alexametrics

Selundupkan Sabu ke Lapas, Disembunyikan di Anus

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG–Satuan Resese Narkoba Polrestabes Semarang berhasil mengungkap peredaran narkotika yang diduga melibatkan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kedungpane, Semarang. Yang mencengangkan, pelaku menyelundupkan sabu ke dalam lapas dengan disembunyikan di lubang anus. Bahkan, setidaknya sudah enam kali kurir narkotika ini berhasil menyelundupkan barang haram itu ke Lapas Kedungpane.

Tiga tersangka yang diamankan adalah Agung Wahyono (AW), 29; Ahmad Ridwan (AR) alias Kawok, 28, dan Suparwanto alias Aji, 27. Mereka tercatat sebagai warga Wonopolo dan Kedungpane, Kecamatan Mijen. Ketiganya kurir narkoba yang dikendalikan oleh Sinyo, narapidana di Lapas Kedungpane.

Kasus ini terungkap setelah anggota Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Semarang mendapatkan informasi dari masyarakat tentang adanya peredaran narkotika yang dilakukan oleh Agung Wahyono di wilayah Kota Semarang. Setelah dilakukan penyelidikan, petugas mencurigai dan melakukan penangkapan terhadap Agung Wahyono di daerah Wonolopo, Mijen, Minggu, (24/11) sekitar pukul 19.30.

“Saat dilakukan penangkapan, tersangka AW sedang bersama rekannya, AR. Ketika dilakukan penggeledahan, tidak ditemukan barang bukti. Namun dari hasil tes urine, keduanya positif mengonsumsi methamphetamine atau sabu,” ungkap Kasat Resnarkoba Polrestabes Semarang AKBP Yudy Arto Wiyono kepada Jawa Pos Radar Semarang di Mapolrestabes Semarang, Kamis (28/11).

Baca juga:  Dedikasikan Program BISA, Bangkitkan Pariwisata Kendal

Selanjutnya, keduanya diamankan di Mapolrestabes Semarang guna dilakukan pemeriksaan untuk pengembangan. Dari pengakuan kedua tersangka, mengakui menyimpan sabu di rumah Suparwanto alias Aji. Mendapat keterangan itu, petugas langsung melakukan penangkapan terhadap Suparwanto di rumahnya pada Senin (25/11) sekitar pukul 07.30.

“Dari hasil penggeledahan ditemukan sebuah tas kecil yang di dalamnya terdapat bungkusan plastik klip kecil berisi narkotika jenis sabu seberat 35 gram dan tiga plastik klip kecil berisi pil ekstasi warna abu-abu masing-masing 100 butir. Totalnya 300 butir pil ekstasi. Narkotika ini dikemas  dalam bungkus kopi,” katanya.

Barang haram tersebut dititipkan kepada tersangka Suparwanto oleh Agung Wahyono pada Kamis (21/11) lalu. Meski telah mengetahui barang tersebut narkotika, tersangka Suparwanto tidak menolak untuk dititipi lantaran mendapat imbalan Rp 300 ribu dan diajak mengonsumsi sabu secara gratis.

Baca juga:  Pengguna Narkotika Sebaiknya Direhabilitasi

“Pengakuan dari tersangka ini, barang tersebut rencana akan dikirim tersangka AW (Agung) masuk ke dalam Lapas atas perintah seseorang bernama Sinyo yang rencananya akan diedarkan di dalam Lapas,” paparnya.

Adapun pengiriman barang sabu dan pil ekstasi tersebut, dengan cara dimasukkan melalui anus atas perintah S alias Sinyo. Namun karena banyaknya jumlah sabu, Agung Wahyono pun mengajak tersangka Ahmad Ridwan untuk membantu ikut mengirimkan narkoba tersebut ke dalam Lapas Kedungpane melalui anus. “Caranya dimasukkan bungkus plastik setelah itu dimasukkan kondom, kemudian dimasukkan ke dalam dubur,” terangnya.

Modus yang dilakukan ini ternyata sudah berulang kali berhasil dilakukan. Biasanya, setelah berhasil masuk lapas, pelaku pura-pura ke kamar kecil pengunjung. Di situ keduanya mengeluarkan paket sabu, yang kemudian diserahkan kepada Sinyo. “Pelaku terus mencari celah kelengahan petugas. Ini di luar akal. Kalau paketannya besar, nanti mereka akan meminta tolong wanita ditaruh di alat kelaminnya,” katanya.

Baca juga:  Hendi Cat Ulang Kampung Pelangi

Tersangka Agung Wahyono mengatakan, barang tersebut didapatkan setelah mendapat perintah Sinyo melalui komunikasi handphone. Agung menyebutkan, barang itu diambil di suatu tempat yang sepi di daerah Ngaliyan. “Nanti ada tandanya, dipandu melalui telepon. Setelah itu akan diserahkan ke dia (S) lewat anus. Caranya saya masukkan ke dalam plastik diisolasi, kemudian dimasukan ke dalam kondom, lalu dimasukan ke dalam anus,” bebernya

Ia mengaku mendapat imbalan Rp 1 juta sampai Rp 2,5 juta per 50 gram. “Pelaku wanita juga pernah (menyelundupkan) dapat bayaran Rp 2,5 juta sekali antar,” akunya.

Atas perbuatannya itu, ketiga akan dijerat pasal 132 ayat (2) jo pasal 114 ayat (2) subsider pasal 132 ayat (1) jo 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara 5 tahun hingga hukumam mati. (mha/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya