alexametrics

Dijejali Wisatawan, Parkir Mencekik

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Hari libur Natal dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berkunjung ke beberapa destinasi wisata. Salah satunya Kota Lama. Pada libur Natal kali ini, destinasi wisata unggulan Kota Semarang tersebut diserbu ribuan pengunjung. Tarif parkir yang mencekik masih menjadi salah satu masalah.

Dari plat nomor kendaraan yang datang, terlihat pengunjung tidak hanya berasal dari Kota Semarang. Banyak wisatawan luar kota yang masuk ke Kota Lama.

Salah satu pengunjung asal Kabupaten Kendal, Sudarsono, 51, sengaja mengajak sanak keluarganya menghabiskan liburan di kawasan heritage Kota Semarang itu. “Di ajak anak, katanya sudah viral di medsos,” ujar Sudarsono, Rabu (25/12). Kedatangannya ke Kota Lama bersama dengan semua anggota keluarganya. Menurutnya, perubahan yang terjadi di Kota Lama sudah signifikan.

Mulai dari kebersihan, kerapian, dan gedung-gedung cagar budaya yang sudah diperbaiki. “Kalau beberapa tahun lalu saya pernah kesini kondisinya tidak seperti ini tidak enak lah intinya. Sekarang kok jadi bagus seperti ini,” tuturnya.

Baca juga:  Diprotes Masyarakat, Pemasangan Kanopi di Jalan Suari Kota Lama Dihentikan

Hal senada juga diungkapkan oleh pengunjung lain Arif Nugroho, 25, warga Kecamatan Ngaliyan. Menurutnya, perubahan di Kota Lama memang sangat signifikan. Jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, kondisi kali ini sangat layak menjadi ikon wisata di Kota Semarang. “Lebih rapi bersih dan tertata,” ujar Arif. Selain bersih, tidak ada lagi kabel-kabel utilitas yang melintas di atas jalan.

Meski begitu, ia menyayangkan minimnya fasilitas pendukung seperti WC umum. “Hanya ada satu jadi harus ngantre. Seharusnya mungkin bisa ditambah di beberapa titik tertentu,” ujarnya.
Keberadaan juru parkir (jukir) yang menarik tarif di atas ketentuan juga masih jadi masalah di Kota Lama. Sebab masih ada oknum jukir yang menarik parkir tidak sesuai ketentuan yakni Rp 5000 untuk sepeda motor tanpa menggunakan karcis.

“Iya, tadi bayar parkir ditarik Rp 5 ribu tidak pakai karcis,” ungkap salah satu pengunjung, Siska, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (25/12).

Gadis berhijab yang mengaku asal Kabupaten Semarang ini mengaku datang ke Kota Lama bukan yang pertama kalinya. Menurutnya sudah berulang kali. Sedangkan setiap penarikan parkir tidak semuanya sama. “Ada yang Rp 3 ribu, ada yang Rp 5 ribu, dulu malam hari sih. Tadi bayar Rp 10 ribu, karena tadi dua motor,” bebernya.

Baca juga:  Optimalkan Penanganan Perkara, Kejati Bentuk Satgasus

Menurut salah satu petugas parkir yang enggan disebutkan namanya, kawasan Kota Lama telah ditutup bagi kendaraan selama liburan Natal dan tahun baru 2020. Bahkan, rencananya juga akan ditutup mulai sore sampai malam hari. Sedangkan pagi hari sampai sore hari dibuka untuk arus lalu lintas. “Mulai hari ini sudah ditutup sampai tahun baru, kan liburan. Nanti setelah tahun baru juga sama tapi hanya sore sampai malam, paginya dibuka,” katanya.

Meski dari arah timur telah ditutup, namun masih banyak pengguna jalan utamanya kendaraan roda dua dan roda empat pribadi yang nekat menerobos untuk melintasi Kota Lama. Bahkan, ada juga kendaraan bernopol dari luar daerah Kota Semarang melintas dari arah berlawanan, atau dari barat menuju ke timur. Padahal jalur tersebut merupakan satu arah, dari timur ke barat.

Baca juga:  Petugas Temukan Pengunjung Reaktif di Kota Lama

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Indriyasari mengatakan, tingginya animo masyarakat ke Kota Lama sejak direvitalisasi memang tinggi. “Selain libur hari besar, akhir pekan juga tinggi,” tutur Iin, sapaan akrabnya.
Dijelaskan Iin, untuk untuk memaksimalkan kawasan cagar budaya itu, mulai 2020 pengelolaan akan dilakukan oleh Disbudpar Kota Semarang. Disbudpar Kota Semarang berencana mengelola secara menyeluruh mulai dari keamanan, ketertiban, kebersihan dan sebagainya.

Pihaknya akan menyiapkan pengelola khusus yang menangani Kota Lama selama 24 jam. Iin, juga akan bekerjasama dengan badan pengelola. Badan ini akan membantu menjembatani Pemkot dengan pihak swasta. Pasalnya, untuk mengembangkan kawasan itu tentu membutuhkan peran tak hanya pemerintah. “Karena pembangunannya sudah selesai perlu pengelolaan yang baik kedepannya. Arahnya Pemkot akan bekerjasama sesuai amanat undang-undang yaitu ada badan pengelola. Badan pengelola ini akan menjembatani Pemkot dengan pihak ketiga,” tuturnya. (ewb/mha/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya