alexametrics

Luncurkan Sekolah Smart IT hingga Bikin Buku Antologi Puisi Siswa

Inovasi-Inovasi SMP Negeri di Kota Semarang

Artikel Lain

Sekolah di Kota Semarang terus melakukan inovasi. Seperti yang dilakukan SMP Negeri 28 dan SMP Negeri 6 Semarang. Dua sekolah negeri ini kemarin melakukan launching kegiatan sekolah berbeda. SMPN 28 me-launching sekolah smart IT berkarakter, sedangkan SMPN 6 meluncurkan buku antologi puisi karya siswa.

DEWI AKMALAH, NORMA SARI Y, RADARSEMARANG.ID

SMP Negeri 28 Semarang di Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, bertekad menjadi sekolah pintar berkarakter berbasis teknologi. Mereka telah mengembangkan empat program utama yang dapat mewujudkan hal tersebut.

Kepala SMP Negeri 28 Semarang Miftahuddin bertekad ingin membawa sekolahnya selaras dengan visi Kota Semarang. Yakni, menjadi sekolah pintar yang mendukung terwujudnya Semarang Smart City. Karena itu, mantan guru matematika SMP Negeri 10 ini mulai menerapkan teknologi seperti try out dan kotak saran online. Sehingga siswa dapat melakukan ujian secara online.

“Orangtua siswa, warga dan siapapun bisa memberikan saran secara online yang bisa kita pantau secara realtime,” ujarnya saat menggelar ulang tahun ke-34 SMPN 28 Semarang, Rabu (18/12).

Baca juga:  Empat Bulan Ambrol, Talut Banger Akhirnya Diperbaiki

Selain itu, dirinya mulai mendorong guru dan siswa untuk membuat satu video inpiratif. Video tersebut akan di-upload pada website dan Youtube sekolah yang dapat diakses oleh siapapun. Tak lupa, pihaknya akan mengoptimalisasi media sosial untuk meningkatkan popularitas sekolah. Sehingga sekolahnya akan semakin terkenal meskipun berada di pinggiran kota.

“Saya pikir medsos merupakan cara ampuh dan mudah untuk menaikkan popularitas sekolah kita,” lanjut pria yang pernah menjadi guru berprestasi tingkat nasional ini.
Pihaknya juga telah menekan MoU dengan sekolah Australia untuk berbagi pengetahuan mengenai pembelajaran. Bahkan dalam waktu dekat, pihaknya akan mengadakan teleconference dengan sekolah tersebut. “Harapannya anak bisa langsung mendapat pembelajaran dengan standar luar negeri,” harapnya.

Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Dinas Pendidikan Kota Semarang Sutarto mendukung langkah yang diambil pihak SMPN 28. Pihaknya mengajak seluruh elemen sekolah untuk menyukseskan program tersebut. Karena, menurutnya, teknologi merupakan keniscayaan yang harus diterima. Sehingga seluruh pihak wajib belajar untuk menyesuaikan perkembangan zaman. “Teknologi tidak bisa dihindari bagi kita yang hidup di zaman digitalisasi seperti saat ini. Semoga saja bukan SMPN 28 saja. Tapi seluruh sekolah di Semarang,” harapnya

Baca juga:  Soal Joki Vaksin di Semarang, Gubernur Ganjar: Kita Kasih Peringatan Keras, Nggak Ada Joki-Jokian

Sementara itu, SMP Negeri 6 Semarang melakukan inovasi di bidang literasi berupa peluncuran buku antologi puisi karya siswa. Kegiatan itu dilakukan di sela penerimaan rapor semester ganjil, Rabu (18/12).

Kepala SMP Negeri 6 Semarang Suparno mengatakan, ini kali pertama pihaknya menerbitkan buku karya siswa. Hal ini dikatakan sebagai tindak lanjut dari pencanangan sistem penjamin mutu literasi sekolah beberapa waktu terakhir. Antologi puisi ini diberi judul ”Goresan Samar yang Bermakna”.

”Kami menerbitkan 300 eksemplar buku dengan dana swadaya. Di dalamnya merupakan puisi-puisi pilihan karya para siswa yang diseleksi dan diambil 46 puisi terbaik,” kata Suparno.
Peluncuran buku dilakukan bersamaan dengan agenda deklarasi sekolah ramah anak yang dicanangkan Pemerintah Kota Semarang kepada 145 SMP negeri dan swasta di kota ini, termasuk SMP Negeri 6 Semarang. Buku itu juga dipajang di area lorong kelas bersama beberapa prakarya dan 120 hasil fotografi siswa sekolah berjuluk Spensix ini.

Baca juga:  Dua Kali Diperbaiki, Jalan di Bundaran Puri Anjasmoro Rusak Lagi

”Kami sengaja pajang agar para orangtua siswa bisa melihat bahkan yang berminat bisa membeli buku tersebut. Per bukunya kami hargai Rp 20 ribu untuk pengganti biaya cetak. Sebagian nantinya akan kami taruh di perpustakaan sekolah,” ungkap Suparno
Selain memperkaya literasi siswa, penjualan buku ini juga melatih siswa berwirausaha. Ke depan SMP Negeri 6 Semarang juga akan melanjutkan penerbitan buku berupa cerita pendek.

”Kami berharap kegiatan seperti ini membuat murid gemar menulis dan membaca. Sehingga mereka lebih produktif lagi saat SMA dan di perguruan tinggi. Kami juga senang hal ini mendapat perhatian dari perwakilan Dinas Pendidikan Kota Semarang yang datang ke sekolah,” tandas Suparno. (*/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya