alexametrics

Kelurahan di Tepi Laut Jawa Sudah Aman, Benarkah Karena Program Kotaku?

Artikel Lain

RADAR SEMARANG.ID, PEKALONGAN – Wilayah pesisir Kota Pekalongan kini memiliki jalan anti-kumuh. Setelah jalan yang ada di RW 9 dan RW 10 Kelurahan Panjang Baru, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan dari Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) resmi dibuka.

“Puluhan tahun sebagian wilayah di Panjang Baru sering tergenang banjir rob. Dengan adanya Program Kotaku yang masuk ke Kota Pekalongan yakni beberapa kelurahan yang ada di wilayah pesisir Laut Jawa sudah aman,” ucap Wali Kota Pekalongan, HM Saelany Machfudz SE didampingi Plt Asisten pemerintahan Ir Budiyanto MPi MHum, Plt Kepala Dinperkim, Muhammad Sahlan SH MM, Camat Pekalongan Utara, Lilik Murdiyanto SH, dan sebagainya setelah meresmikan jalan Program Kotaku, Jumat (15/11).

Baca juga:  Tangkap Enam Remaja Bawa Sajam

Saelany juga berharap kondisi jalan yang ada ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar, kelurahan Panjang Baru, Panjang Wetan, Krapyak, Bandengan, Padukuhan Kraton, Tirto, dan Poncol. Yang utamanya dalam menopang perekonomian warga.

Dikatakan lebih lanjut, Pemerintah Kota Pekalongan menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Pusat dan Provinsi yang senantiasa memperhatikan kondisi infrastruktur di wilayah Kota Pekalongan sehingga usaha kita dalam pengentasan wilayah kumuh di Kota Pekalongan dapat segera terealisasi.

“Program Kotaku menjadi upaya strategis Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk mempercepat penanganan permukiman kumuh di Indonesia yang mendukung gerakan 100-0-100 yaitu 100 persen akses universal air minum, 0 persen permukiman kumuh, dan 100 persen akses sanitasi layak,” tandas Saelany.

Baca juga:  Tekan Kasus Kekerasan, Sudah Bentuk 46 JPPA

Saelany berpesan kepada seluruh warga agar dapat menjaga dan merawat jalan dengan baik karena segala fasilitas dari pemerintah tidaklah mungkin dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan tanpa adanya dukungan dari warga untuk sama-sama merawat dan memelihara.

Selain itu juga mengimbau kepada seluruh warga untuk tidak membuang sampah sembarangan karena hal ini dapat memicu timbulnya masalah baru, salah satunya adalah banjir yang bisa saja datang sewaktu-waktu.

“Saat ini kita sudah memasuki musim penghujan, kami harapkan warga dapat saling mengingatkan dan menegur apabila ada warga yang sengaja membuang sampah sembarangan,” pungkas Saelany. (han/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya