alexametrics

Trans Semarang Uji Coba Bus Ramah Difabel dan Lansia

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANGBadan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang melakukan uji coba bus low deck, Minggu (10/11). Bus keluaran Scania ini adalah bus ramah lansia dan difabel. Dilengkapi dengan sistem keamanan. Kenyamanan super canggih.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, bus low deck ini memiliki sejumlah perbedaan dengan armada Trans Semarang pada umumnya. Bus ini memiliki jarak antara lantai dan tanah sangat rendah alias ceper. “Sehingga rekan disabilitas bisa dengan mudah naik dengan mandiri,” katanya.

Bus Low Deck Scania Chassis K250 UB – 4X2 mulai Senin (11/11) ini akan diuji coba untuk koridor 1 rute Mangkang-Penggaron. Bus berkapasitas 41 tempat duduk. Yang menghadap depan dengan seat 2X2. Kemudian terdapat 2 kursi lipat. Satu tempat kursi roda. Satu kursi untuk operator dan 25 pegangan untuk penumpang yang berdiri. Di dalam bus juga dilengkapi tujuh CCTV dan pengaman untuk kursi roda.

Baca juga:  Trans Semarang Kembali Jalankan Feeder I Rute Ngaliyan-Mijen-Madukoro

“Ini dipinjamkan kepada Dinas Perhubungan dan BLU Trans semarang selama sebulan. Nanti akan kita lihat responnya gimana. Kalau memang bagus dan bisa dipakai pemkot tentunya akan ada investasi secara total,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Hendi ini menjelaskan, mengenai investasi bisa dilakukan tahun depan. Mulai dari segi desain halte dan lain sebagainya. “Problem utamanya adalah penyesuaian halte. Jadi jika menggunakan bus ini tentu akan didesain ulang. Saya rasa bus ini harganya juga kompetitif,” paparnya.

Kepala BLU Trans Semarang, Ade Bhakti Ariawan  mengatakan, bus Scania tersebut sementara belum memiliki halte selama masa ujicoba. Untuk naik turunkan penumpang akan dilakukan di samping Halte BRT Trans Semarang.  “Yang saat ini sudah ada di koridor 1,” ujarnya.

Baca juga:  Tunda Mudik, Lebaran terpaksa Sungkeman via Zoom

Bus yang sedang di uji coba ini sendiri, memiliki berbagai fitur canggih. Misalnya  jika pintu terbuka maka gas tidak bisa difungsikan. Ada layar CCTV yang langsung terkoneksi dengan kontrol room. Serta kait pengunci bagi penyandang disabilitas yang menggunakan kursi roda. “Kita juga mendengar masukan masyarakat, agar bus ini bisa maksimal jika Trans Semarang memiliki jalur khusus,” katanya. Uji coba dengan total empat trip. Yakni dua trip pagi dan dua trip sore. (den/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya