alexametrics

Wow, Dana Rp 5,4 Miliar untuk Gratiskan 39 Sekolah Swasta

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG–Ini berita gembira bagi warga Kota Semarang. Sebanyak 39 sekolah swasta di Kota Semarang akan digratiskan. Pemkot Semarang sudah menyiapkan anggaran Rp 5,4 miliar. Praktis, sekolah swasta yang ditunjuk pemkot itu tidak diperbolehkan memungut biaya bulanan sepeserpun dari orangtua siswa.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang Gunawan Saptogiri menuturkan, saat ini sudah ditentukan berapa jumlah sekolah swasta yang akan masuk kategori gratis dan memperoleh bantuan dari Pemkot Semarang. “Totalnya ada 39 sekolah yang akan dipilih menjadi sekolah swasta gratis dan sekarang sudah banyak yang mendaftar,” ujar Gunawan kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (13/11).

Adapun rinciannya, untuk jenjang TK sebanyak 5 sekolah, SD sebanyak 12 sekolah, dan SMP sebanyak 22 sekolah yang akan dipilih. Program sekolah gratis tersebut nantinya akan direalisasikan pada 2020 menggunakan APBD Kota Semarang sebesar Rp 5,4 miliar dalam satu tahun. Untuk sistem pendistribusian bantuan dihitung per jumlah siswa dalam satu sekolah. Modelnya sama persis seperti dana Bantuan Operasional Siswa (BOS) di sekolah-sekolah negeri. Adapun besaran per siswa untuk jenjang TK per tahun sebesar Rp 1,2 juta, jenjang SD sebesar Rp 1,5 juta, dan SMP sebesar Rp 1,8 juta.

Baca juga:  Unika Tambah Program Profesi Insinyur

“Untuk sekolah swasta gratis pasti kita ambil kelas yang menengah ke bawah. Karena yang menengah ke atas tidak mungkin. Karena, SPP-nya sudah terlalu tinggi,” ujarnya.

Diakuinya, bantuan tersebut berangkat dari keprihatinan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi karena banyaknya sekolah swasta yang susah berkembang dengan maksimal. Tentunya hal itu akan berdampak kepada kualitas dari siswa di sekolah swasta tersebut. “Mudah-mudahan dengan bantuan dari Pemkot Semarang melalui APBD ini bisa mengembangkan sekolah itu sendiri,” ujarnya.

Meski nanti ada sisa dari uang bantuan SPP tersebut, diharapkan dapat digunakan untuk pengembangan sekolah swasta itu. “Karena kalau TK bayarnya misalnya Rp 50 ribu per siswa per bulan, kalau 1 tahun berarti hanya Rp 600 ribu. Nah kita kasih per siswa satu tahun itu Rp 1,2 juta. Berarti masih ada sisa, itu untuk dipakai pengembangan sekolah itu sendiri, termasuk yang di SD maupun SMP,” katanya.

Baca juga:  Taman Bangetayu Dipenuhi Sampah

Meski tidak diperkenankan untuk memungut iuran bulanan, sekolah swasta yang nanti memperoleh bantuan diperbolehkan apabila menerima sumbangan dari pihak manapun, termasuk dari orangtua maupun perusahaan melalui CSR (Corporate Social Responsibility).
“Dari orangtua boleh, dari alumni boleh, CSR perusahaan juga boleh. Kalau ingin lebih bagus lagi, berarti harus ada pembiayaan yang datangnya dari pihak ketiga, bisa orangtua, perusahaan, dan alumni,” ujarnya.

Kenapa diperbolehkan? Sebab, kata Gunawan, bantuan yang diberikan pemerintah pusat maupun daerah baru memenuhi untuk standar minimal.

Sekretaris Komisi D DPRD Kota Semarang Anang Budi Utomo mengapresiasi langkah Pemkot Semarang dengan program sekolah swasta gratis. “Ini perlu kita apresiasi dan kita dorong supaya program tersebut bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Baca juga:  Bentuk Tim Khusus Kawal KBM Tatap Muka

Diakuinya, saat ini memang masih banyak sekolah-sekolah swasta yang susah untuk berkembang. Tentunya langkah ini merupakan bentuk kepedulian untuk meningkatkan kualitas dari siswa di sekolah-sekolah swasta. (ewb/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya