alexametrics

Batik Warna Netral Lebih Disukai Konsumen, Sisi Mana yang Menarik?

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG — Variasi model batik hasil inovasi toko Benang Ratu Ngesrep Kota Semarang, turut mendongkrak penjualan selama 2019. Ragam model tersebut menarik minat konsumen baik dalam Kota Semarang dan Provinsi Jateng maupun daerah lainnya.

Menariknya, konsumen kebanyakan datang secara berombongan. Tak hanya membeli baju atau busana batik, tapi juga membeli suvenir. “Selama akhir 2019, kami membukukan peningkatan hingga 50 persen,” kata Store Manager Benang Ratu Apriyana, Selasa (31/12).

Bahkan, katanya, produk terbaru yang siap menggeber 2020 adalah batik kombinasi mascreb, batik tenun kombinasi dengan lain, model lurik kombinasi batik lain, batik cap dengan model Shanghai untuk perayaan Imlek. “Selain model tersebut, model lama masih banyak diminati, seperti model kupu baru dan motif Jawa lama seperti Kawung dan parang,” tambahnya.

Baca juga:  Karyawan BRT Pakai Baju Muslim

Sedangkan motif merak yang dikombinasi dengan kain polos, diakuinya, agar model batik tidak monoton, meski warnanya terbilang vintage. Bahkan, indigo warna sogan lebih diminati konsumen. “Artinya, warna netral lebih banyak disukai konsumen yang memang sengaja menghindari warna yang ngejreng,” tuturnya.

Sedangkan untuk acara spesial Imlek, lebih pada kombinasi warna merah dan gold. Warna tersebut memang merupakan warna atau simbol keberuntungan. Bahkan ada yang hanya atasan saja dengan kopel. Pada 2020, batik lebih ke motif Merak, Kawung dan Lurik yang diperbanyak.

“Ini rancangan sendiri. Selain kombinasi, model busana rok terusan ada, atasan lengan panjang ada, hem kemeja pendek ada, semuanya ada. Bahkan ada model gamis terbaru dengan motif bunga-bunga, hewan dan pyur batik Kawung serta Cawang,” jelasnya.

Baca juga:  Angkat Eksistensi Batik Demak

Apriyana mengaku awal 2020 ini meluncurkan 50 model terbaru yang akan dipajang. Bahkan, tidak tertutup kemungkinan akan bertambah seiring dengan permintaan pembeli. “Kisaran harga yang kami bandrol cukup terjangkau. Untuk baju cewek harganya mulai dari Rp 30 ribu sampai dengan Rp 80 ribu. Hem mulai dari Rp 35 ribu sampai dengan Rp 169 ribu dan batik printing halus dengan harga Rp 1.1 juta,” katanya. (hid/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya