alexametrics

Puluhan Napi Dapat Remisi Natal

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG -Sebanyak 63 narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Semarang mendapatkan remisi Khusus Hari Natal 2019. Namun demikian, penerima remisi kali ini, tidak berlaku pada kasus terorisme dan korupsi, melainkan sejumlah narapidana kasus Pidana Umum (Pidum) dan Kasus narkotika.

Kepala Lapas Semarang Dadi Mulyadi menyebutkan bahwa dari 149 narapidana dan 27 tahanan yang beragama Nasrani di Lapas Semarang, hanya 63 warga binaan yang mendapatkan remisi. Remisi itu diserahkan berdasarkan Surat Keputusan (SK) dari Direktur Jenderal Pemasyarakatan.

“Jadi ada 63 warga binaan yang diusulkan remisi. Selebihnya tidak dapat remisi karena kasus pidana khusus. Seperti kasus korupsi dan statusnya juga masih tahanan,” kata Dadi Mulyadi, Selasa (24/12) kemarin.

Baca juga:  Keluarga Napi Kirim Lontong dan Opor Ayam ke Lapas

Dadi mengatakan bahwa pemberian remisi tersebut berdasarkan Surat Direktur Jenderal Pemasyarakatan nomor PAS.PK.01.01.02-1212, tertanggal 17 Oktober 2019 terkait Pelaksanaan Pemberian Remisi Khusus Hari Raya Natal tahun 2019 kepada narapidana dan anak.

“Besaran remisi yang didapat beragam, dengan pengurangan masa hukuman 15 hari sebanyak 14 orang, 1 bulan sebanyak 35 orang, 1 bulan 15 hari sebanyak 10 orang dan 2 bulan sebanyak 3 orang,” jelasnya.

Disebutkannya, terkait tentang besaran pengurangan masa hukuman diberikan bervariasi berdasarkan pada masa pidana yang telah dijalani seorang narapidana. Sehingga semakin lama, masa pidana yang telah dijalani, semakin besar remisi yang didapatkan. Untuk remisi khusus ini, besaran remisi yang diberikan, paling sedikit 15 hari dan paling banyak 2 bulan. “Berdasarkan klasifikasi jenis tindak pidana, jumlah narapidana yang menerima Remisi Khusus I perkara Tipidum sebanyak 42 narapidana dan 21 narapidana kasus narkotika,” katanya.

Baca juga:  Hidupkan Ramadan selama 24 Jam dengan Tadarus Quran

Kasi Binkemas (Bimbingan Kemasyarakatan) Lapas Kelas 1 Semarang, Ari Tris Ochtia Sari menambahkan bahwa penerima remisi didominasi narapidana pidana umum dan kasus narkotika. Ia berharap pemberian remisi bukan sekedar pengurangan masa tahanan yang bagi sebagian masyarakat seolah-olah negara memberikan keringanan kepada pelaku kejahatan. Melainkan remisi merupakan reward atau penghargaan bagi narapidana atas segala hal positif yang telah dilakukan selama menjalani masa pidana.

“Semua narapidana tidak melanggar aturan, ikut dalam program pembinaan. Di sisi lain, remisi merupakan motivasi bagi narapidana untuk selalu berkelakuan baik dan yang tidak kalah penting remisi sebagai katalisator dan salah satu tolok ukur keberhasilan pembinaan di Lapas atau Rutan,” imbuhnya.

Baca juga:  26 Napi Dipulangkan, Tapi Tak Boleh Keluar Rumah

Adapun sebagai bentuk hadiah bagi narapidana, tahanan dan keluarganya selama perayaan hari Natal 2019, Lapas Semarang membuka kunjungan khusus dibuka dari pukul 09.00-12.00. Adapun pelaksanaannya dibantu petugas Lapas dan tim tambahan dari pegawai staf serta penjagaan. (jks/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya