alexametrics

Guyub Rukun Warga, Rayakan Natal Dibantu Ibu-Ibu Pengajian

Pendeta Emiritus Eka Lasa Purwibawa Ciptakan Toleransi dan Rumah Moderasi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Selama 13 tahun hidup berdampingan dengan para tetangga yang berbeda keyakinan, membuat Pendeta Emiritus Eka Lasa Purwibawa dapat memahami makna toleransi lebih dari sekadar kata-kata. Ketua Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) wilayah Jawa Tengah ini berhasil menyuburkan budaya toleransi di kediamannya, Kelurahan Bangetayu Wetan, Genuk, Semarang hingga mampu mengundang perhatian Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

NORMA SARI YULIANINGRUM, Radar Semarang

PAGI itu, suasana di kediaman Eka Lasa Purwibawa tampak ramai oleh para tetangga yang turut membantu mempersiapkan perayaan Natal. Di antara para tetangga tersebut, banyak di antaranya adalah ibu-ibu anggota pengajian yang mengenakan jilbab. Hal tersebut bukanlah pemandangan langka di Kelurahan Bangetayu Wetan, Kecamatan Genuk, Semarang. Di sana, hampir setiap tahun, perayaan Natal selalu disambut dengan guyub oleh seluruh warga apapun keyakinannya.

Baca juga:  Keluhan Masih Tinggi, PPDB Online Bikin Dag-Dig-Dug

Adalah Eka Lasa Purwibawa, seorang Pendeta Emiritus Gereja Kristen Jawa (GKJ) Genuk yang menjadi penginisiasi adanya perayaan Natal tersebut. Baginya, Natal adalah perayaan bahagia yang perlu dirasakan seluruh umat. Karena itu, pada setiap perayaan Natal ia selalu mengundang para tetangga untuk bersama-sama menikmati hidangan yang disediakan.

“Sebenarnya kami hanya ingin berbagi kebahagiaan, tapi sikap toleransi warga di sini melebihi ekspektasi saya. Ibu-ibu dengan suka rela membantu memasak, bapak-bapak menata kursi, kerukunan inilah yang selalu saya syukuri,” ungkap bapak tiga anak ini kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (24/12).

Tak pelak jika kemudian Gubernur Ganjar Pranowo memuji kerukunan antarumat beragama di Kelurahan Bangetayu Wetan ini. Setiap tahun, ia selalu menyempatkan hadir di tengah-tengah warga yang tampak guyub rukun tak membeda-bedakan keyakinan.

Baca juga:  Petugas Temukan Lagi Enam Sapi Kurban Terpapar PMK

Selain merayakan bersama warga, Eka Lasa beserta keluarga juga memiliki tradisi tersendiri untuk memperingati hari Natal. Tradisi tersebut adalah dengan memberikan bingkisan berupa sembako untuk warga di sekitar kediamannya yang membutuhkan. Sudah 13 tahun lamanya ia melakukan tradisi ini, karena menurutnya Natal adalah momen yang tepat untuk berbagi kebaikan.

Tak hanya saat Natal. Sikap toleransi yang dimiliki oleh Eka Lasa juga ia tunjukkan saat perayaan Idul Fitri. Kala itu, ia mengizinkan rumahnya dijadikan tempat untuk acara halalbihalal. Tak tanggung-tanggung, ia pula yang kemudian menyediakan konsumsi dan keperluan lainnya. Hal itu ia lakukan semata-mata untuk mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila yang selama ini hanya jadi kata-kata. Besar harapannya untuk generasi selanjutnya bisa ikut merawat kerukunan yang selama ini sudah ia jalin.

Baca juga:  Semua Ibadah Natal di Batang Berlangsung Virtual

Eka Lasa seperti tak pernah kehabisan jalan. Turut menjadi anggota di Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Tengah membuat Eka Lasa tak berhenti berupaya untuk terus menyebarkan budaya toleransi. Bersama dengan anggota lainnya, ia mendirikan sebuah Rumah Moderasi. Rumah Moderasi tersebut dibangun dengan tujuan memberi ruang yang lebih luas untuk aktivitas kerukunan umat beragama.

“Dengan adanya Rumah Moderasi, semoga sikap toleransi tak hanya terjadi di Kelurahan Bangetayu Wetan. Tapi juga bisa menyebar di daerah-daerah lainnya di Jawa Tengah,” ujar pria kelahiran 12 Mei 1950 ini dengan mata berkaca-kaca menahan haru. (*/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya