alexametrics

Buru Bandar Narkotika Jaringan Malaysia-Jatim

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Narkotika jenis sabu sebanyak 2 kilogram yang dibawa oleh wanita panggilan bernama Vita, 18, warga Malang merupakan milik jaringan Malaysia-Jawa Timur (Jatim). Identitas pelaku atau bandar narkotika ini telah diketahui petugas Badan Narkotika Nasional Propinsi (BNNP) Jateng. Saat ini masih dalam pengejaran.

“Bandarnya dari Madura Jatim. Yang menyuruh dia berangkat (ke Malaysia) dan memfasilitasi. Kemudian yang di Malaysia juga sama, orang Jatim juga. Dia memiliki jejaring dengan sindikat,” ungkap Kasie Intel BNNP Jateng, Kunarto kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Dari hasil penyelidikan, Kunarto mengatakan bahwa jaringan narkotika kelompok ini telah menjalankan bisnis haram lebih dari dua tahun. Pihaknya menyebutkan, jaringan ini sama dengan sindikat yang pernah diungkap di Solo pada tahun 2017 dengan barang bukti narkotika jenis sabu sebanyak 2 kg. Narkotika ini dari Malaysia yang dibawa ke Indonesia oleh dua kurir wanita.

Baca juga:  Rem Blong, Truk Fuso Hajar Enam Kendaraan di Jalan Perintis Kemerdekaan

“Dua kurir wanita dari Kuala Lumpur, turun ke Surakarta. Terus yang kedua sekarang ini. Dua perkara ini, tahun 2018 lalu, kami ungkap dari Bangkok ke Semarang, kurirnya wanita juga,” katanya.

Wanita panggilan yang ditangkap dengan barang bukti sabu sebanyak 2.070 gram atau lebih dari 2 kilogram. Barang itu diselundupkan menggunakan alat oven roti atau microwave. Namun, berkat kejelian petugas, penyelundupan barang ini berhasil digagalkan. Barang bukti yang turut diamankan adalah paspor.

“Kalau dianya (Vita) sebagai pelaku, baru satu kali. Kami buktikan dari paspor dia. Tapi dia menggunakan rute memutar. Berangkat dari Surabaya ke Batam naik pesawat, kemudian ke Malaysia naik Kapal Fery, untuk mengelabuhi petugas. Terus dia pulangnya baru naik pesawat ke Semarang, tujuan Surabaya. Dia memilih jalur yang aman, dipilih rute itu,” bebernya.

Baca juga:  Besok Hari Terakhir Pendaftaran, Baru Diminati 10 Calon Kepala OPD

Kunarto menilai Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang masih rawan digunakan sebagai rute transaksi atau peredaran narkotika jaringan internasional. “Masih rawan. Dari dua pengungkapan itu sama, menjadi rute yang aman untuk dilalui. Harus waspada juga,” tegasnya.

Terkait antisipasi yang dilakukan, Kunarto mengatakan akan terus meningkatkan kewaspadaan bersama dengan tim interdiksi. Selain itu, berencana membuat ruang khusus pengamatan di dalam Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang.

Sebelumnya diberitakan, seorang wanita bernama Vita alias V, 18, warga Malang Jatim ditangkap petugas gabungan Bea Cukai Tanjung Emas Semarang dan Badan Narkotika Nasional Propinsi (BNNP) Jateng. Sebab wanita ini terbukti melakukan penyelundupan narkotika jenis sabu sebanyak 2.070 gram atau 2 kilogram dari Malaysia ke Semarang.

Baca juga:  Tiga Jam Sebelum Keberangkatan, Calon Penumpang KA Sudah Harus Rapid Test

Wanita ini ditangkap petugas Bea Cukai Tanjung Emas Semarang saat turun dari pesawat di kedatangan Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Minggu (3/11) sekitar pukul 09.00. Dari Malaysia, V ke Semarang sebagai penumpang pesawat Air Asia Fight dengan nomor penerbangan AK328, rute Kuala Lumpur-Semarang. Informasi yang diperoleh, Vita merupakan wanita panggilan. (mha/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya