alexametrics

Jokowi Bersepeda Kunjungi Kota Lama, di Johar Minta Ganti Warna Plitur

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG –  Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meninjau hasil revitalisasi Kota Lama Semarang, Senin (30/12). Presiden menuju kawasan heritage ini dengan bersepeda, didampingi sejumlah menteri. Di antaranya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljana, Menteri Perekonomian Sri Mulyani dan Forkopimda Jawa Tengah serta Kota Semarang.

Beberapa kali presiden menghentikan sepedanya. Menunjuk masyarakat yang terus memanggil namanya untuk menjabat tangannya. Termasuk menghadiahi dengan kesempatan mengabadikan momen bersama. Foto selfie.

Tiba di Kota Lama, sejumlah titik disambangi kakek Jan Ethes Srinarendra ini. Dimulai dari Galeri UKM Kota Lama Semarang, dilanjutkan berjalan kaki menuju spot foto gedung berakar, Gereja Blenduk, Taman Sri Gunting hingga ke Gedung Oudetrap untuk mendapatkan penjelasan sejarah pembangunan Kota Lama Semarang.

Usai berkeliling, presiden menyampaikan bahwa Kota Lama Semarang dengan luas hampir 20 hektare mampu menjadi ikon wisata baru di Jawa Tengah. Setelah pengerjaan dua tahun dengan anggaran mencapai Rp170 miliar, presiden ingin Kota Lama dapat menjadi creative hub, bangunan tempat orang-orang kreatif bisa berkumpul dan berkarya di Jawa Tengah.

Baca juga:  Musim Hujan Telah Tiba, Ini Daftar Wilayah Rawan Bencana di Semarang

”Sekarang barangnya sudah jadi, paling penting diisi dengan aktivitas yang baik. Terutama berkaitan dengan industri kreatif. Resto dihidupkan, sehingga mengangkat pertumbuhan ekonomi di Semarang dan Jateng pada umumnya,” harapnya.

Keindahan Kota Lama Semarang diakui oleh Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani. Ia terkesan dengan perubahan kawasan Kota Lama Semarang. Dulu, Kota Lama Semarang identik dengan kawasan kumuh dan tidak terpelihara. Sangat jauh berbeda dengan yang ia jumpai saat ini. ”Sekarang bagus banget. Sudah rapi dan terang,” kata Menkeu saat mendampingi Presiden Joko Widodo.

Menkeu menilai, Kota Lama saat ini merupakan kombinasi warisan gedung lama dengan suasana baru yang kekinian. Menurutnya, akan lebih menarik jika ditambah atraksi budaya untuk menggaet turis lokal maupun mancanegara.

Sebelum meninjau Kota Lama, presiden beserta rombongan sempat meninjau proses pembangunan Pasar Johar Semarang. Presiden mengatakan, saat ini Pasar Johar sudah dapat digunakan. Yang terpenting, ujarnya, para pedagang dapat segera masuk.

”Meskipun saya tahu, losnya belum cukup. Nanti yang di sebelah selatan akan dikerjakan lagi,” ujar presiden. Ia juga berpesan kepada masyarakat dan para pedagang untuk menjaga kondisi pasar tetap bersih, rapi, tidak becek dan tidak bau.

Baca juga:  Dulu Lawan Penjajah, Kini Lawan Covid-19

Menteri PUPR Basuki Hadimuljana menyambut instruksi presiden untuk mengerjakan pembangunan pasar pada 2020 nanti. Dimulai dengan mengerjakan bangunan empat lantai di bagian selatan Pasar Johar.

Menteri Basuki belum bisa menyebut angka pasti anggarannya. Hanya saja, ia menampung usulan dari Pemkot Semarang sebesar Rp150 miliar. ”Kami coba pelajari secepatnya. Yang utara sudah bisa ditempati, pedagang harus bersepakat, agar pasar itu bisa difungsikan,” katanya.

Lebih lanjut ia membeberkan, presiden memintanya untuk mengubah plitur pada bangunan Pasar Johar dengan warna yang lebih gelap agar lebih terasa kesan heritage-nya. ”Kan ini heritage, biar kesan vintage-nya kerasa,” tandasnya.

Wakil Ketua Paguyuban Pedagang dan Jasa Pasar (PPJP) Kota Semarang Mudasir menyampaikan, pedagang pada dasarnya sangat mengharapkan dapat segera pindah. Sebab, di relokasi MAJT memang tidak ada akses pendukung yang baik. Hanya saja, mereka berharap, pemerintah juga melengkapi sarana prasarananya.

”Seperti kios-kios yang masih los-losan terbuka ini. Pedagang kalau membangun dengan swadaya sudah tidak punya apa-apa. Diharapan pemerintah memfasilitasi,” harapnya.

Baca juga:  Vaksin Bersama BUMN Memasuki Tahap Dua

Ia menambahkan, pemerintah juga diharap memperhatikan sirkulasi udara dan penyinaran di pasar. Ia ingin agar blower yang disediakan memadahi. Sehingga mampu memberikan kenyamanan pada pengunjung maupun pedagang.

”Jaminan steril dari pedagang kecil di sekitar harus diupayakan. Ini penting. Karena setelah dibangun bagus, kemudian banyak pedagang kecil-kecil akan mengganggu,” jelasnya.

Ia pun mendukung jika sekiranya perpindahan ke Pasar Johar segera dilakukan. Tidak perlu menunggu pembangunan pasar bagian selatan selesai. Menurutnya, sambil berjalan yang sudah ada harus segera difungsikan. ”Sehingga Semarang akan kembali menjadi sentral perekonomian. Karena setelah pindah ke MAJT, pembeli dari luar Jawa beralih ke Kudus, Solo, dan Pekalongan,” ujarnya.

Ia menambahkan, di pasar relokasi MAJT, jumlah pedagang pasar Johar ada sekitar 5000-an orang dan Yaik sekitar 500-an pedagang. Ia menegaskan tidak setuju ketika ada rencana penambahan pedagang lagi. ”Karena akan mengacaukan komunitas yang sudah ada. Jangan sampai rusak ini,” tegasnya. (sga/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya