasnya. (akm/ida)

Baca juga:  Daringan Kesongo Culture, Padukan Wisata Kuliner, Edukasi, dan Air

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya