alexametrics

Pilwalkot Semarang, Gerindra Mulai Jaring Bakal Calon

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG–Jelang Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Semarang 2020, DPC Partai Gerindra Kota Semarang mulai memanasi mesin politiknya. Partai besutan Prabowo Subianto ini telah melakukan komunikasi politik secara informal dengan sejumlah parpol lain. Sebab, untuk mengusung calon, Gerindra yang hanya memiliki enam kursi di DPRD Kota Semarang, harus berkoalisi dengan parpol lain.

“Kami tidak bisa mengusung calon sendiri. Anggota dewan kami hanya enam orang. Sedangkan untuk bisa mengusung calon sendiri minimal 10 kursi,” kata Ketua DPC Partai Gerindra Kota Semarang Joko Santoso saat berkunjung ke kantor redaksi Jawa Pos Radar Semarang, Senin (11/11).

Menurut Joko, sejauh ini di luar Gerindra sudah muncul nama wali kota petahana Hendrar Prihadi dan mantan wali kota Soemarmo HS. Sedangkan dari kader internal Partai Gerindra, lanjut dia, sejauh ini belum ada  yang menyatakan diri akan maju dalam Pilwalkot mendatang.

“Kalau ada kader yang mau maju (Pilwalkot), tentu kami siap mendukung,” ujarnya didampingi pengurus DPC Partai Gerindra Kota Semarang lainnya, di antaranya Sekretaris Joko Sunaryo, Bendahara Nunung Sriyanto, Wakil Sekretaris Abdul Madjid, Wakil Ketua Bidang OKK Ibnu Andika, serta Wakil Ketua Bidang Media Sosial dan Hubungan Antar Lembaga Indioko.

Sebagai langkah awal sebelum menuju Pilwalkot, pihaknya akan menggelar jajak pendapat dengan mengundang 150 tokoh masyarakat se-Kota Semarang. Kegiatan tersebut akan digelar pada 17 November mendatang di Hotel Pandanaran.

Baca juga:  Wali Kota Geram, Relokasi SMPN 16 Molor

Untuk konsep acaranya, jelas dia, mengadopsi dari Indonesia Lawyers Club (ILC). Adapun tokoh masyarakat yang diundang di antaranya budayawan, praktisi politik, pakar ekonomi, tokoh agama, perwakilan parpol, termasuk kalangan media. Adapun pembicara utama dalam jajak pendapat tersebut, yakni pakar hukum dan pemerintahan Mahfudz Ali, pengamat politik dan akademisi Undip Teguh Yuwono, tokoh pemuda dan olahraga Arnas Agung Andrasmara, serta pengamat ekonomi FX Sugiyanto.

Dikatakan, melalui jajak pendapat tersebut, diharapkan muncul kriteria sosok yang ideal dalam  memimpin Kota Semarang lima tahun ke depan. Selanjutnya,  figur yang muncul dalam jajak pendapat tersebut akan menjadi modal DPC Partai Gerindra Kota Semarang dalam mengambil sikap untuk Pilwalkot Semarang 2020.

“Nantinya tokoh yang sesuai kriteria yang diinginkan dalam jajak pendapat itu bisa kita tawarkan ke parpol lain. Karena dalam pilwalkot, kita tak bisa mengusung calon sendiri. Partai Gerindra harus berkoalisi dengan parpol lain,” katanya.

Sekretaris DPC Partai Gerindra Kota Semarang Joko Sunaryo menambahkan, saat ini Partai Gerindra Kota Semarang masih dalam masa transisi dari ketua lama. Kepengurusan baru di bawah pimpinan Joko Santoso masih terhitung sejak Agustus 2019. “Perintah turun Agustus, tapi baru Oktober kemarin SK kami terima. Jadi, kami ini ibarat modal celana kolor saja. Tapi, kami optimistis bisa membawa Partai Gerindra lebih baik lagi,” ujarnya.

Baca juga:  Mugi-Hebad Siap Rebut Suara Milenial

Saat ini, DPC Partai Gerindra Kota Semarang berkantor di Kedungmundu. Sebelumnya, parpol ini berkantor di Jalan Durian Raya Banyumanik. “Masih sewa dua tahun. Tapi, kami optimistis tahun depan kami sudah bisa membangun kantor sendiri,” tegas Joko Santoso.

Joko juga menegaskan saat ini pengurus Partai Gerindra solid. Pihaknya tak terpengaruh dengan kondisi pascapileg lalu. “Hampir semua pengurus sekarang adalah pengurus lama. Jadi, kami tak terpengaruh apa-apa. Semuanya berjalan normal,” katanya.

Pria kelahiran Tawangsari, Sukoharjo ini juga menegaskan, kunjungannya ke kantor Jawa Pos Radar Semarang untuk lebih mempererat hubungan Partai Gerindra dengan media. “Jawa Pos Radar Semarang ini yang pertama kami kunjungi. Kenapa yang pertama? Karena saya menilai Jawa Pos Radar Semarang ini adalah media yang tumbuh dengan pesatnya di saat media cetak lain pada lesu, bahkan tutup,” ujar Joko.

Selain itu, ia juga mengaku sebagai pembaca setia Jawa Pos Radar Semarang. “Karena kita butuh peran dari media. Besar kecilnya organisasi Partai Gerindra tergantung dari media. Dengan silaturahmi ini diharapkan nanti dapat disinergikan dengan pemberitaan,” harapnya.

Baca juga:  Penolak Pemakaman Perawat Dikecam, PPNI Bakal Bawa ke Ranah Hukum

Menurutnya, dikenalnya Partai Gerindra di Kota Semarang juga karena peran dari media, khususnya Jawa Pos Radar Semarang. “Bagi saya, model bahasa Jawa Pos Radar Semarang dan konten di dalamnya mudah saya pahami, sehingga saya selalu menunggu informasi dari media ini,” tuturnya.

Kehadiran jajaran pengurus DPC Partai Gerindra Kota Semarang kemarin disambut General Manager Jawa Pos Radar Semarang Iskandar, Pemimpin Redaksi Arif Riyanto, Redaktur Pelaksana Ida Norlayla, Manager Iklan Sugiyanto Wiyono, Redaktur M Rizal Kurniawan dan wartawan desk Balai Kota Eko Wahyu Budiyanto.

General Manager Jawa Pos Radar Semarang Iskandar menyambut baik kedatangan jajaran DPC Partai Gerindra Kota Semarang tersebut. “Melalui kepemimpinan Pak Joko kita harapkan juga bisa bersinergi dengan Jawa Pos Radar Semarang supaya informasi dari partai bisa sampai ke masyarakat dengan baik,” ujar Iskandar.

Hal senada diungkapkan oleh Pemred Jawa Pos Radar Semarang Arif Riyanto. Dikatakannya, di tengah persaingan media digital seperti saat ini, DPC Gerindra Kota Semarang tetap mempercayakan sumber informasi di koran Jawa Pos Radar Semarang. “Ke depan perlu adanya kerja sama yang baik dan bersinergi antara Partai Gerindra dan Jawa Pos Radar Semarang,” tuturnya. (ewb/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya