alexametrics

Pilwalkot Semarang, Golkar Survei Balon Wali Kota

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Menghadapi Pilwalkot Semarang 2020, Partai Golkar mulai memanasi mesin partai. Parpol ini pada 20 Desember 2019 mendatang akan menggelar workshop partai. Selain itu, Golkar juga akan melakukan konsultasi dengan para pakar dan pengamat politik.

Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Semarang Anang Budi Utomo mengatakan,  sejauh ini belum ada sosok yang akan diusung Partai Golkar dalam Pilwalkot Semarang September 2020 mendatang. Apakah akan mendukung calon petahana? Anang belum berani mengatakan hal tersebut.

Dalam pemilihan legislatif (pileg) lalu, Golkar hanya mendapatkan tiga kursi DPRD Kota Semarang dan kurang dari 20 persen keterwakilan suara. Praktis, Partai Golkar tidak bisa mengusung calon sendiri dalam Pilwalkot nanti. Sehingga harus berkoalisi dengan partai lain jika ingin mengusung calon.

Baca juga:  Fokus Genjot Tingkat Partisipasi

“Kami tidak melakukan penjaringan, tapi secara aktif kami berkomunikasi dengan partai lain. Kami ingin berpartisipasi aktif dalam Pilkada,” katanya.

Dikatakan Anang, penentuan arah politik di Pilwalkot nanti juga sebagai bentuk tanggung jawab atas perolehan suara dalam Pileg. Dalam pileg, Partai Golkar memperoleh 60 ribu lebih suara. “Konstituen kami harus diarahkan, mau mendukung siapa atau mendukung mana?” ujarnya.

Partai Golkar juga melakukan survei secara internal terkait aspirasi kader maupun masyarakat, serta bakal calon wali kota dan wakil wali kota yang diinginkan oleh mereka.  Hal yang menjadi harapan dan keinginan masyarakatlah yang akan disampaikan ke DPD Partai Golkar Jateng dan DPP Partai Golkar. “Apakah (calon) baru atau tidak, kami belum bisa ngomong,” katanya.

Baca juga:  Senin 30 Agustus, PTM Semarang Dimulai, Mix Luring dan Daring

Sementara itu, bakal calon wali kota petahana Hendrar Prihadi saat ini masih kuat diperbincangkan di kalangan masyarakat. Hendi –sapaan akrab Hendrar Prihadi—mengatakan, hingga kini masih menunggu keputusan rekomendasi dari DPP PDIP.

Ia belum dapat memastikan kapan rekomendasi dari DPP PDIP turun. “PDI Perjuangan biasanya menjelang detik-detik akhir. Tapi, belum tahu kalau nanti ada perubahan strategi DPP, mungkin di awal tahun untuk membuat calon punya waktu lebih lama, saya belum tahu,” ujar Hendi. (ewb/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya