alexametrics

Pintu Sopir Bus di Kanan, Ditilang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Dinas Perhubungan Kota Semarang dan Satlantas Polrestabes Semarang masih menemukan pengusaha bus yang melanggar Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 29/2015 di Kota Semarang.

Dalam Permenhub tersebut mengatur tentang standar pelayanan minimum bus, terutama pelarangan pintu sopir bus di sebelah kanan dan tentang pintu darurat. Kenyataan di lapangan, masih banyak bus yang menggunakan pintu kanan. Ada pula pintu darurat yang terhalang kursi hingga tidak bisa dibuka.

“Aturan tentang pintu kanan sopir dan pintu darurat sudah ada dalam Permenhub. Namun banyak yang masih melanggar, kita sosialisasikan kembali kepada para sopir bus,” jelas Kepala Bidang Angkutan Dishub Kota Semarang Dede Bambang Hartono usai melakukan ramp check di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) dan Kelenteng Sam Poo Kong, Selasa (31/12) siang.

Baca juga:  Siapkan Rekayasa Lalin dan Kantong Parkir

Pantauan koran ini, ada 12 armada bus wisata yang diperiksa oleh petugas gabungan. Pelanggaran yang ditemukan paling banyak yakni, pintu sopir di sebelah kanan yang masih bisa dibuka, dan pintu darurat yang terhalang kursi.

“Kalau ada kursi kan nggak bisa dibuka atau susah dibuka jika terjadi kecelakaan. Sementara di MAJT ada dua bus. Satu di antaranya kami tilang karena kartu pengawasannya sudah kedaluwarsa,” katanya.

Selama Desember ini, Dishub dan Satlantas Polrestabes Semarang melakukan sidak ramp check. Total ada lima unit bus yang terpaksa ditilang karena melanggar aturan. Misalnya, kelengkapan STNK, SIM dan KIR yang kedaluwarsa. “Total bulan ini ada lima unit yang ditilang,” ujarnya.

Baca juga:  Desainer BBPLK Semarang Tembus Paris

Ke depan, lanjut Dede, sidak akan rutin dilakukan untuk bus wisata ataupun bus angkutan di Kota Semarang. Terkait temuan yang ada di lapangan, Dishub Kota Semarang akan mengirim surat rekomendasi kepada Kementerian Perhubungan untuk memberikan surat edaran atau imbauan kepada pengusaha bus untuk menutup pintu sopir dan terkait pintu darurat.

“Kami akan berikan surat rekomendasi. Wewenang sosialisasi kepada pengusaha bus ada di Kementerian. Harapannya, tentu pengusaha bisa mematuhi aturan yang ada,” harapnya.

Kasi Angkutan Orang Dalam Trayek Dishub Kota Semarang Mulyadi menjelaskan, dalam kegiatan tersebut sengaja dilakukan sebagai upaya menekan angka kecelakaan yang diakibatkan oleh masalah teknis. “Misalnya kondisi ban, lampu, klakson, fungsi pintu dan lainnya,” katanya.

Baca juga:  Pecah Kepadatan Lalin di Pusat Kota, Perbanyak Rambu dan Petunjuk Jalur Alterantif

Kanit Patwal Polrestabes Kota Semarang Iptu Rony Hidayat menerangkan, fungsi untuk menutup pintu sopir sebelah kanan, yakni agar sopir lebih berhati-hati dalam membawa penumpang. “Juga agar tidak melarikan diri saat kecelakaan. Sedangkan pintu darurat digunakan untuk evakuasi jika terjadi kecelakaan sehingga tidak boleh terhalang dan harus bisa dibuka dari dalam,” tambahnya.(den)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya