alexametrics

Kasus Dugaan Suap, Tiga Jaksa Kejati Jateng Ditahan, Siapa Saja?

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG -Tiga tersangka dan barang bukti perkara dugaan suap dan pemerasan terhadap pemilik sekaligus Komisaris PT Suryasemarang Sukses Jayatama (SSJ) Surya Soedarma bin Lie Tjek Jauw resmi dilimpahkan penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) ke Penuntut Umum Kejari Kota Semarang, Senin (25/11). Ketiganya adalah jaksa Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah nonaktif, yakni mantan Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jateng Kusnin,  mantan Kasi Penuntutan pada Tipidsus Kejati Jateng M Rustam Effendy dan mantan Staf TU Kejati Jateng Benny Chrisnawan.

Kepala Kejari Kota Semarang Sumurung Pandapotan Simaremare membenarkan pihaknya telah menerima pelimpahan ketiga tersangka tersebut. Dalam kasus itu, diakuinya, masih tahap pemeriksaan. Adapun tim yang datang dari Kejagung sebanyak 11 jaksa. Untuk selanjutnya, pihaknya, akan menitipkan ketiganya ke Rumah Tahanan (Rutan) Salatiga. Dengan alasan keamanan ketiganya, sehingga tidak mengganggu proses perkaranya.

“Selanjutnya sama seperti perkara umumnya, tinggal pelimpahan ke pengadilan dan persidangan, secepatnya kami limpahkan. Jaksa yang menangani ada 13 jaksa gabungan dari Kejagung, Kejati dan Kejari. Nanti dari Kejari Semarang diwakili jaksa Niam,” kata Sumurung Pandapotan Simaremare didampingi Kasi Intelijen Subagyo Wijaya.

Baca juga:  Kajati Jateng Ajak Optimalkan Pembangunan SDM

Dikatakannya, dalam pelimpahan itu, setelah dilakukan pengecekan dokter, ketiga tersangka juga dalam kondisi sehat. Terkait kabar Kusnin menderita stroke, Sumurung membantahnya.

Dalam kasus ini, lanjutnya, nantinya apakah ketiganya diperiksa bersamaan atau dipisah tergantung jaksa. “Ini masih proses perhitungan barang bukti. Nanti ketiganya dijerat Pasal 12 a dan 12 b, pasal 11 dan pasal 5. Rencana dakwaannya di kejagung, kita hanya tahap 2 di sini,”jelasnya.

Pihaknya mengaku, dalam kasus itu sudah ada empat tersangka. Selain ketiganya, juga ada tambahan satu tersangka lagi, Surya Soedarma. Sedangkan pengacaranya, Alvin Suherman, diakuinya, masih berproses di perkara lain yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sehingga menunggu perkara tersebut berkekuatan hukum tetap.

“Iya SS (Surya Soedarma) sudah tersangka, tapi belum tahap dua. Yang jelas secepatnya kami limpahkan,”sebutnya.

Kuasa hukum Benny Chrisnawan, Dany Sriyanto enggan berkomentar terkait kasus kliennya. Ia meminta langsung menanyakan ke kliennya.

Data dari sejumlah sumber yang beredar menyebutkan, Kusnin dijadikan tersangka sejak 31 Juli 2019 berdasarkan surat perintah penyidikan (Sprintdik) Nomor Print-25/F.2/Fd.1/07/2019. Sedangkan pasal disangkakan kepada mantan Kajari Pati ini yaitu melanggar pasal 12, pasal 5 dan pasal 11 Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 KUHP.

Baca juga:  Saking Jujurnya, sampai Tak Punya Rumah dan Tanah

Informasi yang diterima Jawa Pos Radar Semarang, kasus itu awalnya diduga terjadi permintaan uang oleh oknum kejaksaan sebesar USD 10.000. Dalam permintaan uang itu dikabarkan sudah tersadap oleh KPK yang tengah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Aspidum Kejati DKI Jakarta nonaktif Agus Winoto dan pengacara Alvin Suherman dalam kasus dugaan suap penanganan perkara di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta. Sedangkan Alvin Suherman kebetulan juga menangani kasus kepabeanan dengan terdakwa Surya Soedarma. Kasus kepabeanan dengan terdakwa Surya Soedarma ini ditangani jaksa gabungan dari Kejati Jateng dan Kejari Kota Semarang.

Terkait temuan itu, Kejagung telah mengirim surat ke Kejati Jateng pada 26 Juli 2019 lalu. Surat Nomor B.1090/F.2iFd 1/07/2019 itu bersifat segera dan ditandatangani Jaksa Utama Madya Dr A Agung Putra atas nama Jaksa Agung Muda Tidak Pidana Khusus Direktorat Penyidikan atas nama penyidik. Isi surat itu intinya meminta Kejati Jateng membantu memanggil jaksa-jaksa yang bertugas di lingkup Kejati Jateng dan Kejari Kota Semarang untuk dimintai keterangan sebagai saksi terkait dengan penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam penanganan perkara tindak pidana kepabeanan atas nama terdakwa Surya Soedarma.

Baca juga:  Eks Direktur Perusda Aneka Usaha Dituntut 1 Tahun 2 Bulan

Dasarnya adalah surat perintah penyidikan Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Print-21/F.2/Fd.1/07/2019 tanggal 26 Juli 2019. Berdasarkan surat tersebut, tujuh jaksa dipanggil dan diperiksa. Mereka adalah Kepala Kejari Kota Semarang Dwi Samudji, Staf TU Kejati Jateng Benny Chrisnawan, Jaksa Fungsional di Aspidsus Kejati Jateng Dyah Purnamaningsih, dan Jaksa Fungsional di Aspidsus Kejati Jateng Mursriyono. Empat jaksa tersebut dimintai keterangan Selasa (30/7) lalu. Sedangkan Kasi Penuntutan di Aspidsus Kejati Jateng M Rustam Effendy, Kasi Eksekusi dan Eksaminasi Kejati Jateng Adi H Wicaksono, dan Bendahara Pengeluaran Kejari Semarang Sukanti dimintai keterangan sebagai saksi pada Rabu (31/7) lalu. (jks/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya