alexametrics

Jateng Paling Aman dan Kompetitif untuk Berinvestasi

Catatan Akhir Tahun Polda Jateng 2019

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Upaya Kepolisian Daerah (Polda) Jateng dalam meningkatkan pengamanan membuat lingkungan wilayah Jateng tetap aman dan kondusif. Bahkan, Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Daniel mengklaim wilayahnya belum pernah terjadi gangguan keamanan yang sangat besar.


Rycko mengatakan, terciptanya rasa aman, tertib dan terkendali bukan hanya hasil kerja sendiri yang dilakukan oleh Polri. Menurutnya, terciptanya situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif serta terkendali, karena TNI, Gubernur, Wali Kota, Bupati, Camat, Lurah, Kepala Desa dan seluruh masyarakat ikut dalam menciptakan dan menjaga Kamtibmas selama 2019.

“Jajaran Polri dan Ketua Komisi III DPR RI menyampaikan, tahun 2019 Jateng merupakan provinsi paling aman dan paling kompetitif. Hasil usaha kita semua untuk menciptakan iklim yang kondusif. Jateng provinsi paling aman dan paling kompetitif untuk berinvestasi,” ungkapnya saat kegiatan Release Akhir Tahun 2019 di Mapolda Jateng, Selasa (31/12).

“Mulai dengan Pilkades 2019 sebanyak 3.109 desa di 18 kabupaten di Jateng, semua berjalan dan seluruh jajaran kepala desa sudah dilantik,” katanya.

Rycko memaparkan, sesuai data tentang laporan kejadian dan penangkapan tindak pidana 2019 telah terjadi total crime 9.922 dengan crime clereance sebanyak 6.453 kasus. Sedangkan pada 2018, crime total 9.834 kasus dan 7.251 crime clereance.

Dia menyebutkan, grafik 2019 terdapat peningkatan kasus dan penurunan penyelesaian perkara yang disebabkan seluruh anggota sepanjang 2019 terserap untuk melakukan pengamanan operasi Mantap Brata Candi 2019.

“Sehingga konsentrasi anggota, terutama para penyidik terserap untuk melakukan tugas-tugas pengamanan. Sehingga penyelesaian perkaranya terjadi penurunan, tapi tidak terlalu signifikan. Pekerjaan rumah 2020 untuk menyelesaikan kembali kasus yang belum selesai,” tegasnya.

Baca juga:  HUT RSUD, Bagi-bagi 2.900 Sayur dan Buah

Data penindakan hukum fungsi reskrim di jajaran Polda Jateng dan jajarannya, Rycko menyebutkan pelaku yang ditangkap dan ditahan dalam Kriminal Umum sebanyak 17.690 tersangka. Kriminal Khusus sebanyak 491 tersangka. Sedangkan pelaku penyalahgunaan narkoba yang ditangkap dan ditahan sebanyak 1.706 tersangka. Jumlah barang bukti sabu-sabu seberat 16,8 kilogram, ganja 31,3 kilogram, 541 butir ekstasi, 668 gram ganja sintesis yang berhasil dimusnahkan, 5000 lebih butir atau obat psikotropika, 260 ribu obat-obatan dan obat ilegal.

“Tindak pidana narkoba terjadi peningkatan jumlah kasus. Khusus kasus narkoba, benar-benar mengandalkan kemampuan penyidik untuk menemukan dan mengungkap kasus. Total terjadi peningkatan dari tahun 2018 sebanyak 1.636, dan 2019 meningkat menjadi 1.706, naik 70 kasus atau 4,28 persen,” jelasnya.

Rycko membeberkan, tindakan kriminal khusus, pada 2019 terjadi peningkatan kasus dibandingkan 2018. Dari 363 kasus meningkat menjadi 367 kasus. Namun pada Pemilu justru menjadi momen menemukan kasus korupsi. Pada 2019 sebanyak 92 kasus, meningkat dari 2018 sebanyak 90 kasus.

Menurutnya, penyelesaian meningkat 47 menjadi 49, jumlah tersangka juga meningkat dari 49 menjadi 54 orang. Kerugian negara mencapai Rp 99.651.591.500 dan penyelamatan uang negara sebesar Rp 9.117.208.000.

“Sorotan yang menjadi perhatian publik dan media yaitu kriminal umum ada 12 kasus, kriminal khusus 2 kasus, dan narkoba 4 kasus. Total 18 kasus yang menjadi perhatian publik,” katanya.

Baca juga:  KKN UIN Gandeng 60 Penghafal Alquran

Kasus menonjol tersebut adalah kasus perampokan emas di Tegal dan Grobogan. Pencurian dan kekerasan (curas) di Grobogan, curas Alfamart dan Indomaret di Semarang, curas ATM Bank Jateng di Cilacap, pemalsuan dokumen pencurian kendaraan dan motor di Batang, penganiayaan PSHT di Surakarta, dan penganiayaan tukang parkir di Surakarta. Selain itu, Curas Muatan truk di Demak, Prostitusi di Kota Semarang, perjudian di Klaten, Sragen dan Karanganyar, Penembakan menggunakan softgun di Magelang, Curas di Brebes dan Curas toko emas di Gubug Grobogan.

Sedangkan perbandingan terkait lalulintas pada 2018 tercatat sebanyak 2.617.194 pelanggaran, dengan penilangan 1.483.321. Sedangkan pada 2019 hanya 2.270.532 pelanggaran, dengan penilangan 1.302.075.

Rycko mengatakan hal ini mengalami penurunan dan menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang sudah semkin patuh dalam tertib berlalulintas.

“Perbandingan pelanggaran lalulintas terjadi 15 persen penurunan, pelanggaran didominasi roda dua. Karyawan dan swasta. Kecelakaan terjadi penurunan untuk korban yang meninggal dunia, luka berat menurun luka ringan meningkat,” katanya.

Selain penanganan kasus, Polda Jateng serta polres jajaran juga kerap mendapat berbagai penghargaan baik dari media, instansi pemerintahan, termasuk Polri dalam berinovasi maupun prestasi lainnya. Tak hanya itu, anggota yang gugur juga mendapat prestasi.

“Penghargaan Kapolri terhadap Pak Babin, Penghargaan langsung dari Kadiv Humas Polri. Penghargaan dari Jawa Pos Radar Semarang kepada Kapolda dan Pangdam IV/Diponegoro,” jelasnya.

Rycko menambahkan, akan terus semakin meningkatkan pelayanan dan pengamanan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat di Jateng. Seperti halnya pada pengamanan perayaan Tahun Baru 2020 diterapkan adalah pola maximum security, terutama memfokuskan di tempat ibadah dan gereja.

Baca juga:  Dibunuh Pacar setelah Disetubuhi

“Pengamanan dengan menempatkan anggota Polri bersama anggota TNI dan elemen masyarakat di seluruh gereja dengan menambah CCTV security. Menempatkan para penembak jitu di beberapa tempat, dan pemasangan CCTV. Khusus keramaian di Kota Semarang dipusatkan di Kota Lama Semarang, kemudian untuk Surakarta di arena Car Free Night Jalan Slamet Riyadi, Solo,” katanya.

Polrestabes Semarang dan Polresta Surakarta juga sudah melakukan latihan technical floor game, mulai gladi kelas, gladi lapang dan simulasi pengaman di dua tempat tersebut dalam rangka memberikan keamanan dan kenyamanan kepada masyarakat yang merayakan Tahun Baru 2020.

“Kami juga mempersiapkan kesiapan pengamanan dari jalur balik yang diperkirakan mencapai puncak pada 3 Januari dengan mempersiapkan lima jalur utama, Pantura, termasuk tengah selatan dan mengecek dengan Pangdam IV/Diponegoro dan Dirlantas Polda Jateng, ” jelasnya.

Sedangkan agenda fokus Polda Jateng terkait pengamanan dalam pelaksanaan pilkades serentak supaya tetap kondusif. Termasuk juga fokus terhadap pengamanan dan penciptaan situasi kondusif kepada para pengusaha yang akan berinvestasi di Jateng. Selain itu, terus mengawal dan mengamankan dua agenda besar presiden dalam penciptaan lapangan pekerjaan, penciptaan iklim investasi yang kondusif di Jateng, dan meningkatkan kearifan lokal dalam rangka merajut kerukunan di masyarakat. (mha/avi/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya