alexametrics

Tahun 2020, Terminal Terboyo Difungsikan, Dilengkapi Penginapan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Pemkot Semarang terus mengebut proses pembangunan Terminal Terboyo. Dimana dalam pembangunannya ditargetkan akhir 2019 ini sudah selesai. Saat ini, proses sudah menyentuh 98 persen. Artinya, tinggal beberapa finishing di beberapa titik.

Sekretaris Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang, Mohammad Irwansyah menuturkan jika akhir Desember pembangunan terminal Tipe C ini sudah rampung. “Kami targetkan awal 2020 ini sudah mulai berfungsi,” ujar Irwansyah, Sabtu (23/11).

Terminal itu nantinya akan memberikan multi pelayanan. Di antaranya sebagai pangkalan truk, gudang, bengkel, penginapan, serta dilengkapi shelter Pedagang Kaki Lima (PKL).

Proyek Terminal Terboyo sendiri merupakan multiyears, yang dikerjakan bertahap. Di 2019 ini Pemkot Semarang menggelontorkan anggaran APBD untuk reviitalisasi Terminal Terboyo sebesar Rp 69,4 miliar.

Baca juga:  PKS Tegaskan Masih Mesra dengan PDIP di Kota Semarang

Dijelaskan Irwansyah, setelah nanti jadi, pengelolaannya akan diserahkan ke Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang. “Setelah jadi, nanti pengelolaannya dari Dinas Perhubungan segera membentuk unit pengelola. Supaya bangunan ini bisa bermanfaat termasuk PKL juga,” tuturnya.

Namun, meski sudah mendekati selesai, masih saja persoalan klasik harus segera diselesaikan oleh Pemkot Semarang di Terminal Terboyo. Persoalan tersebut adalah masih banyaknya bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) maupun Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) yang masih kerap mangkal mencari penumpang di terminal tersebut.

Tentunya keberadaan mereka akan merusak fungsi dari Terminal Terboyo setelah direvitalisasi. Dalam hal ini, Irwansyah meminta Dishub Kota Semarang untuk memperhatikan persoalan itu. Menurutnya, Dishub Kota Semarang harus terus mensosialisasikan maupun melakukan operasi terhadap bus-bus tersebut.

Baca juga:  Jelang Nataru, Harga Sembako Masih Landai

Supaya tidak mangkal di Terminal Terboyo setelah nanti jadi dan beralih fungsi. Terkait hal itu, Dishub Kota Semarang mengaku sudah kerap mensosialisasikan kepada para awak bus AKAP maupun AKDP.

Terpisah, Kabid Pengendalian dan Penertiban Dishub Kota Semarang, Danang Kurniawan mengatakan bahwa pihaknya akan terus menyosialisasikan kepada para pengusaha truk. Tentunya supaya mereka tidak parkir di sembarang tempat jika Terminal Terboyo baru sudah dapat difungsikan. “Kalau terminal sudah jadi, maka kami dorong truk-truk untuk masuk kesana,” kata Danang.

Patroli rutin juga akan tetap dilakukan agar para awak truk tertib. Diakui Danang, selama ini Dishub memang masih kerap menjumpai truk besar mangkal di sembarang tempat. Namun, penindakan belum dapat dilakukan secara maksimal lantaran Pemkot belum memiliki terminal angkutan barang untuk menampung mereka. Jika terminal tersebut dapat difungsikan, kebijakan penderekan akan mulai diterapkan bagi awak truk yang parkir di tepi jalan.

Baca juga:  Tangis Haru Warnai ‘Ritual’ Basuh Kaki Ibu

Adapun luas lahan dari Teminal Terboyo yang dibangun pada 1985 adalah 22 ribu meter persegi. Saat ini proses pembangunan terus dikebut. Sebelum berubah menjadi tipe C, terminal itu merupakan terminal penumpang tipe A. (ewb/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya