alexametrics

Tali Asih PSK GBL Lebih Tinggi dari SK, Kok Bisa?

Artikel Lain

ADAR SEMARANG.ID, SEMARANG – Setelah menutup Lokalisasi Sunan Kuning, kini giliran Lokalisasi Gambilangu (GBL) akan ditutup oleh Pemkot Semarang. Penutupan lokalisasi yang berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Kendal tersebut akan dilakukan pada 19 November 2019 mendatang. Seperti halnya di Sunan Kuning, para wanita pekerja seks (WPS) di lokalisasi ini juga akan diberikan tali asih.

Kepala Dinas Sosial Kota Semarang Munthohar mengatakan, tali asih yang diberikan kepada WPS Gambilangu berbeda dengan yang ada di Sunan Kuning.

Adapun besaran tali asih yang akan dibagikan sebesar Rp 6 juta per orang atau lebih besar Rp 1 juta dibanding WPS Sunan Kuning. “Kalau WPS Sunan Kuning tali asihnya dari APBD Pemkot Semarang, sedangkan di Gambilangu dari Kementerian Sosial (Kemensos) langsung,” ujar Munthohar kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (15/11).

Baca juga:  Optimistis Perekonomian Semarang akan Segera Bangkit

Dalam pembagian tali asih ini, lanjut dia, Kemensos bekerjasama dengan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Yayasan At Tauhid. Sehingga segala bentuk penyaluran dana akan dilakukan yayasan tersebut. “Dinsos hanya bertugas memfasilitasi penutupan,” katanya.

Dikatakan Munthohar, kenapa dipilih tanggal 19 November, hal itu sesuai arahan dari Direktur Rehabilitasi Sosial Kemensos. Untuk persiapan penutupan, pihaknya saat ini terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kendal.  Hal ini mengingat sebagian kawasan Gambilangu masuk wilayah Kabupaten Kendal. “Untuk Pemkot Semarang sendiri, kami sudah siap melakukan penutupan. Namun kami masih melakukan koordinasi dengan Pemkab Kendal,” ujarnya.

Berdasarkan data Dinsos Kota Semarang, jumlah WPS di Gambilangu yang masuk wilayah Kota Semarang mencapai 126 orang. “Seremonial nanti ada, seperti saat penutupan Sunan Kuning. Untuk GBL nanti akan diadakan di Terminal Mangkang,” ujarnya.

Baca juga:  Jateng Paling Aman dan Kompetitif untuk Berinvestasi

Menurut Munthohar, penutupan lokalisasi Gambilangu merupakan bentuk memerangi prostitusi di Kota Semarang. Dikatakannya pula, pihaknya selama ini juga sudah memberikan pelatihan keterampilan kepada para WPS di Gambilangu.

“Sehingga mereka juga memiliki skill keterampilan seperti menjahit, itu bisa mereka gunakan ketika sudah tidak berkecimpung di dunia itu lagi,” tuturnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto.

Dikatakan Fajar, pihaknya juga akan melakukan pengawalan dalam proses penutupan Lokalisasi Gambilangu. Sama dengan di Lokalisasi Sunan Kuning, pihaknya juga akan mendirikan pos pantau dikawasan Gambilangu.

“Meski jumlah WPS-nya tidak sebanyak di Sunan Kuning, namun harus tetap kita awasi,” ujar Fajar.

Baca juga:  Ada Isu Tali Asih Rp 10,5 Juta

Dihubungi terpisah, Ketua Yayasan Rehabilitasi At Tauhid Singgih Yongki Nugroho mengatakan, setiap WPS akan mendapatkan dana bantuan sosial melalui rekening masing-masing sebesar Rp 6 juta.

Adapun rincian tali asih tersebut yaitu dana transportasi sebesar Rp 250 ribu, dan dana jaminan hidup sebesar Rp 750 ribu. Sedangkan sisanya Rp 5 juta merupakan dana usaha ekonomi produktif. “Untuk pembuatan rekening bank sudah, nanti pada tanggal 19 November akan dilakukan penyerahan buku rekening dan ATM kepada WPS,” katanya. (ewb/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya