alexametrics

2.626 Berkas CPNS Tak Penuhi Syarat, 8 Formasi Lainnya Tak Diminati Pelamar

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Hingga hari terakhir pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah masih ada delapan formasi yang kosong. Formasi tersebut adalah tiga Ahli Pertama – dokter spesialis anestesi, dua pengelola irigasi, satu pengawas kependudukan dan dua pengelola bimbingan sosial.

Formasi tersebut mensyaratkan pendidikan dokter spesialis anestesiologi untuk dokter spesialis anestesi,  D-III Teknik Pengairan untuk pengelola irigasi, S1 Kependudukan/ S1 Demografi untuk pengawas kependudukan dan D-III Kesejahteraan Sosial untuk pengelola bimbingan sosial. ”Seandainya sampai akhir tidak ada pelamar akan dibiarkan kosong,” jelas Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Tengah, Wisnu Zaroh.

Berdasar hasil rekapitulasi, jumlah pendaftar seleksi CPNS Pemerintah Provinsi Jawa Tengah 2019 sebanyak 47.325 orang. Jumlah tersebut terbagi 21.675 pada tenaga pendidikan, 5.077 tenaga kesehatan, dan 20.573 tenaga teknis.  Ini sampai dengan 25 November 2019 pukul 09.00. Dan terakhir sampai pukul 00.00 nanti,”  ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dari jumlah tersebut, 18.930 berkas dinyatakan memenuhi syarat. Sementara 2.626 tidak memenuhi syarat. Sebanyak 50 berkas masih pending dan 25.719 di antaranya belum dilakukan verifikasi.

Baca juga:  Usulan Formasi CPNS Perkebunrayaan Dikabulkan

Dijelaskan lebih lanjut, pada pendaftaran CPNS Jawa Tengah tahun ini, tiga formasi paling diminati adalah Ahli Pertama – guru Bahasa Inggris. Tercatat ada sebanyak 2.001 pelamar. Sebanyak 1.970 orang melamar melalui jalur umum, 25 orang dari jalur lulusan terbaik dan disabilitas 6 orang.

Formasi yang diminati selanjutnya adalah Ahli Pertama – guru matematika. Jumlah pendaftar sebanyak 1.914 orang dengan rincian 1.893 orang melamar dari jalur umum, 15 jalur lulusan terbaik dan 6 jalur disabilitas. ”Terbanyak ketiga adalah formasi pelaksana/terampil – perawat dengan jumlah pendaftar sebanyak 1.686 orang. Semuanya dari jalur umum,” bebernya.

Sementara itu, rekrutmen CPNS 2019 di Kota Semarang tidak ada satupun formasi untuk tenaga kesehatan. Padahal sampai sekarang Pemkot Semarang masih membutuhkan tenaga kesehatan. Solusinya, dengan pengangkatan tenaga medis (tendis) Non Aparatur Sipil Negara (ASN). “Untuk rekrutmen Non ASN dari Dinkes masih belum boleh sampai 2024,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moch Abdul Hakam, Senin (25/11).

Meski begitu, pihak Dinkes Kota Semarang memperbolehkan masing-masing puskesmas melakukan rekrutmen Non ASN. Hal itu dikarenakan status semua puskesmas di Kota Semarang saat ini sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). “Kalau BLUD masih boleh, tetapi kalau dinas kan belum boleh,” ujarnya.

Baca juga:  Putra-Putri Domsav Kenali Potensi Diri

Karenanya, ia menyerahkan sepenuhnya keputusan untuk rekrutmen Non ASN tenaga medis kepada masing-masing BLUD. Rekrutmen itupun nantinya disesuaikan dengan kondisi keuangan dari BLUD itu sendiri. Sehingga tidak semua puskesmas di Kota Semarang akan melakukan perekrutan. Saat ini, total ada 37 puskesmas yang berada di dalam naungan Dinkes Kota Semarang. Semuanya berstatus BLUD. Karena sudah berstatus BLUD, maka semua pendapatan dan pengeluaran itu dibebankan kepada mereka sendiri.

Berubahnya status puskesmas menjadi BLUD menjadikan masing-masing dari mereka harus bisa menghidupi diri sendiri. Sehingga masing-masing puskesmas akan berlomba-lomba memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. Dikatakan Hakam, kondisi puskesmas di Kota Semarang saat ini berbeda-beda.

Khususnya puskesmas yang berada di tengah kota. Pastinya memiliki kondisi keuangan yang lebih baik jika dibandingkan dengan puskesmas di wilayah pinggiran, seperti Gunungpati. Hal itulah yang membuat nantinya tidak semua puskesmas akan melaksanakan seleksi Non ASN.

Baca juga:  Dokter Spesialis Sepi Pelamar

“Nantinya para Non ASN mereka itu akan digaji menggunakan dana BLUD tidak APBD maupun APBN jika melakukan rekrutmen Non ASN,” ujarnya.

Ia mengakui jika memang saat ini kebutuhan tenaga medis di Pemkot Semarang sudah mendesak. Meski diperbolehkan melakukan rekrutmen sendiri, ia berharap masing-masing BLUD puskesmas tetap mengedepankan sisi profesionaltas. Misalnya, setiap tenaga medis tetap ditempatkan di bidang medis. Tidak masuk ke dalam urusan manajemen puskesmas.

“Seperti halnya bidan, jangan sampai jadi admin atau akuntan. Tetap harus diposisikan di bidan, itu harus profesional,” katanya.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Komisi D DPRD Kota Semarang Anang Budi Utomo menuturkan jika saat ini kebutuhan tenaga medis memang mendesak. “Apalagi setelah diketahui dalam formasi CPNS 2019 ini tenaga medis dan kesehatan di Kota Semarang tidak ada,” ujar politisi Partai Golkar ini.

Ia meminta hal tersebut harus dipikirkan oleh dinas terkait. Supaya pelayanan kesehatan kepada masyarakat Kota Semarang tetap bisa optimal. (sga/ewb/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya