alexametrics

BPJAMSOSTEK Bayarkan Klaim Jaminan Rp 2,4 Triliun

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – BPJS Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK Kantor Wilayah (Kanwil) Jawa Tengah dan DIJ telah membayarkan klaim jaminan sebanyak Rp 2,4 triliun hingga November 2019. Rinciannya, 352 ribu kasus untuk empat program yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK),

Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian, dan Jaminan Pensiun.
Asisten Deputi Wilayah Bidang Pelayanan selaku Pps Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jateng dan DIJ Wiwik Septi Herawati menjelaskan bahwa dari seluruh pembayaran klaim jaminan, didominasi untuk pembayaran klaim JHT sebanyak Rp 2,2 triliun dengan 296 ribu kasus.

“Untuk pembayaran klaim Jaminan Kecelakaan Kerja per November 2019 mencapai Rp 106 miliar dengan 21 ribu kasus. Disusul Jaminan Kematian sebanyak Rp 92 miliar dengan 3.300 kasus, dan Jaminan Pensiun Rp 18 miliar dengan 31 ribu kasus,” kata Wiwik didampingi Asisten Deputi Wilayah Bidang Umum dan SDM BPJAMSOSTEK Kanwil Jateng dan DIJ Dian Agung Senoaji seusai nonton bareng bersama awak media dalam rangkaian Media Gathering.

Baca juga:  75 Persen Barang Sitaan telah Dikembalikan

Menurutnya, jumlah kepesertaan per November 2019 sebanyak 3,3 juta tenaga kerja dengan 79.803 badan usaha. Kabar baiknya, sesuai dengan PP nomor 82 tahun 2019, ada banyak kenaikan manfaat yang dapat diperoleh. Untuk Jaminan Kematian, santunan kematian yang sebelumnya Rp 16,2 juta menjadi Rp 20 juta; santunan pemakaman yang sebelumnya Rp 3 juta menjadi Rp 10 juta; santunan berkala yang sebelumnya Rp 4,8 juta menjadi Rp 12 juta; dan beasiswa yang sebelumnya minimal kepesertaan 5 tahun dengan 1 anak Rp 12 juta menjadi minimal 3 tahun kepesertaan dengan 2 anak sesuai dengan jenjang pendidikan.

Kenaikan manfaat untuk Jaminan Kecelakaan Kerja antara lain jika sebelumnya tidak ada home care, sekarang ada dengan maksimal manfaat 1 tahun dengan batasan Rp 20 juta; santunan kematian akibat kecelakaan kerja diberikan minimum sebesar Rp 20 juta yang sebelumnya hanya Rp 16,2 juta atau diberikan maksimum sebesar 60 persen dikali 80 bulan upah.

Baca juga:  Pipa Tua, 39 Persen Air PDAM Bocor

“Kenaikan manfaat untuk biaya transportasi jika terjadi kecelakaan kerja, sebelumnya transportasi darat Rp 1 juta, laut Rp 1,5 juta, dan udara Rp 2 juta naik menjadi transportasi darat, sungai, dan danau Rp 5 juta, transportasi laut menjadi Rp 2 juta, sedangkan transportasi udara menjadi Rp 10 juta,” kata Wiwik.

Bagi peserta yang sementara tidak mampu bekerja (STMB), tambah Wiwik, juga mengalami kenaikan manfaat yakni yang sebelumnya 6 bulan pertama mendapatkan penggantian 100 persen upah, 6 bulan berikutnya 75 persen upah, dan bulan berikutnya 50 persen upah menjadi 6 bulan pertama dan 6 bulan berikutnya masing-masing 100 persen upah, dan bulan berikutnya 50 persen.

Selain itu, pada kegiatan tersebut juga dilakukan kampanye terkait perubahan nama panggilan call name BPJS Ketenagakerjaan menjadi BPJAMSOSTEK untuk mempermudah penyebutan dan penyampaian identitas bagi para peserta. “Penggunaan sebutan BPJAMSOSTEK sebagai call name BPJS Ketenagakerjaan, sebagai salah satu langkah memperkuat brand identity BPJS Ketenagakerjaan. Ini untuk menghilangkan kebingungan fungsi antara BPJS Ketenagakerjaan yang hampir serupa dengan BPJS Kesehatan,” ungkap Wiwik Septi. (ida)

Baca juga:  Maju Lawan Korupsi

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya