alexametrics

Bebaskan Sekolah dari Vandalisme

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – SDN Plalangan 2 Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, mendeklrasikan diri menjadi Sekolah Ramah Anak pada Rabu (18/12). Ini dilakukan untuk mewujudkan sekolah sebagai tempat yang nyaman untuk siswa-siswi.
Mewujudkan sekolah ramah anak, kepala SDN Plalangan 2 Ary Sotyarini menekankan bahwa perlakukan kepada siswa-siswi bukan lagi sebagai objek pembelajaran. Melainkan sebagai subjek.

”Ini menjadi bentuk pengabdian pada dunia pendidikan. Orientasi pelaksanaan pembelajaran mengacu pada 8 Standar Nasional Pendidikan yang semuanya ramah anak,” ujarnya usai melakukan deklarasi bersama forkopimcam setempat.

Dalam pelaksanaannya, kepala sekolah juga terus meningkatkan kualitas guru agar semakin kreatif dalam kegiatan belajar mengajar. Dengan kreativitas tinggi, maka guru akan semakin efektif memancing kemampuan siswa.

Baca juga:  Penataan Johar Utara Tidak Sesuai Harapan Pedagang

”Jadi bukan hanya anak yang sebagai subjek, guru pun sebenarnya juga subjek itu sendiri. Jadi harus sama-sama meningkatkan kompetensi,” katanya.
Dijelaskan, selain menciptakan sekolah yang nyaman, tujuan diciptakannya sekolah ramah anak ini adalah untuk membebaskan sekolah dari vandisme, serta dari kekerasan baik fisik dan non fisik. Selain itu, juga untuk membebaskan lingkungan sekolah dari asap rokok, minuman keras dan napza.

”Kami juga bertekad membangun suasana sekolah sebagai komunitas pembelajar dan tempat pendidik setelah keluarga. Menciptakan lingkungan sekolah bebas pornografi dan pornoaksi,” ujarnya.

Ditambahkan, sudah semestinya anak merasa betah dan rindu dengan ruang kelas di sekolahnya. Hal ini dapat dilakukan ketika guru bisa memberikan rasa nyaman kepada siswa-siswinya. ”Sehingga menjadi pemicu semangat belajar. Tidak cemberut selama kegiatan belajar mengajar,” tandasnya. (sga/zal)

Baca juga:  Rayakan HUT, Gelar Berbagai Kegiatan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya