alexametrics

Begini Cara Istri Wali Kota Semarang Kurangi Sampah Plastik

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Banyaknya limbah sampah di Kota Semarang, membuat sejumlah elemen masyarakat tergerak untuk melakukan penanganan. Seperti yang dilakukan warga RW 04 Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Candisari, dengan melakukan pengelolaan sampah melalui bank sampah. Program pengelolaan tersebut di-launching Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang, Krisseptiana Hendrar Prihadi pada Selasa (12/11).

Tia –sapaan akrab Kerisseptiana– memberikan apresiasi kepada masyarakat yang turut memberikan solusi terhadap persoalan, baik sampah maupun jaminan kesehatan masyarakat miskin. Melalui bank sampah ini, harapannya lingkungan menjadi lebih bersih. Jumlah sampah di TPA menjadi berkurang. Juga menjadi inovasi warga Tegalsari untuk mengangkat salah satu warga miskin melalui BPJS mandiri. “Dengan banyaknya kegiatan semacam ini, tak hanya jumlah sampah yang dapat berkurang, melainkan juga penanganan warga miskin di lingkungan kita,” tuturnya.

Baca juga:  Dulu Lawan Penjajah, Kini Lawan Covid-19

Tia menyebutkan bahwa pihaknya akan terus mendorong upaya tersebut. Bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan untuk menciptakan inovasi-inovasi pengelolaan sampah. “Adanya bank sampah yang semakin marak akan membawa manfaat bagi masyarakat. Adanya bank sampah yang membawa manfaat ini harus terus disosialisasikan ke masyarakat, agar persoalan sampah di Kota Semarang semakin berkurang,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Tia juga meminta seluruh masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Sebab, plastik merupakan material yang sulit terurai. Bahkan memerlukan ratusan tahun untuk dapat terurai. Apalagi telah terbit Peraturan Wali Kota Nomor 27 Tahun 2019 tentang Pengendalian Penggunaan Plastik.

“Jangan sampai anak cucu kita yang menerima akibatnya. Lalu apa yang harus kita lakukan? Tolak penjual yang memberikan kantong plastik sekali pakai. Gunakan piring dan gelas ketika mengadakan pertemuan. Bawa selalu kantong kain, tumbler dan sedotan stainless steel. Ini harus kita lakukan karena sampahku adalah tanggung jawabku,” ujarnya.

Baca juga:  PLN Ingatkan Pelanggan Pascabayar agar Bayar Listrik Tepat Waktu

Hal itu sejalan dengan gerakan Pemerintah Kota Semarang #semarangwegahnyampah. Gerakan tersebut merupakan upaya mendorong dan mengedukasi masyarat agar lebih peduli dan melakukan upaya pengurangan sampah dan menolak penggunaan plastik sekali pakai.

Gerakan tersebut dapat diimplementasi dengan mengurangi hasil sampah rumah tangga. Menolak penggunaan plastik, botol plastik, sedotan sekali pakai, menggunakan kembali sampah yang sudah telanjur dihasilkan, mendaur ulang, serta membusukkan sampah organik yang dihasilkan. Melalui berbagai upaya tersebut, harapannya dapat membangun kesadaran masyarakat agar dapat bergerak bersama mengatasi persoalan sampah di Kota Semarang. (*/zal/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya