alexametrics

Ini Keistimewaan Kethoprak Gaul Unnes hingga Tiketnya Ludes Terjual

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG–Festival Kethoprak Gaul 2019 tarik perhatian generasi milenial. Tiket masuk acara yang digelar oleh mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Jawa angkatan 2017 Universitas Negeri Semarang (Unnes) itu ludes terjual. Gedung B6 FBS Unnes sebagai tempat berlangsungnya acara nyaris tak memadai.

Ketua panitia, Viqri Khaikal menungkapkan bahwa dirinya senang melihat penonton yang didominasi generasi milenial. Menurutnya, merupakan keberhasilan mendekatkan kethoprak kepada generasi masa kini.

“Biasanya hanya kethoprak, tapi kami sengaja menggunakan kata ‘Gaul’ untuk menarik kalangan muda. Saya rasa upaya itu cukup berhasil. Buktinya tiket ludes. Saya sekaligus meminta maaf kepada penonton yang tak mendapat tempat duduk,” kata Vikri kepada Jawa Pos Radar Semarang usai acara, Minggu (23/11).

Baca juga:  Unnes Gelar Pentas Virtual Terlama

Viqri menuturkan Kethoprak Gaul tidak mengubah ruh kethoprak. Tetapi hanya menyajikan isi cerita yang hidup di kalangan remaja. Selain itu, properti panggung yang digunakan juga berkonsep masa kini. Ada lima cerita yang ditampilkan yakni Kembang Puthat Selawe, Sumpah Satyasmara, Pembayun, Kagiwang Rasa, dan Sang Ra Kuti.

“Soal pakaian masih seperti halnya kethoprak pada umumnya. Hanya pada isi cerita dan properti yang mengusung konsep masa kini. Itupun masih kami masukkan tatanan, tuntunan yang bisa dipetik sebagai pesan moral,” tuturnya.

Sementara itu, Ninik Puspito Asri, salah satu panitia Festival Kethoprak Gaul 2019 mengatakan bahwa panitia tidak menyangka tiket akan ludes terjual. Sempat menambah kuota tiket on the spot, dan tetap ludes terjual.

Baca juga:  Pelatihan Penulisan Jawa Pos Radar Semarang dan UNNES

“Kethoprak Gaul ini akan berlangsung dua hari. Kami tak menyangka di hari pertama terjual 900 tiket lebih. Padahal, kami menargetkan 1000 tiket untuk dua hari,” katanya
Dirinya optimistis di hari kedua penonton juga seramai hari pertama. Antusiasme penonton hari kedua tak akan kalah dari hari pertama.

“Saya sangat optimistis. Sebab penampilan di hari kedua ini bersamaan dengan penutupan Bulan Bahasa dan Seni yang rangkaian acaranya sudah dimulai sejak Oktober lalu. Tentu itu akan berpengaruh juga untuk Festival Kethoprak Gaul 2019,” pungkasnya. (cr1/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya