alexametrics

Antisipasi Ngebut, Polda Kanalisasi Tol

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Para pemudik Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru) memadati tol Batang-Semarang, Sabtu (21/12) dan Minggu (22/12) kemarin. Arus kendaraan didominasi dari arah Jakarta menuju ke timur atau Surabaya.

“Sabtu dan Minggu kemarin puncaknya, sempat diberlakukan satu lajur atau one way ke arah timur. Namun kita kembalikan lagi dua arah,” ujar
Direktur Utama PT Jasa Marga Semarang Batang Arie Irianto kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (22/12).

Dikatakan, jumlah kendaraan pemudik Nataru pada Sabtu (21/12) yang melintasi Gerbang Tol Kalikangkung dari arah barat berjumlah 34.890 kendaraan. Tidak jauh beda dengan prediksi yang dilakukan tim Jasa Marga, yakni 35 ribu kendaraan. “Tingkat akurasinya 99,1 persen. Karena jumlah kendaraan yang melintas sebanyak 34.890 kendaraan,” jelasnya.

Sedangkan pada Minggu (22/12) kemarin, shift pertama mulai pukul 06.00 hingga 14.00 sebanyak 12.900 kendaraan pemudik. Jumlah itu menurun dibandingkan hari sebelumnya yang mencapai 14.200 kendaraan. Menurut dia, jika pola lalu lintas sama seperti Sabtu, maka jumlahnya akan sedikit menurun.

Baca juga:  Ngebut di Jalan Tol Bakal Didenda, Berikut Titik Speedcam di Tol Jateng

“Untuk Minggu (22/12) malam akan kami lihat. Nanti malam (tadi malam) apakah stabil atau ramai. Tapi prediksinya tetap ramai lancar,” tambahnya

Meski terjadi lonjakan kendaraan dari hari biasa yang hanya 22 ribu per hari. Menurutnya, arus lalu lintas masih lancar. “Masih, aman terkendali tetapi lalinnya tinggi. Alhamdulillah terkontrol,” ucapnya.

Agar tidak terjadi kepadatan kendaraan, di Gerbang Tol Kalikangkung dibuka 15 gate yang terdiri atas 8 gate utama dan 7 gate tambahan. Arie menyebut, tidak ada antrian kendaraan yang panjang di gerbang tol. “Antrean tidak sampai 200 meter,” kata dia.

Pantauan koran ini, sampai pukul 17.00, arus kendaraan dari arah barat cenderung ramai dan mulai mengular. Bahkan diperkirakan akan mengalami peningkatan pada malam hari. Sementara dari arah timur nampak lengang.

Ditanya puncak arus balik Nataru, menurut Arie, diprediksi akan terjadi pada Rabu (1/1), dengan jumlah kendaraan tidak jauh beda saat arus mudik, yakni kurang lebih 35 ribu kendaraan.

Baca juga:  Curah Hujan Tinggi, Jalan Tol Dipenuhi Lubang

Sementara itu, Polda Jateng akan melakukan kanalisasi lalulintas di ruas tol saat arus mudik dan balik Nataru. Tujuanya untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalulintas. “Kami sudah pantau tol pantura sejak Pejagan di Brebes sampai Banyumanik, tidak ada kemacetan. Justru yang ada kendaraan banyak yang ngebut. Kami yang khawatir bukan kemacetannya, tapi kecepatannya,” ungkap Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel.

Rycko mengatakan, untuk kecepatan kendaraan yang melintas di ruas tol rata-rata 80-100 km per jam. Sedangkan pemudik yang masuk Jateng rata-rata sudah pada titik lelah.

“Makanya kami akan lalukan penyekatan, kanalisasi. Melakukan penyempitan jalan supaya tidak ngebut. Kalau ditulis cuma jangan ngebut, orang ngantuk mana bisa baca? Kita lakukan penyekatan, sehingga pengemudi bisa sadar tidak ngantuk, setelah itu kita buka lagi. Kalau pengalaman tahun lalu kan banyak yang of control, keluar,” katanya.

Baca juga:  Lahan Pengganti Eks Kelurahan Sekayu lebih Sempit

Kepadatan arus mudik Nataru juga terlihat di Stasiun Poncol dan Tawang Semarang pada Minggu (22/12) petang. Dari data penumpang yang dimiliki PT KAI Daop 4 Semarang sampai pukul 15.00 petang, jumlah penumpang turun sebanyak 27.203 orang. Lebih sedikit dibanding Nataru tahun lalu yang mencapai 29.191 penumpang. “Untuk penumpang yang naik juga mengalami penurunan, tahun lalu mencapai 27.386 orang, pada periode yang sama hari ini (kemarin) sekitar 24.525 orang,” beber Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang Krisbiyantoro.
Untuk puncak mudik Nataru, lanjut dia, sudah terjadi pada Sabtu (21/12) lalu, dengan jumlah penumpang naik 26.109 orang, dan penumpang turun 28.532 orang. “Untuk Sabtu (21/12) kemarin, jumlah penumpang yang naik mengalami kenaikan 4 persen dibandingkan hari biasa. Sementara penumpang yang turun naik 10 persen,”katanya. (den/mha/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya