alexametrics

Pintu Darurat Tak Bisa Dibuka

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang dan Satlantas Polrestabes Semarang menindak empat bus pariwisata yang mangkal di Masjid Agung Jawa Tengah dan Museum Mandala Bhakti Semarang, Senin (23/12) siang. Penindakan berupa tilang ini dilakukan karena terbukti ada pelanggaran. Di antaranya STNK mati dan tidak bisa menunjukkan bukti KIR. Selain itu juga ditemukan pintu darurat yang tidak bisa terbuka, dan lain sebagainya.

“Total ada 11 bus yang diperiksa, tujuh di Masjid Agung Jawa Tengah dan empat di Museum Mandala Bhakti. Hasilnya tiga bus di Masjid Agung Jawa Tengah ditilang dan satu bus di Museum Mandala Bhakti ditilang karena STNKnya mati,” kata Kepala Bidang Angkutan, Dishub Kota Semarang, Dede Bambang Hartono, kemarin.

Baca juga:  Alumni UIN Walisongo Deklarasikan WLC

Penilangan dilakukan oleh Satlantas Polrestabes Semarang. Bus yang ditindak tidak disita karena masih membawa penumpang. Dishub dan Kepolisan memilih melakukan langkah persuasif. “Hanya kami tilang, tidak disita namun kegiatan seperti ini akan kami lakukan rutin,” tegasnya.

Untuk spek bus yang tidak memenuhi ketentuan, seperti pintu darurat yang terhalang kursi ataupun tidak bisa terbuka,Dishub Kota Semarang, akan melakukan sosialisasi kepada pengusaha bus dengan menggandeng Dishub Provinsi dan Kementerian Perhubungan. “Akan rekomendasi dan pembinaan dilakukan di tingkat provinsi ataupun pusat, terkait pintu darurat ataupun pintu kanan supir yang harusnya tidak ada,” jelasnya.

Sementara itu, Kasie Angkutan Orang Dalam Trayek Mulyadi menambahkan, sidak atau ramp check kepada bus pariwisata ini dilakukan dalam rangka cipta kondisi menyambut Natal dan Tahun Baru. Kegiatan ramp check dilakukan sebagai upaya pencegahan dini terhadap kecelakaan yang diakibatkan kesalahan teknis kendaraan. Salah satunya adalah kondisi ban, lampu, klakson, rem, wiper, fungsi pintu darurat serta dokumen uji KIR. “Langkah ini sebagai langkah antisipasi untuk mengurangi kecelakaan,” jelasnya. (den/ton)

Baca juga:  Pabrik Pupuk Palsu Sebulan Raup Rp 1,2 M

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya