alexametrics

Daftar Balon Perseorangan Pilwakot Semarang 2020? Ini Syaratnya ..

Artikel Lain

SEMARANG,Radar Semarang–Perhelatan Pilwalkot Semarang 2020 sepertinya akan diramaikan oleh calon perseorangan. Bakal calon (balon) perseorangan tersebut bahkan sudah membawa surat mandat untuk berkonsultasi dengan KPU Kota Semarang terkait mekanisme pencalonan.

“Sementara baru satu dari kalangan masyarakat. Ia sudah tanya-tanya dan sudah memberikan surat mandat,” ujar Ketua KPU Kota Semarang Henry Casandra Gultom kepada RadarSemarang.id, Senin (30/12).

Meski begitu, ia masih belum membuka identitas siapa orang yang sudah mulai intens komunikasi soal pencalonan diri di Pilwalkot Semarang 2020 tersebut. “Tapi, kami belum bisa menyebutkan, karena kami masih menunggu progresnya dan bagaimana keseriusannya,” tuturnya.

Meski begitu, lanjutnya, KPU Kota Semarang terus membuka help desk atau layanan konsultasi terkait pencalonan perseorangan di Kantor KPU Gedung Pandanaran. Pihak KPU pun mempersilakan siapa saja yang hendak berkonsultasi terkait pencalonan perseorangan untuk datang langsung ke kantor KPU. “Kita juga terus melakukan sosialisasi, baik melalui media maupun secara langsung,” tuturnya.

Baca juga:  Kebijakan Kreatif Wali Kota Populerkan Sarung Batik

Ia mengingatkan masyarakat yang hendak mencalonkan diri dalam kontestasi Pilwalkot Semarang 2020 mendatang juga harus mengerti bagaimana pencalonan jalur perseorangan. Hal itu dikarenakan banyak yang harus disiapkan. Antara lain, berkas dukungan minimal 76.445 orang yang harus dibuktikan dengan KTP. Berkas dukungan tersebut minimal harus tersebar di sembilan kecamatan. Nantinya, bakal calon juga harus menggunggah berkas dukungan tersebut.

“Pendaftaran dan pengumpulan berkas memang masih jauh, yaitu 19-23 Februari 2020. Tapi, saat mendaftar berkas-berkasnya harus clear,” katanya.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Semarang Muhammad Amin menjelaskan, jika manipulasi data saat pencalonan perseorangan bisa saja terjadi. Karena itu, pihaknya meminta KPU Kota Semarang supaya lebih jeli melihat berkas pasangan calon dalam proses pendaftaran nanti.

Baca juga:  Hendi Siap Gas Pol Wujudkan Pembangunan Semarang

“Pengawasan yang dilakukan Bawaslu dalam pendaftaran yakni proses yang dilakukan KPU bisa berjalan sesuai aturan. Misalnya, persyaratan dari sisi calon, terkait ijazah apakah asli, didukung berapa orang, SKCK benar atau tidak, KTP asli atau tidak, syarat umur memenuhi sarat atau tidak,” tuturnya.

Selain itu, potensi sengketa dalam proses pendaftaran bisa saja terjadi jika calon tidak diloloskan oleh KPU. Pihaknya pun mengantisipasi terjadinya sengketa dalam proses pencalonan. “Yang banyak potensi sengketa, terkait dukungan syarat calon, biasanya ada yang dobel, bagaimana penanganannya, kami juga persiapkan itu,” katanya. (ewb/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya