alexametrics

Santunan Kematian Naik jadi Rp 1,2 Juta,  Wali Kota Jamin tanpa Potongan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG- Wali Kota Hendrar Prihadi terus berupaya agar Pemerintah Kota Semarang hadir dalam setiap fase kehidupan warganya. Dari lahir sampai meninggal. Kali ini, komitmen tersebut ditunjukkan dengan menyerahkan santunan kematian kepada 155 ahli waris di aula Kelurahan Palebon, Kecamatan Pedurungan. Penyerahan santunan kematian tersebut untuk masyarakat di empat kecamatan, yaitu Semarang Timur, Gayamsari, Pedurungan, dan Genuk.

Santunan kematian yang diberikan Pemkot Semarang, menjadi bagian dari total santunan kematian tahap dua sebesar Rp 604.800.000. Pada tahap pertama pemkot telah menyerahkan santunan senilai Rp 614.400.000.

Bantuan duka ini merupakan wujud kepedulian Pemerintah Kota Semarang terhadap warga miskin atau tidak mampu saat berduka. Hal itu sendiri tercantum sebagaimana amanat Peraturan Wali Kota Semarang Nomor 16 Tahun 2019 tentang pemberian bantuan sosial tidak terduga berupa santunan kematian bagi warga miskin atau tidak mampu.

Baca juga:  Menlu Dorong Mahasiswa Jadi Diplomat Muda

Wali Kota Semarang yang juga akrab disapa Hendi itu, menceritakan jika sebelumnya di Kota Semarang memang tidak ada santunan kematian. Tapi saat ini pemkot memiliki komitmen yang tinggi untuk selalu hadir dalam setiap permasalahan masyarakat. Untuk itulah santunan kematian dirasa perlu diberikan. ”Bantuan ini tidak banyak, tapi Alhamdulillah sudah meningkat dari tahun sebelumnya. Dari mulai tidak ada, kami upayakan dan dapat diberikan sebesar Rp 500 ribu, Rp 750 ribu, Rp 1 juta dan Alhamdulillah saat ini Rp 1,2 juta,” ungkap Hendi.

Di sisi lain wali kota juga menegaskan jika santunan yang diterima oleh ahli waris tanpa potongan. Hendi menekankan untuk masyarakat dapat segera melapor kepadanya jika ada biaya lain-lain atau potongan untuk biaya santunan kematian yang diterima. “Akan saya jewer kalau ada potongan,” tegas Hendi.

Baca juga:  Nglarisi Dagangan, ASN Pemkot Semarang Serbu Pasar Johar

Santunan duka ini adalah bagian dari berbagai program Kota Semarang untuk meringankan biaya hidup mulai dari kelahiran, pendidikan, kesehatan, hingga kematian. “Jaminan kesehatan UHC memberikan kemudahan biaya dalam hal kesehatan. Kontrol dan bersalin grátis kelas III. Untuk pendidikan, sekolah grátis dari TK hingga SMP negeri dan 10 TK, SD, SMP swasta, hingga bersiap untuk menggratiskan sekolah swasta di 2020,” terang Hendi.

Selain itu, masih ada program beasiswa, Kredit Wibawa dan pelatihan kewirausahaan bagi pelaku usaha. Beban hidup di Kota Semarang juga diperingan dengan adanya program PBB gratis bagi rumah dengan NJOP maksimal Rp 130 juta. Diskon 50 – 90 persen bagi pensiunan dan veteran pejuang.

Baca juga:  Promosikan Kampung Pelangi lewat Lomba Vlog dan Fotografi

Yang terbaru, wali kota menggratiskan biaya makam untuk memperingan beban keluarga duka. Hendi memastikan bantuan dapat merata dirasakan seluruh warga miskin di Kota Semarang.

Penerima bantuan adalah warga miskin atau tidak mampu yang terdata pada BDT (basis data terpadu) tahun 2018. Hendi pun berharap apa yang diberikan Pemkot Semarang dapat memperingan sekaligus meningkatkan kemandirian warga masyarakat. (zal/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya