alexametrics

Penumpang Pesawat Turun, Kereta Api Naik, Jalan Protokol Padat Merayap

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG–Kepadatan arus lalu lintas di Kota Semarang mengalami peningkatan 40 persen dibanding hari biasa, Selasa (24/12) kemarin. Akibatnya, arus lalu lintas di sejumlah titik jalan protokol mengalami kemacetan. Di antaranya, di sepanjang Jalan Pandanaran hingga Simpang Lima, termasuk Kota Lama.

Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Yuswanto Ardi mengimbau para pelancong maupun warga asli Semarang untuk mempelajari jalur-jalur alternatif. Sebab, Jalan Kota Lama akan lebih sering ditutup pada masa Natal dan Tahun Baru.

“Seperti misalnya, ada Jalan Sendowo yang tembusnya ke samping Jembatan Mberok, kemudian ada Jalan Merak. Bila jalan itu ditutup, bisa dengan cepat mencari jalan alternatif,” pungkasnya.

Penumpang jalur kereta api (KA), menurut Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang Krisbiyantoro, pada Selasa (24/12) petang masih terlihat padat, meski tidak seramai pada Sabtu (21/12) lalu.

“Puncaknya arus mudik sudah terjadi Sabtu (21/12) lalu, namun kepadatan pemudik masih terlihat di Stasiun Tawang ataupun Poncol,” katanya Selasa (24/12) kemarin.

Baca juga:  Hingga Mei 2021 Sudah 104 Anak di Semarang Ajukan Dispensasi Kawin

Data penumpang yang menggunakan kereta api (KA) sampai pukul 15.00 petang kemarin mencapai 23.528 penumpang naik dan 25.915 turun. Sementara pada periode dan hari yang sama di tahun lalu, jumlah penumpang turun mencapai 23.694 penumpang. Sementara untuk penumpang naik 26.110 penumpang. “Prediksinya sampai malam nanti (kemarin, red) angka tahun lalu bisa dilewati, sampai sore ini pun masih terlihat padat,” tambahnya.

Secara keseluruhan, lanjut dia, musim mudik Nataru pada tahun ini untuk penumpang turun naik sebesar 10 persen. Sementara untuk penumpang naik, mengalami kenaikan sebesar 4 persen dibandingkan tahun lalu. “Puncak baliknya akan terjadi pada Selasa (31/12) mendatang, dengan jumlah penumpang naik perkiraan mencapai 28.952 penumpang,” pungkasnya.

Sementara itu, di Gerbang Tol Kalikangkung, ribuan kendaraan dari arah barat ke timur lebih mendominasi arus lalu lintas. Dari perhitungan koran ini selama satu menit, tercatat ada 57 kendaraan pribadi yang masuk ke Kalikangkung. Dibandingkan yang menuju ke arah barat hanya sekitar 25 kendaraan. “Kami membuka 15 gate, yang terdiri atas 8 gate utama dan 7 gate tambahan,” kata Direktur Utama PT Jasa Marga Semarang Batang, Arie Irianto.

Baca juga:  Pameran Properti, Targetkan Transaksi Rp 60 M

Untuk puncak arus balik Nataru, menurut Arie, akan terjadi pada Kamis (1/1). “Untuk arus balik, prediksinya yang melintas sebanyak 35 ribu pada 1 Januari nanti,” ucapnya.

Sedangkan Terminal Mangkang terpantau normal. Belum terlihat keramaian yang signifikan menjelang puncak Nataru. Meski begitu, ada kenaikan penumpang hingga 20-25 persen. Ini karena libur sekolah. “Bus yang masuk dan stand by biasanya mengangkut penumpang dengan tujuan Ungaran-Solo dan bus yang mengangkut penumpang arah tujuan Ngaliyan-Cirebon. Hal tersebut berlaku dari arah yang sebaliknya,” kata Andi Wahyu, petugas lalu lintas Terminal Mangkang kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (24/12) kemarin.

Lain halnya dengan penumpang pesawat dan kargo di Bandara Jenderal Ahmad Yani mengalami penurunan, di banding tahun 2019. Jumlah tersebut sesuai dengan prediksi yang dikemukakan General Manager Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Hardi Ariyanto bahwa pergerakan tahun ini akan lebih lengang.
Berdasarkan laporan harian Posko Angkutan Nataru 2019/2020, sejak 19 sampai 23 Desember terpantau hanya ada pergerakan sebanyak 560 penerbangan dengan 65.233 penumpang. Jumlah tersebut lebih rendah dari tahun sebelumnya.

Baca juga:  Dua Tahun Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf, Mahasiswa Ajukan 11 Tuntutan

Dimana pergerakan pesawat turun 12 persen dari sebelumnya sebanyak 636 penerbangan. Pergerakan penumpang pun sama turun sebesar 16 persen dari sebelumnya mencapai 77.394 penumpang. Penurunan paling tajam dialami oleh pergerakan kargo yang menyentuh angka 22 persen. Dari sebelumnya sebanyak 315.246 kilogram, saat ini baru 245.658 kilogram. “Penurunan ini diprediksi dengan menggunakan perbedaan total flight di bulan Desember 2018 dibandingkan dengan saat ini,” ujarnya. (mha/akm/den/avi/ifa/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya