alexametrics

Bandar Sabu Malaysia Manfaatkan Bandara untuk Selundupkan, Seperti Apa Modusnya?

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Bandar narkoba jenis sabu jaringan Malaysia-Jawa Timur sudah terlacak indentitasnya. Saat ini, petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah masih melakukan pengejaran. Jaringan ini memanfaatkan bandara di Jateng dalam menyelundupkan barang haram dari Negeri Jiran Malaysia.

“Kita masih melakukan pengejaran, titik-titik sudah kita identifikasi semua. Ada dua orang. Di Malaysia dan di Jawa Timur. Sempat di Madura, tapi sekarang sudah pindah di salah satu kota di Jawa Timur,” ungkap Kasie Intel BNNP Jateng Kunarto kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (27/11) kemarin.

Kunarto belum bersedia menjelaskan terkait lokasi di Jawa Timur yang diduga menjadi tempat persembunyian bandar narkoba lintas negara tersebut. Alasannya, masih dalam penyelidikan dan pengejaran.

Penyelidikan dilakukan setelah petugas BNNP Jateng menangkap kurir sabu seberat 2 kg di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani. Kurir yang juga perempuan panggilan itu diketahui bernama Vita, 18, warga Malang, Jawa Timur. Kemarin (27/11), barang bukti sabu tersebut telah dimusnahkan oleh petugas BNNP Jateng.

Baca juga:  Simpan Sabu di Sobekan Ikat Pinggang

Kunarto menjelaskan, tersangka Vita membawa barang haram itu dari Malaysia. Tersangka mengaku baru satu kali melakukan aksinya.

“Masih terus kita dalami. Vita difasilitasi oleh bandarnya dari Jawa Timur. Ia disuruh berangkat (ke Malaysia). Dia berangkat dari Surabaya ke Batam naik pesawat, kemudian ke Malaysia naik kapal fery. Pulangnya baru naik pesawat ke Semarang,” bebernya.

Sabu seberat 2 kg itu dibawa Vita dari Malaysia ke Semarang dengan menumpang pesawat Air Asia Fight dengan nomor penerbangan AK328, rute Kuala Lumpur – Bandara Internasional Ahmad Yani, Minggu (3/11) sekitar pukul 09.00. Barang sebanyak 2070 gram atau lebih dari 2 kilogram ini diselundupkan menggunakan alat oven roti atau microwave.

“Sebelum pengungkapan ini juga pernah mengamankan dua kurir wanita dari Kuala Lumpur turun ke Surakarta, dengan barang bukti sabu 2 kg, tahun 2017. Kemudian tahun 2018 juga kita ungkap dari Bangkok ke Semarang, kurirnya wanita juga,” jelasnya.

Baca juga:  Pendataan Terhambat, Pedagang Pasar Johar Kesulitan Input Data secara Online

Kemarin, barang bukti sabu tersebut telah dimusnahkan menggunakan mesin incinerator di halaman Kantor BNNP Jateng. Pemusnahan dilakukan dengan menghadirkan tersangka Vita, yang kemarin banyak menundukkan kepala.

“Pengakuannya, baru sekali aksi dan mendapat upah sebesar Rp 20 juta. Dari pemusnahan ini, setidaknya BNNP Jateng telah menyelamatkan lebih dari 12 ribu anak bangsa dari penyalahgunaan narkoba,” ungkap Plt Kabid Pemberantasan BNNP Jateng, Susanto.

Selain pemusnahan barang bukti sabu, BNNP Jateng juga melakukan pemusnahan barang bukti pengungkapan di Kendal, Minggu (20/11) sekitar pukul 22.00. Dari pengungkapan ini, petugas mengamankan seorang kurir berinisial SGT di Perumahan Mutiara Indah Kendal, dengan barang bukti sabu seberat 317 gram.

Baca juga:  Sabu Dibungkus Plastik Warna Hitam, Dilempar ke Lapas Kedungpane

Dari hasil pengembangan, kurir ini dikendalikan oleh seorang narapidana yang mendekam di Lapas Kedungpane Semarang bernama Fepri Suwelo Aji. Selanjutnya BNNP Jateng berkoordinasi dengan petugas lapas. Saat dilakukan penggeledahan di sel Febri ditemukan dua handphone yang digunakan bersangkutan untuk mengendalikan SGT.

“Yang bersangkutan juga sudah di proses Polda Jateng, sudah P21, dan kita tangkap lagi. Ini menandakan bahwa perlu kerja keras karena pengedar tidak pernah jera. Kita terus berupaya menekan sekeras mungkin narkotika yang masuk ke Jawa Tengah,” tegasnya. (mha/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya