alexametrics

Wow, Keren! Kawasan Kota Lama akan Jadi Warisan Dunia

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG–Peraturan daerah (Perda) yang mengatur tentang Kota Lama saat ini tengah direvisi. Terutama yang terkait dengan visi Kota Lama yang akan menjadi warisan dunia.

“Saat ini pansus tengah menyelesaikan revisi perda nomor 8 tahun 2003 tentang RTBL Kota Lama,” ujar Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) Kota Lama, Suharsono, Rabu (13/11).

Dikatakannya, perkembangan Kota Lama Semarang saat ini semakin pesat. Tidak saja sukses direvitalisasi, tapi juga mampu menarik kunjungan masyarakat. Selain itu, sejumlah bangunan tua di Kota Lama sudah banyak yang difungsikan untuk berbagai kegiatan seperti rumah makan, cafe, ruang pertunjukan dan lainnya.

Tentu saja perubahan ini harus disesuaikan dengan RTBL Kota Lama. Untuk itu, Pemkot bersama DPRD Kota Semarang sedang merevisi perda nomor 8 tahun 2003 tentang RTBL Kota Lama. “Kami punya visi mewujudkan situs Kota Lama menuju kota warisan dunia,” ujarnya.

Baca juga:  Penampakan Wanita Muka Berdarah, Mata Merah Melotot

Untuk mewujudkan visi tersebut maka ada sejumlah langkah yang harus dilakukan. Pertama dalah melindungi aset-aset bangunan, infrastruktur bersejarah dan lingkunganya.
Kedua yaitu menyusun dan menerapkan peraturan dan kebijakan dalam pengelolaan situs Kota Lama.

“Terakhir adalah memanfaatkan potensi lingkungan, ekonomi, sosial budaya yang ada pada situs Kota Lama sebagai modal awal dan motor penggeraknya,” ujarnya.

Mengenai luasan kawasan Kota Lama, nantinya juga mengalami perubahan. Jika luasan lama dari Kota Lama mencapai 42 hektare. Sehingga di perda yang baru ini, luasnya menjadi 72,3 hektare. Selain itu, di perda baru ini kawasan Kota Lama dibagi dua yaitu zona inti seluas 25,277 hektare dan zona penyangga seluas 47,081 hektare lebih.

Baca juga:  Devi Chintya, Penyanyi “Lima Menit” Terpikat Kota Lama

Sedangkan batas zona inti meliputi sebelah utara dalah Jalan Merak, sebelah selatan Jalan Sendowo, sebelah barat adalah Kali Semarang dan sebelah timur adalah Jalan Cendrawasih. ”Untuk zona penyangga adalah batas di luar zona inti sampai dengan batas perencanaan,” katanya.

Terkait dengan target penyelesaian, Suharsono optimistis revisi Perda Kota Lama ini akan bisa diselesaikan pada akhir bulan Desember mendatang. “Kami akan bekerja keras bisa menyelesaikan revisi perda RTBL Kota Lama ini, targetnya bisa rampung bulan depan, hal ini dilakukan agar tahun 2020 bisa diterapkan,” tuturnya. (ewb/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya