alexametrics

Pasca Bom Bunuh Diri di Medan, Polrestabes Tingkatkan Kewaspadaan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah dan Polres jajaran meningkatkan kewaspadaan pasca kejadian bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, kemarin (13/11). Meski begitu, penjagaan mapolda maupun mapolrestabes yang dilakukan tetap seperti biasa tanpa ada penambahan jumlah personil.

“Penjagaan seperti biasa, hanya selektif saja. Tidak terlalu khawatir karena anggota kita, Brimob dan anggota Polda sudah biasa melakukan penjagaan seperti itu. Namun untuk kewaspadaan selalu ditingkatkan untuk Polda maupun jajaran di Polres,” ungkap Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (13/11) kemarin.

Pantauan koran ini, pintu gerbang di Mapolda Jateng tidak dilakukan penutupan. Hanya saja, di tempat tersebut terdapat sejumlah anggota dilengkapi senjata api saat bertugas. Pemandangan ini sudah terlihat setiap harinya. Masyarakat yang masuk harus meninggalkan kartu identitas di ruang penjagaan. Mobil tamu juga harus dibuka kacanya supaya terlihat dari luar.

Baca juga:  Puluhan Jurnalis dan Mitra Gojek Test Jantung

“Penjagaan tidak ada penebalan (penambahan, Red), hanya meningkatkan kewaspadaan. Jumlahnya lebih dari 10 orang. Ada anggota polda dan di-backup dari Brimob,” katanya.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat Jawa Tengah untuk tidak resah dan khawatir adanya kejadian tersebut. Menurutnya, kepolisian akan terus mengusut sampai tuntas, termasuk jaringan-jaringannya.

“Kami juga mengimbau, masyarakat tidak perlu menyebar foto atau video kejadian di Medan itu,” tambahnya.

Sedangkan pantauan di Mapolrestabes Semarang juga tampak seperti biasa. Penjagaan di pos pintu masuk bagian depan Polrestabes Semarang tak tampak penambahan pasukan. Namun portal terlihat ditutup sebagian. Sehingga kendaraan roda empat yang masuk ke Mapolrestabes Semarang harus antri. Sedangkan untuk pengendara roda dua diminta untuk membuka kaca helm.

Baca juga:  Tak Terima Ditegur, Pemabuk Bacok Warga

Begitu juga di pintu gerbang samping, tepatnya di dekat ruang pelayanan SKCK, juga dilakukan penutupan pintu gerbang. Beberapa hari sebelum terjadinya ledakan bom di Medan, pintu gerbang dibuka lantaran banyak pengunjung yang datang mengurus SKCK jelang seleksi CPNS.

Wakapolrestabes Semarang AKBP Enriko Silalahi membenarkan adanya penutupan pintu samping mapolrestabes. “Iya, itu samping ditutup, dekat dengan pelayanan kan,” katanya.

Enriko mengatakan, akan terus melakukan peningkatan kewaspadaan dalam penjagaan di tempat-tempat vital serta tempat pelayanan publik. Termasuk juga polsek jajaran Polrestabes Semarang terus dilakukan peningkatan. Sedangkan hal-hal teknis, termasuk terkait penebalan anggota, pihaknya mengatakan masih menunggu instruksi dari Kapolda Jateng Irjen Rycko Amelza Dahniel. “Penebalan belum, lain-lain kita tunggu hasil vicon (video conference) nanti dengan kapolda,” ujarnya. (mha/aro)

Baca juga:  Cara Asyik Kasatlantas Polrestabes Semarang Ciptakan Kamtibcarlancar, Ajak Kaum Duafa Sarapan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya