alexametrics

Warganya Hobi Pelihara Burung, Dadapsari jadi Kampung Manuk

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi siap mengembangkan potensi Kampung Arab sebagai salah satu tujuan wisata. Hal ini disampaikan Hendi, sapaan akrab wali kota saat  jalan sehat bersama warga Kelurahan Dadapsari, Semarang Utara Kamis (14/11) pagi.

Panjenengan itu punya peninggalan sejarah, yaitu Masjid Layur. Orang itu pasti ingin ke Masjid Layur. Kenapa? Karena masjid ini tertua kedua se-Indonesia,” ungkap Hendi.

Perbaikan kawasan Kampung Arab di mana Masjid Layur atau Masjid Menara ini akan dikerjakan pasca revitalisasi Kota Lama. Usai finishing tahun 2020. “Sekarang sudah hampir jadi (revitalisasi Kota Lama). Setelah itu bergeraknya ke arah Kampung Arab, Pak Menteri pun sudah setuju,” jelas Hendi.

Baca juga:  Anggar Jateng Gagal Sapu Bersih

Dengan adanya program revitalisasi atau perbaikan yang memperoleh dukungan dari Menteri PUPR, Hendi berharap wilayah Layur akan semakin cantik.

Selain mengembangkan potensi sejarah dan bangunan cagar budaya, Hendi juga menyatakan pentingnya program kampung tematik yang digagas setiap kelurahan untuk dikembangkan. “Kampung tematik ini bukan hanya untuk seremoni. Kalau sudah selesai semua mau kita promosikan. Kita jual di luar Kota Semarang. Supaya orang dari luar Semarang punya berbagai pilihan wisata.” tegas Hendi.

Kampung tematik di Dadapsari yang dikembangkan yakni Kampung Manuk (Burung). Tema ini dipilih karena warganya memiliki hobi memelihara burung.  Sehingga Hendi meminta kampung tematik ini dikembangkan agar semakin ramai dan ada transaksi ekonomi yang nantinya bisa menjadi sumber penghasilan warga.

Baca juga:  Sebelum Meninggal, Bos Blue Star Sempat Minta Dibelikan Kelapa Muda

Menurut Hendi, kondisi lingkungan di Kelurahan Dadapsari telah banyak mengalami kemajuan. Sehingga kini jarang dijumpai adanya rob dan banjir. “Saya selalu ingat, dulu 2012, 2013, 2014, setiap tahun saya pakai mobil jeep belakangnya berisi sembako, berkeliling Dadapsari soalnya banjir terus.” kenang Hendi. Kini saat pihaknya berkeliling Dadapsari beberapa kali sudah berbeda, karena rob tidak masuk lagi ke kawasan pemukiman.

Untuk itu, politikus PDIP ini mengajak masyarakat untuk merawat lingkungan dengan menjaga kebersihan. “Monggo dibuat kerja bakti, bagaimana caranya warga semangat gemregah, misalnya dilombakan, setiap bulan atau setiap tahun dilombakan.” pesannya.

Hendi juga berharap agar semakin banyak upaya untuk menciptakan lingkungan bersih dan sehat sehingga banjir dan rob tidak kembali memasuki pemukiman warga Dadapsari. (*/zal)

Baca juga:  Jaga Lahan Pertanian Jateng 980 Ribu Hektare

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya